Mawar Merah

, , 44 comments


Kampus memang menjadi tempat yang asik buat sebagian orang, sebagian teman  gue memilih menghabiskan waktunya seharian ikut kegiatan-kegiatan di kampus, yang cowok banyak ikut UKM olahraga, lama-lama kulit mereka jadi item karena di lapangan mulu. Ada juga yang jadi aktifis, lama-lama rambut mereka jadi menipis karena kebanyakan mikir. Dan yang ikut pecinta alam a.k.a MAPALA, muka mereka mirip tarsan, serem.  Sedangkan gue?  Gue jadi Mahasiswa yang biasa-biasa aja, Mahasiswa yang kalau ada mata kuliah gue masuk, kalau gak ada mata kuliah gue pulang, atau bisa dibilang Mahasiswa Kupu-Kupu (Kuliah pulang kuliah pulang).

Ngebosenin emang, tapi setelah gue kenal seorang cewek gue jadi betah lama-lama diem di kampus, asalkan bisa sama dia.  Cewek yang gak beruntung gue sukai bernama Anna, teman satu kelas dengan gue di jurusan TI, Anna punya paras yang lucu, kulitnya putih, berkacamata dan punya gigi kelinci.  Bisa dibilang mirip Bugs Bunny .  Anna ini orangnya frenliy, dia juga cukup terkenal dikalangan anak-anak kampus terutama cowok, wajar ajasih mukanya lumayan manis dan, Anna juga jago banget bahasa Inggris dan Arab.  Karena Anna lahir di Arab sana.


Buktinya aja Anna sudah menjadi guru les bahasa inggris. Di Kampus gue, ada pelajaran wajib yang harus diikuti yaitu Bahasa Inggris dan Arab, yang diikuti Mahasiswa baru, dimulai pukul 06.30-08.30, bisa kebayang susahnya bangun pagi, di sekolah aja masih belum ada orang jam segitu.  Jadi pembagian kelas Bahasa ini, berdasarkan kepintaran dalam berbahasa, Anna masuk kelas Bahasa Inggris level 5 dan Bahasa Arab level 6.  Itu udah bisa dibilang orang-orang yang lancar berbahasa kalau masuk kelas level itu, sedangkan gue... Kelas bahasa Inggris masuk di level 45 dan bahasa Arab level 50, kelas paling akhir dimana kalau ngomong bahasa mulut gue bisa berbuih.  Bahasa asing gue emang hancur banget.


Nah jadi gue rasa, kalau gue jadian sama Anna, gue dan dia bakalan cocok banget, iya beneran, coba kalia pikir.  Gue kan gak bisa ngomong bahasa Inggris dan Arab, dan kalau suatu saat gue pergi kesalah satu negara itu dengan Anna, gue gak perlu takut lagi kalau pergi ke luar negri.  Coba kalau gue gak jadian sama Anna, dan gue pergi ke Arab dan ngomong sama orang Arab, bisa-bisa gue salah ngomong dan malah dikira mau nikah sama Onta peliharaan mereka, kan susah hayoo... *maksa abis-abisan*.


Tapi yang jadi masalah, gue gak tahu status Anna.  Gue gak tau apa dia udah punya pacar atau belum, gue pernah coba cari info status dia dari teman dekatnya, dan satupun gak ada yang tahu, itu yang menjadi teka-teki gue sekarang.  Tapi dilain sisi, gue sering liat Anna deket sama temen-temen cowok, gue sering liat dia kalau di Kampus suka bercanda sama temen-temen cowok, gue juga sering liat TL dia mentionan sama cowok mana aja.


Menurut gue sih, kalau cewek kayak gitu sama teman-teman cowoknya, gue rasa cewek itu jomblo.  Kalau toh Anna punya cowok pasti dia setidaknya gak terlalu akrap sama cowok mana aja, pacarnya pasti marah dan gue yakin cewek sebaik Anna mana mungkin ngebiarin cowoknya marah, dia pasti bakalan ngejaga perasaan cowoknya banget.


Setelah malam itu gue merumuskan dan mengkaji (menebak-nebak) tentang status Anna, gue menarik sebuh keimpulan, status Anna Single.  Dan untuk membuktikan itu semua, gue akan coba mengajak Anna makan siang keluar setelah jam kuliah berakhir dan akan coba bertanya langsung ke dia biar gue bisa tahu langsung dari orangnya.

****

“Naa, lo mau langsung pulang?” tanya gue, saat Dosen belum keluar kelas.


“Iyaa, dit tapi aku males pulang nih.” Kata Anna sembari merapikan mejanya.

Ahh kalau jodoh emang gak kemana *eh.


“Lo laper gak? Kita makan siang di KFC depan kampus yu,” ajak gue, sambil berharap dia mau.

Anna tersenyum curiga.


“Tumben banget, pasti ada sesuatu nih...”


“Haha enggak kok... hahaha enggak na, mana mungkin hahaha,” gue ketawa bego “Gak salah...” kata gue pelan.


Dan akhirnya gue berhasil menyandra Anna.  Kami pergi berdua naik motor metik merah dia, suasana siang hari yang sangat panas itu bisa membuat gue senyum-senyum sendiri karena berhasil ngebonceng Anna, sebelumnya belum pernah ada cowok lain di Kampus ini yang ngeboncengin dia.  Gue makin ketawa setan, setelah melihat ekspersi gak nyangka anak-anak cowok melihat gue boncengin Anna.  Rasanya siang ini gue jadi pejantan tangguh.


Siang itu kami memesan makanan yang sama: ayam dada bawah, nasi, kentang goreng dan mocca float, sambil berharap gue dan Anna punya perasaan yang sama juga seperti pesanan kami yang sama. *kemudianmati*


Sembari menikmati ayam yang krispi, gue sesekali memperhatikan paras lucu yang Anna punya, kali ini dia sedang tidak memakai kacamata, dan gue baru tahu kalau dia punya mata mungil yang cantik.  Ini membuat nafsu makan gue bertambah.


“Ditt...” kata Anna ngeliatin gue.


“Iyaa naa...” kata gue masih menatap Anna.


“kamu kok makan tulang? Itu dagingnya masih banyak dipiring.”


Gue langsung reflek ngelepas tulang dimulut gue, pantesan keras banget.  Dan Anna pun tertawa sambil menutup mulut dengan tangan kirinya.  Gue lalu buru-buru pergi cuci tangan sambil membawa rasa malu.  Sepertinya gue sudah terhipnotis oleh mata cantiknya, jadi gak bisa bedain mana daging mana tulang.


Siang itu KFC cukup penuh, karena ini jam makan siang, gue bisa melihat berbagai jenis orang yang memakai pakaian kantornya tertatarapi dengan dasi dan kerah yang kelihatannya tegak keras.  Sambil menghirup mocca float yang sudah sisa setengah gelas, gue coba membuka obrolan terlebih dahulu dengan Anna yang sedang memainkan Blackberry-nya.


“Eh na, ngomong-ngomong lo berapa tahun tinggal di Arab kemarin?”


“Gak terlalu lama juga sih dit, kira-kira enam tahun.”


“Wihh pantesan ya bahasa Arab lo lancar, wajar aja level kelas bahasa lo tinggi.”


“Ahh... gak juga dit, lo juga keren.”


“Keren dari mana? Lo bisa aja.” Kata gue sambil benerin poni.


“Kerendehan..” (artinya: kurang tinggi) Anna ketawa.


Gue cuman bisa pasang muka datar, emoticon: titik dua garis.


“Ngajak ribut nih muka anak esempe...”


Tapi walau dia ngejek gue, gue malah senang, gue malah merasa tambah dekat dengan dia.  Siang itu gue dan Anna menghabiskan waktu cukup lama sampai-sampai kami memesan dua gelas mocca float lagi untuk menemani kami ngobrol ngalur ngidul.


Siang ini gue jadi banyak tahu tentang dia, Anna banyak cerita tentang pengalamannya selama di Arab, dia juga gak segan-segan ceritaiin tentang keluarganya ke gue, padahal baru hari itu kami banyak ngobrol.  Biasanya kalau di kelas, gue dan Anna cuman ngobrol seadannya, itu juga kalau dia lagi gak sibuk sama teman-teman cowoknya.


Kadang kesempatan untuk dekat itu cuman ada ketika di kelas, waktu kami sedang belajar, Anna selalu duduk paling depan, diam-diam gue juga ikut duduk di depan, dan sesekali memperhatikan tingkah lucu dia kalau di kelas dengan temannya.  Dan waktu itu gue suka senyum sendirian merasa dekat dengan dia.  Siang ini gue malah banyak ngobrol dengan dia melebihi biasanya, yang bisanya cuman bisa jadi pengagum rahasia dan menikmati senyumannya.


Ahh... gue jadi gak ada niat lagi untuk tanya status dia, kayaknya sudah cukup jelas.


****


Sejak saat itu gue jadi lebih sering ngobrol sama Anna di kelas, tidak seperti biasanya cuman bisa menikmati.  Di kelas gue sering banget becanda sama dia, gue sering umpetin barang-barang dia, Anna sering juga cubit-cubit gue, dan gue sering usil tarik tali sepatu dia, lalu gue lihat mukannya cemberut, walau cemberut tapi tetep manis.


Bukan cuman di kampus, kalau gue lagi ngetwit apa aja Anna sering nge-rt twit gue lalu kasih komen-komen, karena keseringan Anna melakukan itu gue jadi tahu kayaknya Anna sering staliking TL gue, bukan cuman gue doang yang sering stalking TL dia ternyata.  Kata sahabat gue Icha, ini proses pedekatenya anak jaman sekarang bisa melalui TL, karena setiap twit adalah cermin dari kita.  Semacam setiap ucapan menggambarkan karakterkita, kita jadi bisa tahu atau kenal orang tersebut dari twit dia.


Meski malam hari gue sering chatingan sama Anna sampai larut malam, entah kenapa tapi yang kami bicara selalu ada aja.  Dan lama kelamaan jadi lebih, sesekali ngingetin dia untuk makan, dan jangan lupa buat ngerjain tugas Dosen, ya... walaupun kenyatannya gue sendiri yang sering telat ngumpulin tugas.  Dan gue juga punya banyak alasan biar bisa makin dekat dengan Anna, gue sering tanya-tanya tentang pelajaran bahasa asing itu.  Gue sering minta tolong dia bantuin gue ngerjain tugas bahasa di perpustakaan kampus, kami jadi sering kelihatan berdua.


Semakin hari bersama Anna, gue merasa semakin dekat dengan dia, gue merasa semakin nyaman, kayanya ada sesuatu yang janggal kalau gue gak kontek-kontekan sama dia. Dan gue juga semakin yakin, kalau Anna Single.


Malam ini setelah chating yang cukup panjang sama Anna, gue mengucapkan kata-kata yang sudah lama gak keucap sama cewek “Good night” dan gue juga dapat balasannya “Good night to tya”.  Iya Anna punya panggilan khusus untuk gue tya, katanya gue terlihat lucu kalau dipanggil gitu, padahal itukan nama kalau gue lagi mangkal *eh, tapi gak apalah demi buat dia seneng apa aja gak jadi masalah.


Sambil berebah gue menatap ucapan selamat malam dari Anna di hp, lama-lama rasa suka gue sepertinya bertambah ke dia.  Apa udah waktunya ya? selama ini gue sudah cukup dekat dengan Anna, gue juga sudah cukup banyak tahu tentang dia, dan sebaliknya Anna juga sama seperti gue.  Tapi apa sama dibagian itu ya? Apa Anna punya perasaan yang sama?


****




Karena perasaan cewek itu susah ditebak suka main kode-kodean, gue jadi butuh masukkan dari cewek juga, karena hanya cewek yang ngerti perasaan cewek.  Dan hanya cowok yang ngerti perasaan cowok lainnya, jadi buat cowok yang udah putusasa gak bisa ngertiin ceweknya, gue saranin tinggalin cewek lo dan memulai untuk menyukai cowok.


Setelah pulang kuliah sore hari gue ngajak Icha sahabat cewek gue ke coffe shop di daerah Kamboja, sesekali ngopi-ngopi cantik.  Sore itu gue cerita semuanya ke Icha tentang Anna dan permasalahan gue yang gak tahu, perasaan Anna ke gue.


“Ngomong-ngomong lo udah tau belum status dia gimana?” tanya Icha sambil mencocol saus tomat di kentang gorengnya yang masih hangat. “Jangan-jangan dia udah punya cowok lagi.”


“Ahh gak mungkin cha, gue udah bisa pastiin dia jomblo.” kata gue semantap mungkin. “Gini ya, dia itu deket banget sama temen cowok siapa aja, orangnya gak pilih-pilih temen, ramah lingkungan lagi.”


“Kampret lo kira dia motor bebas polusi.” Icha mendadak sewot, gue ketawa bego.

Pelan-pelan gue menghirup hot capucinno kesukaan gue, sambil berharap ada pencerahan yang gue dapat dari sahabat gue ini.


“Saran gue sih dit, lo coba cari kejelasan tentang status dia dulu.  Lagian lo kan belum tanya juga ke dia langsung, kali aja kedekatan dia dengan cowok lain itu ada kacang dibalik kulit kacang, lo gak boleh sok tau dulu walau lo udah ngerasa deket sama dia.” kata Icha "Hati orang siapa yang tahu?"


Gue coba memikirkan perkataan Icha, ada benarnya juga sih kali aja selama ini ada kacang dibalik kulit kacang.


“Dit kalau cewek itu emang beneran jomblo, ini kesempatan emas buat lo dit, biar lo bisa move on dari Dia (baca: matan pacar)” Icha menatap gue sambil menghirup jus jeruk dia dari sedotan.


Tiba-tiba gue terdiam.  Gue jadi ingat Dia, gue jadi ingat kalau masih belum misa move on sepenuhnya dari Dia, mungkin Icha benar ini adalah kesempatan gue untuk bisa move on sepenuhnya dari Dia. Menggantikannya dengan yang baru.


Dan gue juga berfikir, ada baiknya kalau gue tanya terlebih dahulu sebelum gue nyataiin perasaan ini ke Anna, biar semuanya jadi gak salah.


****


Kebetulan kuliah hari ini cuman ada satu kelas jadi kami bisa pulang lebih awal.  Gue melihat Anna duduk sambil mainin Blackberry di atas motornya, hari ini gue berniat mau tanya langsung ke Anna tentang statusnya sekarang untuk memperjelas biar gue gak salah langkah.  Baru aja mau nyamperin dia, dari kejauhan Anna sudah manggil-manggil gue sambil melambai dengan ekspresi ceria seperti biasanya.


“Eh dit lo mau langsung pulang?” tanya Anna masih duduk di atas motornya.


“Enggak kok kenapa na,”


“kita makan es krim dulu yu, gue males pulang ke rumah masih ke pagian hhe.”


“Haha dasar lo ya sok tua, dasar muka anak esempe,”


“Udah tya diem aja, entar gue traktir deh es krimnya.” Kata Anna sambil tersenyum manis.


Udara hari ini terasa sedikit dingin padahal cuacanya cukup terang, jadi kami pergi ke taman kecil yang ada di kampus, duduk di bawah pohon yang cukup rindang sambil menikmati es krim.  Suasana yang pas.

Sepertinya ini waktu yang tepat untuk tanya ke Anna tentang statusnya yang masih belum jelas, tapi ada baiknya gue ajak ngobrol yang lain dulu, gak baik juga buru-buru, karena cewek itu kan suka yang pelan-pelan. *halah*


Gue memandang langit, sambil ngomong ke Anna tanpa menatapnya.


“Na, waktu awal lo liat gue di kelas menurut lo gue gimana?”


“Haah? Gimana apa maksudnya,”


“Pendapat lo waktu liat gue pertama kali gitu.”


“Ohh itu...” kata Anna, dia juga menatap langit sambil menjawab pertanyaan gue. “Awalnya gue kira lo itu Mahasiswa lama yang gak lulus-lulus,”


Gue langsung mengarahkan pandangan ke Anna.


             “Loh kok gitu?”


“Iya soalnya muka lo itu boros banget, kayak fosil kampus, mana rambut lo gak botak kayak Mahasiswa baru yang ikut ospek lagi.”


Gue cuman bisa menelan liur.


Jadi sebenarnya gue kemarin itu emang gak ikutan ospek, baik opsek dari Institut ataupun Fakultas.  Alasan gue gak mau ikutan cuman satu, gue gak mau botak.  Gue heran banget kenapa Mahasiswa baru yang belum di ospek harus dibotakkin rambutnya?  Bukannya ini mempengaruhi perekonomian dari segi minyak rambut... coba kalian pikir, kalau misalnya ada tujuh ratus Mahasiswa baru yang rambutnya dibotakin dalam satu Universitas terus dikali seIndonesia, berapa kepala yang gak make minyak rambut?  Ini akan mempengaruhi kelangsungan hidup para pengrajin minyak rambut, selama rambut masih botak maka pembelian minyak rambut akan menurun drastis. *jurus ngeles*


“Tapi gue tetep ganteng kan?” kata gue sambil ketawa cengengesan, kemudian Anna koma.

Setelah Anna sadar dari komanya, Anna buka suara.


“Tya... gue mau pindah kuliah ni,” kata Anna tiba-tiba.  Gue antara berhalusinasi atau apa, bingung apa yang Anna ucapkan tadi.


“Apa na?!”


“Iya gue mau pindah kuliah,”


Sontak perasaan gue jadi aneh, “ada apa ini sebenarnya?” batin gue.


“Gue mau pindah kuliah ke kampus lain tya, lo tau kan gue lagi ngajar les bahasa inggris...” gue angguk-angguk “Nah sebenarnya nih ya, kuliah TI disini bukan pilihan gue, sebelumnya gue ikut tes dibeberapa Universitas dan ngambil jurusan Bahasa Inggris, tapi sayanganya waktu tes gue malah gak lulus. Gak tau juga kenapa, padahal gue rasa jawabanya gak ada yang salah.”


Anna mengalihkan pandangannya ke es krim yang sudah habis setengah, Anna menatik nafas cukup panjang dan mengeluarkannya, lalu melanjutkan omongannya.


“Sebenarnya cita-cita gue itu mau jadi guru bahsa Inggris, gue udah lama banget pengen ngajar, dan cita-cita gue itu selangkah sudah gue dapetin yaitu ngajar les bahas Inggris.  Nah kan kalau gue mau jadi guru bahasa Inggris gak mungkin dong titelnya S.Kom kan lucu sarjana komputer jadi guru bahsa Inggris.”  Anna tersenyum tipis “Jadi penerimaan mahasiswa baru nanti gue mau ikut tes lagi, gue yakin kali ini pasti berhasil.”


“Emm... ngomong-ngomong lo mau kuliah dimana?”


Anna menatap gue dengan sambil tersenyum “Di Malang dit.”


JLEP... MALANG!


Mendengar itu perasaan gue seperti ada yang terkena cambuk, Anna mau pindak kuliah.  Itu artinya... dia bakalan ninggalin gue disini, ya  Tuhan Malang sekali saya.  Pandangan gue masih tertuju ke wajah Anna yang tersenyum tipis sambil masih menatap es krimnya, dan gue gak tau harus nunjukkin ekspersi yang gimana sama Anna.


****


Gue baru sampai di rumah, masih duduk di atas motor dan menaruh helm di spion sebelah kanan, lalu mata gue menatap kaca spion sebalah kiri sambil memikirkan perkataan Anna tadi.


Entah kenapa rasanya jadi aneh, seolah-olah muncul perasaan takut kalau Anna mau pindah kuliah.  Karena itu artinya gue gak akan bisa lagi melihat dia di kelas, gak bisa makan es krim bareng lagi, gak ada yang bantuin gue ngerjain tugas, gak ada yang gue jahilin, dan sudah pasti semuanya akan tidak sama.


Malam ini gue benar-benar di-galau rencana kepindahan Anna, gue gak habis fikir ternyata dia gak ada niat sama sekali kuliah ditempat kami kuliah sekarang, cuman pelarian.  Gue sempat mengira ini adalah pilihan dia, karena background dia yang gue tahu sekolah SMK Komputer.  Dan gue salah...


Gue benar-benar berfikir keras malam ini, gue berfikir... seandainya nanti gue nyatai perasaan ke dia, lalu dia terima dan kami jadian, dan sudah bisa ditebak status pacaran kami LDR (long distance relationcship).  Gue gak bisa. Sejak SMP waktu pacaran dengan Bunga, gue mutusin dia karena dia bakalan ngelanjutin sekolah SMA di luar kota. Gue bukan tipe orang yang bisa nahan kangen lama, jarak menjadi sesuatu yang susah bagi gue pribadi.


Tapi sepertinya Anna harus tahu perasaan gue ke dia...


****


Setelah satu minggu.


“Hallo naa, hari ini lo sibuk gak?”


“Enggak, kenapa dit?”


“Kita ke kampus yuk, gue kangen sama kampus.”


“Ahh elo mah bilang aja kangen sama gue, lagian gak ada banget tampang malas lo itu kangen sama kampus haha.” Anna ketawa dibalik telepon “Eh tapi kenapa harus di kampus? Kan lagi libur kulih ini.”


“Udah kita ketemuan di kampus aja ya. Jam 10 gue tunggu di taman biasa.”


Setengah jam sebelum jam janjian, gue sudah berada di taman, hari ini kuliah libur karena masa final sudah selesai.  Alasan gue sederhana kenapa ngajak Anna ketemuan di Kampus, gue mau ngasih sesuatu yang spesial di tempat pertama kali gue melihat dia, yaitu di Kampus ini, gue coba-coba sok romantis.


Keputusan gue sudah bulat, hari ini gue mau nyatain perasaan gue ke Anna.  Masalah diterima atau tidak itu urusan belakangan, karena menurut gue nyatain perasaan itu lebih penting biar gak basi, entar bisa cacingan kalau perasaan dipendem terus.  Tapi gue berani yakin Anna akan terima gue, karena gue sudah ngerasa kita sudah dekat banget selama ini.


Jantung gue berdebar gak karuan, celingak-celingukan dari tadi mencari Anna, sesekali mata gue mengarah ke tas ransel hitam yang gue bawa sambil tersenyum, dan berharap semoga dia suka.


Dan yang ditunggupun datang.  Pagi ini Anna terlihat lebih cantik, dia menggunakan kerudung dan short dres berwarna merah menyala, dengan baju dan celana hitam, putih kulitnya makin terlihat jelas, dan gue... merasakan aroma parfumnya lagi, setelah cukup lama gak ketemu.


Tapi ada sesuatu yang aneh.  Wajahnya tidak seceria biasanya, ada apa ini?


“Hai dit, udah dari tadi ya gue gak telatkan hhe,” Sapa Anna dengan senyuman yang tidak seperti biasanya, seperti ada yang disimpan.


“Ahh gak juga ko Na,” balas gue dengan senyum.


Anna lalu duduk disamping gue, pandangannya tiba-tiba seperti kosong, mata mungil yang cantik itu seperti menyembunyikan masalah dari balik kacamatanya, dan tiba-tiba dia menyenderkan kepalanya ke pundak kiri gue.  Sontak gue kanget lalu gak bisa gerak.


“Dit...” kata Anna lirih.


“Iya..” kata gue datar, bingungan apa yang harus gue lakuin.


“Menurut lo gue ini gimana dit? Apa ada yang salah sama gue...” katanya lagi dengan nada seperti menahan tangis, pundak gue seketika basah.  Anna menangis, gue makin bingung. “Gue bingung banget dit sama dia, gue bingung apa yang dia mau sebenarnya dari gue, padahal gue selalu ngalah terus selama ini, ngerasa kalau gue yang paling bersalah padahal kenyataannya semua itu salahnya dia.” Suara Anna tertahan oleh isak tangisnya “Selama ini 10 bulan sudah kami jalanin berdua, tapi gue heran dia selalu ngulangin dan ngulangin kesalahannya, selama ini gue sakit banget dit... gue sakit.”


ZONG! :O


Anna melingkarkan kedua tangnnya ke badan gue dari samping, gue makin jadi patung. Bukan... bukan karena pelukannya yang membuat jadi patung, ini karena gue baru tahu kalau Anna ternyata sudah punya cowok selama ini.


Setelah mendengar semua apa yang Anna utarakan secara tiba-tiba saat ini, diam-diam gue merasa bego, karena sudah menganggap Anna belum punya cowok.


Pelan-pelan tangan gue mengelus kepala Anna.


“Keluarin semuanya na, gue dengenrin semuanya.” Kata gue sok tabah, padahal aslinya gue pegin ikutan nangis.


Anna masih memeluk gue dan semakin lama semakin erat,  bersama air matanya yang gak berhenti mengalir di pundak gue.  Perasaannya sakit banget saat ini.  Anna cerita semuanya tentang apa yang dia simpan, tentang dia dan cowoknya yang baru gue tahu.  Anna ternyata sering banget di selingkuhin cowoknya, dia sering mengintai cowoknya secara diam-diam, sering Anna melihat cowoknya itu bergandengan dan bermesraan sama cewek lain dihadapan matanya.  Tapi Anna gak pernah negur langsung, selama ini dia cuman mendam persaan sakitnya di dua-kan, bahkan di tiga-kan.  Bodoh untuk cowok yang menyia-nyiakan cewek sebaik Anna.


Secara perlahan dia melemahkan pelukannya dan mulai menegakkan kepala, gue pengin ngasih sapu tangan waktu itu, tapi sayanganya gue gak bawa.  Sebenarnya gue punya lap motor di bawah jok kendaraan, tapi gue yakin itu bakalan jadi bego banget kalau gue kasih ke dia.

Setelah kira-kira cukup lama suara tangis Anna mulai menghilang, seiring air mata yang berhenti menetes.


“Oya dit..” kata Anna pelan, sambil menghapus air matanya sendiri “Lo mau ngomong apaan tadi?”


“Emm anu na, itu.. gue mau... itu...” gue gelabakan.


“Apaan sih tya, jangan buat gue jadi grogi nih,” Anna memaksakan untuk senyum diantara air matanya.  Dan gue jadi kepikiran apa yang gue bawa.  Buru-buru gue ambil tas ransel di samping dan mengeluarkan isinya.


“Ini buat lo na.” Kata gue memberikan sebatan bunga mawar merah.


Anna menatap bingung bunga yang masih di tangan gue, lalu dia menatap gue dengan heran.


“Gak salah ini dit?”

Mampus gue... niat mau romatis dikit nembak lalu kasih bunga nyatanya malah berakhir kayak gini, mati gue mati.

Anna mengambil bunga mawar merah itu, lalu tiba-tiba memeluk gue ke dua kalianya.


“Makasih ya tya!” kata Anna dengan  nada senang ngomong ditelinga gue dengan pelukan cukup erat, “Gue seneng banget, gue gak pernah sebelumnya di kasih bunga mawar sama cowok.”


Ahh Tuhan saya meleleh. Thank God! Kata gue dalam hati kesenengan, diantara rasa sakit kalau Anna sudah punya cowok dan niat gue nembak dia batal.


“Tya lo tau gak lo udah gue anggap kayak apa selama ini?” kata Anna sabil ketawa kecil.


“Aa.. apa na?” tanya gue makin gila kesenengan, pasti dia mau bila melebihi cowoknya.


Anna melepaskan pelukkannya lalu memegang kedua lengan gue. “Lo adalah teman cowok terbaik yang pernah gue punya. Gue gak takut kalau orang-orang nyangka kalau kita itu kaya orang pacaran, padahalkan cuman temenan.” Katanya sambil tersenyum sumringah.


DABELZONG! T__T


Teman... selama ini kedekatan gue sama Anna dia cuman menganggap gue teman... teman... TEMANNN! Kemudian Frienzone.


Secara tiba-tiba terdengan lagu Cherisye yang entah dari mana berasal, “Baru ku sadari, cintaku bertepuk sebelah tangan...”


****


Sore-nya setelah kejadian itu, gue pergi ke taman di daerah Kamboja sendirian, membawa sebotol pulpy orange dan sebungkus tahu rasa keju.  Gue duduk di bangku yang terbuat dari semen, sore itu sedikit berangin, telihat awan hitam sedikit menghalangi matahari di kota Banjarmasin sebelum terbenam.


Gue menguncang minuman pulpy orange dari botolnya, biar bulirnya bisa keatas.  Sambil menguncang gue memperhatikan sekeliling.  Gue melihat anak-anak kecil yang ramai bermain ditaman ini, melihat beberapa keluarga kecil menikmati sore, dan gue juga melihat ada banyak orang pacaran.  Sepertinya gue salah tempat.


“Kak sendiri aja?”


Tiba-tiba seorang anak kecil nongol kaya setan disamping gue.  Badanya agak kurus tapi putih dan bersih, rambutnya sebahu, anak perempuan ini cukup lucu, bisa gue jual.


“Emm iya.. sendiri aja de kenapa?” tanya gue balik.


“Pasti habis ditolak gebetannya ya hahaha!” anak kecil itu kabur sambil ngejek gue, sialan tau-tau diejek gitu gue masukin dalam tas dari tadi. Anak jaman sekarang kecil-kecil udah tahu pacaran, gimana gedenya coba?


Sambil meminum pulpy orange dan memakan tahu, gue coba memikirkan Anna.  Memikirkan apa yang kami lalui bersama selama ini, memikirkan apa saja yang mungkin tidak pernah terluang lagi di tahun ajaran baru nanti.  Sambil memikirkan perasaan ini.


Kedekatan gue selama ini dengan Anna ternyata sudah gue salah artikan, perhatian, kebersamaan, dan yang lainnya, ternyata hanya sebatas teman.  Gue jadi banyak belajar dari hubungan kami selama ini. Gue belajar untuk tidak terlalu gegabah lagi, gue jadi punya pelajaran kalau “Jangan pernah menebak-nebak perasaan cewek, kalau lo gak mau salah arti”.


Gue juga belajar kalau ternyata banyak cewek baik yang tersakiti oleh cowoknya, dibohongin, diselingkuhin, sampai dilukai hatinya, tapi cewek bisa kuat menahan semua itu sampai batasnya.  Dan pelajaran lain yang gue dapat adalah jangan pernah sok tau.


Walaupun seperti ini endingnya, tapi gue senang.  Setidaknya gue bisa buat dia senang sejenak bersama gue, melupakan sementara rasa sakit yang selama ini disembunyikan Anna.  Jujur gue sedikit sakit, tapi gue juga sadar kalau ini juga salah gue yang terlalu sok tahu tentang perasaan Anna.

Hp gue berbunyi, ada chat masuk.


From Dia
Kak apa kabar?


Si Dia (baca: Mantan) nge-line tumben banget nanyain kabar.


Draf
Lagi move on dari kamu, tapi malah di frienzonenin...



44 comments:

  1. Kasihan si cowoknya kena friendzone. Eh, jangan-jangan sebenernya ini pengalaman pribadi, bukan fiksi. :P

    Btw, saya tinggal di Malang lho... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. buka neng ini cuman fiksi doang -__-"

      haha kebetulan banget yaa, boleh dong minta kirimin apel malangnya :D

      Delete
  2. kasiahaaaaan deh...
    mana ada cewek cakep nganggur Dit...
    hahhaaa...
    by the way kok gak konsisten ya, knp diawal pangilnya tya di akhir jadi dit..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. yaelah hass, kenape jadi seolaholah ini cerita nyata kan fiksi doang "==
      nyesuaiin kondisi waktunya has hha

      Delete
  3. keren, ngakak bangett..!!
    saya tertarik awalnya krna judulnya ;D
    dtunggu kunjungan baliknya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasihh yaa udah dikunjunginn
      visit back dehh :D

      Delete
  4. Cuy, lu ga putus asa kan? Gue takut, lu putar haluan jadi suka cowok.. Hehehe... :P

    ReplyDelete
  5. Ini pribadi apa fiksi sih? adegan yang so sweet pas lagi curhat sambil meluk itu, beuh ftv abis.. ha.. trus itu Anna kasian banget mau dipacarin cuman untuk jadi translate kalo ke Ingris atau Arab,, -__-

    ReplyDelete
    Replies
    1. yah kan udah dikasih tau dijudulnya mas, kalau ini fiksi :p
      kalau masalah dipacarin cuman buat jadi translate sih gak juga kayaknya #eh

      Delete
    2. Lo kan seneng nih nulis fiksi romance begini. Mau gak nulis sinopsis ftv gt? cuman 2-4 halaman. Kalo mau PM fb gw, ntar gw kasih contohnya sama gw kenalin orang yang bisa kenalin kita ke pihak frame ritz. FTV sctv ya, bukan hidayah.. haha

      Delete
  6. Keren...tapi gue baca setengah dulu...gue bookmark! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Okedeh mass :D
      saya tunggu nih komen lanjutannya juga hhe

      Delete
  7. yaaelahhh...belom tentu jg x cewe yg bnyk tmn cowonya pasti belom pny pacar....
    serius ini bukan kisahnyata? koq kaya kisah nyata y?? hayooooooo!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak menurut riset gitu hhe
      bukan lah kak kan udah dijelasin juga itu di judulnya cuman fiksi -___-"

      Delete
  8. itu frenliy maksudnya friendly ya?? ceritanya keren, kasian banget jadi korban friendzone, gagal move on lagi :p suka banget ceritanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih banyak yaa udah suka, kamu orang yang ke 1485901 bilang tulisan2 gue keren hahaha xD

      Delete
    2. dapet hadiah ga kalo udh jadi orang ke 1485901 yg suka tulisannya kakak?? :p

      Delete
    3. dapet balas pahala gimana mau gak? :D

      Delete
  9. Di Bookmark dulu deh, panjaaang bener :))
    Hehe.

    ReplyDelete
  10. membuat cerita fiksi bikin imajinasi kita melayang :D

    ReplyDelete
  11. hahaha kocak banget itu yang waktu makan ayam, saking terpesonanya sama Anna nyampe tulangnya ikutan digerogotin juga, kaya kucing ya bang hahaha :D
    duh ceritanya sosweet amat kaya FTV :3
    nice story ciyuuuus :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih yaa sudah mau baca sampai abis :D
      jadi terharu nihh :')

      Delete
  12. Filing Gue pasti Pengalaman Pribadi hehehe,,,,,

    Mirip banget dg YG pernah gue alamin dulu emang sakit kalo gitu,,,,
    makanya sebelum tembak cewek alangkah baiknya jadi detektif biar Pasti
    mantap sob tulisanya sangat menjiwai & menyentuh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan masss ini fiksi doang -______-"

      Alhamdullilah kalau emang bagus ini cerita hhe
      saya juga baru2 nyoba yang beginian
      thank mas :D

      Delete
  13. Disariki satpam mun pelukan di taman..haha

    ReplyDelete
  14. romance, comedy jadi satuu.
    huaaaa...
    mantabb om.. #eh

    tombol share mana tombol share..

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih yaa, di share sendiri aja hhe

      Delete
  15. wah.. nice jg yah ... biasanya gue paling males sama yg romance. tp jd tertarik ternyata nice bgt yah ... cocok jd penulis skenario film gan!!
    raja ading neh ^_^ huaaaaa

    ReplyDelete
  16. hahhaha ngakak banget bacanya.. Meskipun dalam suasana sedih, ketika tau kalo anna udah punya cowo tapi aku baca malah ngakak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih banyak mas udah baca sampai habis aja sukur banget saya hhe

      Delete
  17. wah, kenapa ada yang menyebutkan nama Anna. itu nama Mantan ama gebetan gue.. hahahah

    ReplyDelete
  18. sumpah dit, cerita lo hampir sama kaya gue, 90% menurutku malah sama itu teman gue 1 kantor, mulai dari nama yang sama "Anna", juga pke kacamata, cerita tentang kedekantannya, dan ternyata dia juga dah punya cowo, apalagi pas di bagian" “Menurut lo gue ini gimana dit? Apa ada yang salah sama gue...” katanya lagi dengan nada seperti menahan tangis, pundak gue seketika basah. Anna menangis, gue makin bingung. “Gue bingung banget dit sama dia, gue bingung apa yang dia mau sebenarnya dari gue, padahal gue selalu ngalah terus selama ini, ngerasa kalau gue yang paling bersalah padahal kenyataannya semua itu salahnya dia. "Suara Anna tertahan oleh isak tangisnya “Selama ini 10 bulan sudah kami jalanin berdua, tapi gue heran dia selalu ngulangin dan ngulangin kesalahannya, selama ini gue sakit banget dit... gue sakit.” (gue baru 4 Bulan).
    sumpah bingung banget jawabkan, #salah ga sih kalau kita bilang Putus aja trus jadian sama Gue gitu.. hahaha....
    dan pada akhirnya dia memilih setia , sakit banget bro... trus apa gunakan kedekatan gue selama ini sama dia, gue rela apapun buat dia.. seolah-olah gue cuma sebagai pelarian aja, setiap makan siang selalu bersama, gue udah tau banyak cerita tentang dia, keluarga, teman dll... #dia pernah bilang sih klo dia juga sayang sama Gue dulu.. bahkan org yang pernah liat kami jalan berdua pasti mengira kami sudah pacaran, yang lain pada ngiri dah, karena cuma dia gadis tercantik di kantor gue, #padahal kenyataannya belum.. gue doain deh, semoga kita sama" bisa mendapatkan cinta dari cewe yang benar" kita sayang.. Aminnnn

    ReplyDelete
    Replies
    1. woow bisa sama yaa om, padahal ini cuman karang belaka loh :D
      ngomong2 emang sakit banar kalau ada di posisi itu, saat kita udah ada rasa, tapi yang dirasa malah gak ngerasa rasanya cuman satu... nyesekk om

      ngomong2 ini komentar terpanjang di blog ulun hhe
      makasih sudah masu share om aini

      Delete
  19. Galauuu lakiannya nah... visitback bro lah :D

    ReplyDelete

Tinggalin komentar sesuai dengan isi tulisan ya. Happy Blogging!!! :D