Pertemuan Dengan Ida (Derita Anak Magang)

, , 36 comments
Jum’at sore

Hari itu, gue lagi jalan sama teman cewek gue. Rencananya hari ini gue mau neraktir dia makan, pas mau masuk KFC tiba-tiba HP gue bunyi, ada sms.

From: Ida
Hari ini gue tunggu di cafe itu. Mumpung mood lagi bagus ~kkk

Gue berfikir pasti wanita aneh ini salah kirim, lalu gue reply.

Send: Ida
Haah?! Apanya mood bagus, lo salah kirim ya.

Gak lama sms gue dibales Ida


From: Ida
Nggak jadi ya ngajak aku makan di luar?

Gue gondokan, mampus gue.  Jadi beberapa waktu lalu gue ngajak Ida makan di luar, tapi dia nggak kasih tau kepastia kapan dia bisa makan bareng gue di luar. Hampir satu bulan nggak ada kabarnya, sampai akhirnya gue berfikir rencana ngajak dia makan di luar itu batal. Tapi hari ini, dengan seenaknya wanita aneh itu membuat sebuah keputusan sepihak yang sangat mendadak, tepat disaat gue lagi jalan sama cewek.
Gue melihat jam tangan, sekarng pukul 15.50 sore.

Send: Ida
Ohh yaya maaf. 30menit lagi oke.

Nggak salah gue bilang kalau Ida itu ”Wanita aneh” . Gelar itu pas benget, lihat saja dengan seenaknya dia membuat keputusan, padahal yang ngajak dia makan keluar itu gue, kok malah dia yang ngatur. Dan anehnya lagi, gue mau-mau aja nurut apa kata Ida. Nah lo, jadi yang lebih aneh itu siapa?
Saat berada di dalam KFC, gue mencoba memberanikan diri mengajukan permintaan.

”Eh kita bentar aja ya, Kakak mau ada urusan,” kata gue dengan mulut yang dipenuhi burger.
”Buru-buru amat, ada apasih Ka?” tanya cewek itu dengan wajah kesal yang disembunyikan.
”Ya ada urusan lah pokoknya,” kata gue tidak mau menjelaskan yang sebenarnya.

Wanita itu bahasa tubuhnya mudah ditebak, gue bisa melihat cewek yang lagi bersama gue ini sedang kesal. Itu bisa gue lihat, dari cara dia berbicara, puding di tangganya jadi bubur, dan ketika gue berbicara denganya dia pura-pura melihat ke arah lain. Gue tahu sebenarnya cewek ini lagi seneng karena bisa makan di luar bareng gue, tapi sayanganya bertepuk sebelah tangan.  Gue merasa ini bukan acara yang spesial, karena gue sudah biasa makan di luar sama cewek ini. Dan gue sekarang merasa bimbang.

Saat gue menghirup segelas Mocca Float, gue mencoba membaca bahasa tubuh cewek  ini lagi. Matanya menyala-nyala seperti orang kesurupan, dan dia sekarang sedang memegang sebuah golok. Menurut pengamatan gue ini bukan pertanda baik,  cewek itu pasti mau bunuh gue. Gue tahu ini sebenarnya tidak baik dan mengancam nyawa, ngerusak mood cewek itu ibarat neraka tinggal menghitung detik. Kalau marah cewek bisa berubah 1800 awalnya kayak Barby, kalau marah jadi Jenglod. Tapi mau gimana lagi, gue harus melawan maut ini demi seorang wanita aneh. Ida.

****

Sekarang jam menunjukan pukul  16.30, dan gue terjebak di lampu merah, tepat di belakang truk pengangkut Ayam, di antara motor dengan berbagai roda. Bener-bener mampus gue kali ini. Tidak ada sms atau telepon dari Ida, pasti dia sudah nungguin disana sambil marah-marahin orang, atau nggak dia sedang pegang samurai dan cambuk sambil nungguin gue di depan cafe. Gue berharap Ida sekarang lagi dipilihan pertama.

Sekitar sepuluh menit gue akhirnya tiba di cafe yang Ida maksud. Gue bener-bener gak berani masuk cafe itu, sampai akhirnya gue mencoba untuk menarik nafas dalam-dalam, dan mengikhlaskan apapun yang akan terjadi pada keselamatan diri gue.

Perlahan tapi gak pasti, gue melangkahkan kaki ini satu demi satu, dan akhirnya tubuh gue masuk ke dalam cafe itu. Sesuatu yang tidak terduga terjadi, sore itu cafe terlihat sangat sunyi bahkan sepi. Nah lo apa bedanya sunyi sama sepi? Gue nggak liat pelanggan di tempat itu, hanya ada pelayan cafe yang lagi asik ngobrol dengan rekan-rekannya.

Gue lalu mengucapkan sukur dalam hati, gue selamat. Gue berjalan terseok-seok dengan wajah yang dipenuhi dengan asap dan debu, Lalu gue duduk di kursi paling ujung dengan wajah mencium meja. Pelayan menaruh menu di atas meja gue dengan kebingungan.

”Selamat sore mas, mau pesan apa?”

Dengan tenaga yang masih tersisa gue mencoba untuk mengangkat kepala, ”Ohh... jus tomat aja emba satu,” pelayan itu wajahnya jadi horror sendiri, wajahanya jadi kayak abis ngeliat tuyul pas liat gue.

”Ada apa ya emba? Ko gitu ngeliatinnya, nggak pernah liat wajah anak esempe ya.” batin gue.
Plis jangan pada muntah.
”Baa... baik mas jus tomat satu...” kata pelayan itu sambil membawa daftar menu.

Menunggu adalah hal yang paling membosanakan dalam hidup gue, entah kenapa ketiksabaran itu suda tumbuh ketika gue mulai bisa ngomong. Mungkin apakarena gue bergolongan darah A? Entahlah. Yang pasti menunggu kali ini benar-benar beda, gue nggak ngerasa bosan. Sampai gue baru sadar kalau sekrang sudah mau pukul 17.00 sore, dan ajaibnya gue masih sabar menunggu, menunggu Ida. Tiba-tiba gue kepikiran kalau Ida ketiduran atau apa, lalu gue sms dia.

Send: Ida
Lo dimana? Gue udah di cafe.

Nggak lama ada sms balaesan.

From: Ida
Lagi mau jalan.

Cewek biasanya kalau dalam kondiri kayak gini, dia bilang ”Lagi mau jalan” itu berarti lagi milih-milih sepatu atau sendal yang pas di hati dia. Kalau cewek bilang ”Lagi di jalan” itu berarti lagi mau jalan. Dan kalau cewek bilang... Udah ahh gue nggak mau digebukin cewek.

Rasa aneh tiba-tiba datang, jantung gue jadi berdetak nggak karuan. Ini benar-benar aneh, kenapa gue jadi bisa gerogi gini. Padahal gue sudah mengenal wanita aneh itu dan kami cukup akrap. Tapi kenapa jantung gue rasanya mau akrobat?

Ditengah gue menunggu kehadiran Ida, ada tiga sosok ce.. eh maksud di tengah gue menunggu Ida, ada tiga orang cewek yang mirip trio macan, duduk di samping meja gue. Dan ketiga cewek yang mirip personil trio macan itu kaget pas liat muka gue. Perasaan gue mendadak jadi aneh pas melihat mimik mereka, yang sama kayak pelayan tadi. Gue mencoba berfikir positif menanggapi semua itu, mungkin mereka kaget karena melihat wajah polos gue dan unyu-unyu kayak anak esempe. Tapi gue nggak bisa menyembunyikan rasa penasaran, apa yang sebenarnya terjadi? Pelan-pelan gue mengambil HP gue dan berkaca pada layarnya, dan... nauzzubillah... gue baru sadar muka gue belepotan, mirip monyet di topengin. Ini pasti gara-gara tadi di jalan, ahh sialan.

Dengan rasa menyimpan malu, gue mengambil tisu dikantong jaket dan membersihkan seadanya muka gue yang diselimuti pasir, agar terlihat kembali kegantengannya. #ettssshhh

****
Akhirnya yang ditunggu-tunggu tiba, hari ini warna hitam menghiasi wajah mungilnya dengan baju lengan panjang, jelana jeans biru, dan tas ransel ala Dora menutupi punggunya.

Wajah kusut gue berubah jadi makin kusut, dan parahnya jantung gue bener-bener sudah loncat dari tempatnya. Dari kejauhan Ida melambaykan tangannya, seperti penumpang taksi yang ketinggalan taksi. Perlahan tapi pasti Ida mendekati gue dan saat dia duduk di hadapan gue, ada yang berbeda dari wanita aneh itu, tapi gue masih bingung apa yang membuat dia beda sejah hampir satu tahun kami tidak bertemu?
”Kemana aja lo?” tanya gue pura-pura kesal, biar kelihatan dramatis. ”Lumutan nih nunggu, kirain lo udah disini.”

Ida ketawa ”hhe iya iya maaf,”
”Rumah deket sini juga, lelet banget.” ekting kesal gue makin menjadi, Ida cemberut. Yes berhasil.
Ida diem, mukanya kayak orang ngeden, bibirnya manyun. ”Ya udah aku pulang aja...” Ida tiba-tiba berdiri dari kursinya.

Terjadi jeda... Aduh kenapa jadi gini?

”Ehh... ehh... gue kan cuman becanda.” mampus gue. Apa yang harus gue lakuin sekarang? Apa gue harus narik-narik tangan Ida dan berlutut di hadapannya dan berkata ”Jangannn pergiii.... jangannn pergii...” tiba-tiba gue berasa di vidio klip D’masiv.

Ida balik badan ngeliatin gue, dia diem. ”Kenapa diem aja,” kata Ida. ”Kenapa lo nggak nahan gue pergi.”
Hening dua abad...

Ida kembali duduk di kuarsinya, dasar wanita aneh.

”Entar aja deh, aku mau minum dan makan dulu baru pulang.”
”Huuh... dasar,” gue lalu memanggil pelayan.

Saat gue memulai celotehan sama Ida, gue merasa sedikit terusik. Tiga orang cewek di samping gue yang dari tadi suaranya kayak laler, sesekali melirik ke arah kami berdua. Gue nggak tau apa yang sedang mereka pikirkan, mereka sesekali bergantian memperhatikan gue lalu ketawa-ketawa nggak jelas. Dan juga sesekali gue denger mereka nyanyi, ”Dengarkan aku ku menrindukkan mu...” WOYYY GUE BUKAN RYAN D’MASIV!!!

”Siapasih orang itu?” tanya Ida dengan wajah yang bingung, melirik tiga cewek pengganggu itu.
”Mana gue tau,” lalu nggak lama pelayan datang dan menaruh jus apel dan empat potong sendwich di atas piring putih. ”Udah makan dulu, nggak usah diladenin.”

Ida semper ngomel-ngomel ke gue, karena sandwich yang dia pesan rasanya pedas tidak sesuai dengan apa yang dia pesan, gue tahu Ida nggak suka makanan yang pedas jadi gue suruh aja dia makan sandwich sambil ngeliatin wajah gue yang udah manis dari dulu ini. Dan yang gue tahu, Ida juga gak suka sama susu rasa cokelat, dia suaka susu putih(vanilla). Tapi akhirnya anak itu menghabiskan dua potong sandwich sekaligus dalam beberapa menit. Sambil mengunyah sandwich yang pedas, Ida ngomong ke gue dengan mulut dipenuhi sandwich.

”Eh lo tau nggak?” tanya Ida, gue mengangkat dua alis gue isyarat tidak tahu. ”Akhir-akhir ini ada orang gangguin gue terus, hampir tiap hari dia selalu nge’sms gue.”
”Sms nya kayak gimana emang?” tanya gue sambil mengisap jus tomat dari sedotan.
”Minta kenalan gitu lah,ihh ogah banget,”
”Terus pernah lo bales?”
”Ya enggalah.”

Gue lalu berdehem, menyipitkan mata dan tersenyum jahil ke ida, lalu gue berkata.

”Pasti lo nggak punya pulsa ya.” kepala gue dihantap pake gelas sama Ida.

Ini sebenarnya nggak lucu, tapi entah kenapa bagi gue lucu. Dan ini sebenarnya Aib Ida.

”Oya gimana kemarin, jadi nonton sama Kakak magang lo yang cowok itu?” tanya gue dengan wajah penasaran bercampur kesal. Jadi beberapa waktu lalu Ida cerita ke gue, kalau dia mau diajak nonton sama Kakak pembina magang, ketika magang tahap dua, dan parahnya yang ngajak itu cowok.
”Belum sih, tapi dia udah beberapakali maksa gue buat nonton,”
”Jangan mau sama dia, lo nikah sama gue aja. Eh maksud gue jangan mau di ajak nonton sama dia, lo nonton sama gue aja.” batin gue.
 ”Semoga nggak jadi,”
”Apa lo bilang tadi?”
”Eh apa? Nggak apa kok, gue nggak ngomong apa-apa.” kata gue salah tingkah nyedot jus tomat pake sendok.

Saat Ida mengisap jus apel dari sedotan di gelasnya, dan saat matanya  tertuju pada jus yang sedang dia hirup. Gue memperhatikan Ida, dan tanpa sadar bibir gue terangkat. Senyum. Gue mencium aroma parfum yang sudah lama nggak gue rasakan, tapi aroma kali ini lebih menyengat,  gue juga melihat ada goresan berwarna di kelopak matanya, serta melihat lukisan berwarna merah yang tidak biasa gue lihat di bibir mungkilnya. Wanita aneh ini bukan anak ingusan yang kemarin gue kenal. Kata Icha sahabat cewek gue, Kalau cewek berpenampilan beda dan berlebihan saat jalan sama cowok, itu semata-mata karena dia ingin tampil cantik dari cewek-cewek lainnya, dia tidak ingin si cowok yang sedang bersama dia melepaskan pandangannya ke cewek-cewek lain. Itu artinya, si cowok spesial di mata cewek tersebut.

”Nggak kerasa udah kurang lebih satu tahun ya kita gak ketemu,” gue menatap Ke arah luar cafe. “Udah kurang lebih satu tahun juga kita kenal, di tempat magang itu... Oya buku jurnal magang gue baru selesai gue isi loh hahaha keren kan...”
”Buku jurnal magang apanya?”
”Itu loh buku jurnal magang yang tahun kemarin, baru gue isi sekrang hhe, padahal seharusnya satu tahun yang lalu dikumpul.” gue mengangkat dagu, merasa bangga dengan apa yang gue lakukan. Ini namanya sebuah pembodohan yang dibanggakan, dan gue banggan. Eh berarti gue bodoh dong?

Beberapa waktu lalu, gue berhasil memperdayakan seorang anak didik PMR gue, ketika dia lagi nganggur, gue meminta dia untuk mengisikan kegiatan magang gue selama tiga bulan. Ahh indahnya dunia ini.
”Segitu aja bangga...” Ida menghembuskan nafas berat. ”Eh denger ya, gue aja yang dua kali magang, buku jurnal magang nggak pernah gue isi sama sekali, apalagi gue kumpul.”

Krikkk... 

Rasa pedas dari sandwich yang tadi gue makan, tidak mampu membuat lidah gue merasa panas. Karena rasa yang sedang gue rasakan sekarang, adalah rasa lega. Rasa kangen yang sudah sangat lama tertahan hari ini bisa keluar, setelah cukup lama gue merencanakan pertemuan ini. Cafe di sore itu kini mulai sepi, hanya ada gue dan Ida. Tidak ada suara lain yang gue denger selain suara Ida dan suara detak jantung gue.

”Oya, gimana perasaan lo ke gue sekarang?”
”Haah perasaan apa maksudnya?”
Salah fokus... salah fokus...
”Eh... maksud gue, perasaan lo tentang besok. Uhm.. besokkan kita pengumuman kelulusan ya kan.”
“Wahh…” Ida menelan bulat-bulat jus yang menggumpal di mulutnya. “Gugup bangetlah, tapi kayaknya gue lulus aja sih, positif aja.”
“Cenat~cenut, merinding, otakku begu, yakan? kayak lagu smash hahaha…”
“Haha... dasar bodoh. Untung nggak ada Rizkia , Mia, dan Ini, kalau ada mereka bertiga lo tinggal nama disini hahaha...”

Gue dan Ida cuman bisa tertawa lepas, tanpa sadar pelayan di cafe ternyata mereka memperhatikan kami dengan ketakutan.

****

Sabtu pagi

Ini adalah hari yang menegangkan, setelah malamnya gue dan temen-temen satu sekolah dapet sms mengerikan dari guru kami. Kata beliau ada dua orang yang tidak lulus di sekolah kami, dan anak yang tidak lulus itu adalah anak kesayangan beliau. Walau gue bukan anak kesayangan beliau, gue juga tidak bisa menyembunyikan perasaan gugup. Tapi sayanganya perasaan gugup itu tidak bisa mengalahkan perasaan bahagia gue, setelah pertemuan sore kemarin.

Kalau temen-temen gue banyak yang tidak bisa tidur gara-gara mikirin pengumuman kelulusan besok. Nah gue susah tidur karena pertemuan sore itu, gue nggak bisa menyembunyikan kebahagian yang sudah gue dapatkan. Malamnya gue nggak berhenti ngetwit mengungkapkan kebahagiaan gue, sambil muter lagu India dan nari-nari India. 

Cabekursi cabegem....  ~(^o^~)(~^_^~)(~^o^)~

Ternyata sms dari guru malam tadi hanya ancaman belaka, ternyata sekolah gue berhasil LULUS 100% Allhamdullilah... Suasana haru bercampur bahagia tidak bisa kami sembunyikan, temen-temen gue yang cewek pada nangis terharu, yang cowok udah mulai coret-coret seragam putih abu-abu, dan gue...

”Halo...”
”Iya halo,”
”Gimana pengumumannya?”
”Allhamdullilah lulus hhe gimana lo.”
”Gue...”
”Eh kenapa lo dit? Jangan gitu ahh,”
”Gue TL Daa...”
”Haha becanda nih, masa kunci jawaban yang gue kasih salah sih, gue aja lulus.”
Ehh yang ini Aib...
”Gue nggak pernah boong kali sama lo,” kata gue sambil menghembuskan nafas berat, ”Mau gimana lagi gue harus terima hhe.”

Saat gue mengucapkan kalimat terakhir itu, tiba-tiba tidak terdengar suara Ida lagi dari HP gue, wanita aneh itu pasti sedih. Karena gue nggak pengin buat Ida hawatir dan gue merasa berhasil ngerjain dia, gue lalu mengatakan yang sebenarnya.

”Gue TL daa... telah lulus hahaha...”

Gue ketawa terbahak-bahak, sampai-sampai membuat guru yang lagi lewat di hadapan gue kebigungan. Gue diem nunggu sampai guru gue lewat, dan gue ketawa lagi.

“Hahahaha…. Kamu lagi di acara Ups kena deh… hahaha….” tidak ada suara dari Ida. ”Halo Ida, lo nggak papa kan? Halo... Ida halo.. haloooo!!!”

Mampus. Gue lalu liat HP gue ,gue pencet-pencet, dan nggak nyala. Ya tuhan. Bagus bateraiya habis.  (-_- ;)


Pertemuan sore itu lebih indah, dari pada sebuah kelulusan. :)

36 comments:

  1. Trus? Truuuusss??? Gimnaa? Gimana hubungan kalian selanjutnya Щ(ºДºщ)

    ReplyDelete
  2. ini post terpanjang yang gue baca hari ini XD

    bakal lanjut kah?

    ReplyDelete
  3. Lanjutkan perjuanganmu nak, SMK nya udah lulus, sekarang "itu" nya di lulusin :)

    ReplyDelete
  4. Ehhmmm...ini cewe aneh atau cewe???

    ReplyDelete
  5. yo dah sono pacaran gih :P

    ReplyDelete
  6. cie cie......
    kok ga jadian saja gas...??
    atau km homo ya....
    :P

    ReplyDelete
  7. kayaknya si ida suka sama lu, diit... dan kayaknya juga lu punya pemikiran yang sama kayak gue... bener gak? hehehe.... tembak aja, diiit.... lumayan bisa move on kan? hehehe... ^^

    ReplyDelete
  8. kereeeen.. anak SMA banget, aku ngakak sendiri bacanya.
    selamat ya telah dinyatakan lulus!

    ReplyDelete
  9. Cieee... lanjut ke pelaminan atuh #eh :p

    ReplyDelete
  10. kiraen Ida itu binaragawan Indonesia.. Ida Rai

    ReplyDelete
  11. @rizkiemuft santaisantai... lagi biasnya aja bro hhe

    @martmarthaa insyaallah bakalan lanjut :)

    @FridiGraph eaaaa.....

    @randy yang penting share. maybe :D

    @iwan apa-apa -___-"

    @Naspard harus pelan-pelan mas

    @lskandar Dzulkarnain sesuatu... tsk tsk tsk

    @Dihas Enrico hey tulisan gue ini udah mewakilin kalau gue bukan homo -___________-"

    @masiman hahahaha.... xD iya mas iya, sepertinya begitu. tapi santai aja dulu, cewek aneh kayak gitu harus pelan2

    @Hamidah izzatu laily iya makasihhh

    @ulviaaa._." OMG

    @massukron -____________________________-!

    ReplyDelete
  12. hai regas, tampilan blog kamu segar dan unyu.
    cerita2nya kocak.
    salam kenal juga :)

    ReplyDelete
  13. wah beruntung sekali gadis bernama ida itu. salam kenal adittya regas, berkunjunglah ke blog saya :)

    ReplyDelete
  14. eh ralat cuy, kalo aku yah pas ditanyain "udah dimana??" dan bilang "lagi mau jalan" itu pas lagi mandi, terus sms kedua kalo ditanya lagi "udah dimana nih? panaass, buruan dateng" dan aku jawab lagi "otw nih,!!" itu berarti masih ngukur tinggi higheels mana yang cocok buat jalan hari itu. Begitu, ..

    #DuniaCewek

    ReplyDelete
  15. cieee sama idaaaaaa huehehehehe. kasi liat fotonya dong! #eh?

    ReplyDelete
  16. tp tampangmu sedikit homo.....
    :P

    ReplyDelete
  17. @maya @ninda makasih atas pujian tempalte-nya :)

    @okto oke siip

    @putri pengalaman pasti

    @audrey malu aku malu... pada semutt merahh #eh :p

    @aul apa yg asik mas? -____-"

    @dihas jgn ngatain diri sendiri ahh

    ReplyDelete
  18. mau selingkuh ya..?

    kalo mau selingkuh jangan bilang2..apalagi dipublikasikan.. :D

    ReplyDelete
  19. haah selingkuh? selingkuh apaan?

    ReplyDelete
  20. ah adit , kamu pinter banget ngedeskripsikan expresi dalam tulisan mu ini, gue jadi gampang ngebayangin sikon nya gimana waktu kamu ngedate itu.

    jadi pertanyaannya , KAPAN KAWIN ? :p
    *kaburrrr*

    ReplyDelete
  21. ceritanya panjang amat..
    pedes mata,, haha..

    gw tinggal d banjar juga loh! :D

    ReplyDelete
  22. banjar apa dulu nih mas? banjar di jawa atau kalimantan :p

    ReplyDelete
  23. Maaf OOT dit,, menjawab pertanyaan di FB ^_^


    Saran :
    1. Di Homepage artikel terkaitnya disembunyikan
    2. Kolom komentar kalau bisa jangan POP UP tapi embedd.
    3. Panjangi area komentarnya biar kada banyak scrollnya :)

    ReplyDelete
  24. @ayed nah apa pulang tuh embedd?

    ReplyDelete
  25. banjarmasin, jln ahmad yani pal 3,5
    deket dealer daihatsu..
    haha, komplit tuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. weew lengkapnya... sekalian nmr rumah, nmr telepon menyuruh beelang kah nih :p

      Delete
  26. kunjungan gan .,.
    saat kau kehilangan arah ingatlah masih ada yang menolong mu
    dan tetap berdoa mengharap untuk menemukan jalanmu.,.
    di tunggu kunjungan balik.na gan.,.

    ReplyDelete
  27. Sekalian bikin novel aja Kak Adit :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah di buat kok lagi tahap perbaikan, doain ya biarcepat kelar :)

      Delete
  28. Ya ampun gitu amat ya khayalinnya kalau misalkan cewek lagi marah bawa golok, nggak gitu juga :D

    ReplyDelete
  29. Melebihi kelulusan? Hm.. Berarti bener-bener bahagia banget ya haha

    ReplyDelete

Tinggalin komentar sesuai dengan isi tulisan ya. Happy Blogging!!! :D