Sebelum memulai membahas tentang judul postingan kali ini, yaitu: “Gejala Gagal Move on”. Ada sedikit pemberitahuan *sok penting*. Jadi begini, dari tiga postingan di Januari kemarin, kata kepemilikan “Ulun” yang menggantikan “Gue/Aku/Saya” itu hanya dipakai di beberapa postingan tertentu aja. Jadi tidak semua artikel menggunakan kata kepemilikan itu, terutama artikel tentang cerita fiksi. Alasannya simple, karena bakalan terlihat aneh banget kalau dicampur sama bahasa Banjar.