Bismillahh…
waktu gue menulis ini, gue mengarahkan mouse ke pojok bawah kanan laptop. Ngeliatin tanggal, waduhh sudah tanggal 28 Januari ya… Hmm, bukan-bukan masalah tanggal. Tapi masalah waktu yang benar-benar gak kerasa.
BUKAN BAGAIMANA CARA MELUPAKAN MANTAN, TAPI BAGAIMANA CARA BERTAHAN & MENYEMBUNYIKAN DARI DIA RASA CEMBURU YANG TIBA-TIBA KEMBALI DATANG.

Tiba-tiba notif Line gue bunyi ada yang chat, dan ternyata dari Icha.

Begitulah Icha, anaknya rada aneh.  Tapi walaupun seperti itu dia adalah sahabat terbaik yang pernah gue punya,  dia selalu mau bantuin gue dalam kesusahan, terutama saat dompet sudah kurus,  dia udah kayak ATM berjalan buat gue. Dan sebagai sahabat yang baik gue juga demikian, gue juga sering bantu-bantuin dia, gue sering nemenin dia belanja, gue sering antar jemput dia kuliah. Ya arti sahabat gue ke Icha lebih kayak majikan sama sopir pribadi.

Gue ke depan rumah, lalu membukakan Icha pagar sambil memasang muka asem, kenapa gak langsung paggil aja coba dari tadi.  Kami duduk di kursi pelastik di depan rumah, Icha lalu ngasih gitarnya ke gue.

“Ini kenapa bisa gak setim lagi gitar lo, kan baru dua hari yang lalu gue setimin cha.”



Sudah tahun 2014 aja ya benar-benar gak kerasa banget.  Ngomong-ngomong gimana malam tahun baru kalian? Yang jomblo jangan-jangan nembakin kembang api ke orang yang lagi pacaran nih.