Surat Lama Dalam Kotak & Potongan Ceritanya


Kita pasti pernah tidak sengaja menemukan satu barang yang terselip diantara kotak yang berdebu. Entah itu foto pacar yang sekarang menjadi sosok orang yang tidak kita kenal, atau lipatan rapi dari bungkus kado yang diberi orang spesial di hari spesial kita, bahkan mungkin kita akan menemukan beberapa potongan surat dari orang yang sekarang entah seperti apa dia sekarang.

Jadi ceritanya beberapa hari yang lalu saat hari libur, gue sengaja tidak membuat agenda mau ngumpul atau jalan-jalan bareng temen, bahkan gue nggak pergi ke cafe buat ngopi-ngopi ganteng sembari membaca novel. Hari libur kali ini gue niatkan untuk nyuci sepatu-sepatu gue. Gue mengambil semua sepatu yang dikotakin di bawah ranjang.

Gue sendiri lupa sudah berapa bulan sepatu-sepatu itu berada di bawah ranjang dan nggak gue pakai, ketebalan debu dipenutup kotak cukup bikin paru-paru burung gereja bisa rusak. Walau punya banyak sepatu, tapi gue lebih memilih satu sepatu aja untuk gue pakai setiap hari.

Sangking banyakanya ada beberapa kotak yang masuk lebih dalam di bawah ranjang gue, terpaksa gue harus masukin kepala dan nahan nafas biar nggak kemasukan debu. Nah disini... saat gue lagi ngambil kotak sepatu yang agak jauhan, mata gue malah tertuju pada satu kotak berwarna putih dengan tutup nya berwarna merah. Gue malah ambil itu kotak dan melupakan kotak sepatu yang jauh tadi.

Dan saat gue buka, gue ngerasain dejavu. Isi dari kotak tersebut adalah barang-barang pemberian dari orang yang pernah dekat dengan gue, ada foto mantan pacar yang dulu sengaja gue cetak lebih buat gue simpan sendiri dan sisanya buat kejutan ulang tahun dia, bahkan barang yang pernah gue kasih lalu dibalikkin juga ada.

Tapi tenang aja, gue bukan tipe orang yang meminta kembali barang yang sudah dikasih. Barang yang dibalikin ke gue ini karena kemarin sempat rusak. Barang itu adalah kipas angin kecil berbentuk kamera SLR.

Gue mengambil satu kipas angin kecil berbentuk kamera berwarna pink yang sudah tidak berbentuk lagi, gue ingat barang itu gue beli di toko mana, waktu kapan, untuk siapa dan kenapa barang itu kembali ke gue lagi. Setelah sempat digunakan kipas angin unyu itu rusak nggak bisa berputar, lalu orang yang gue kasih kipas itu meminta gue untuk coba memperbaikinya.

Dengan kesotoian gue coba bongkar kipas angin kecil itu dan berniat untuk mengembalikan fungsinya biar bisa dipakai lagi, tapi yang ada... jangankan untuk memperbaiki, memasang ke bentuk semula pun gue nggak mampu. Dan ending nya gue beli yang baru. -_____-

Kasian, kasian...

Lalu Soal foto mantan. Kalian yang emang sudah membaca blog gue sejak lama, pasti sudah tahu soal ini. Jadi bulan Januari adalah bulan ulang tahun Dia, saat itu tahun 2012 untuk pertama kalianya gue ngasih kado buat mantan pacar.

Gue bikin 18 origami kupu-kupu, 1 surat awan, dan 96 origami burung sesuai tanggal lahir dia. Gue bikin kado itu satu bulan sebelum ngasih dan diantara beberapa kertas origami itu, ada beberapa lembar foto yang gue cetak dan satu yang gue kasih figura.

Nah, foto yang difigurain pasti foto yang menurut gue paling bagus jadi sengaja gue cetak lebih buat gue simpen sendiri, takutnya kalau gue pas lagi kangen-kangennya dan nggak bisa ketemu Dia gue bisa lihat itu foto.

Tapi kenyataannya sekarang, teknologi udah makin canggih, tinggal buka instagram Dia aja udah bisa liat. Ya... ini sih kemarin pas lagi gagal move on nya gue, sekarang udah biasa aja. Malahan gue nggak galau atau baper lagi kalau bawa kemana-mana bantal pemberian Dia.

Nggak kok, nggak galau... Gue kuat kok, udah bisa move on.

*Buru-buru chat Dia – Dee, lagi di mana?*

Saat mengeluarkan beberapa barang, gue ketemu beberapa lembar surat dengan pengirim yang berbeda-beda. Gue ambil semuanya dan coba mengingat satu persatu kejadian yang gue alami dengan beberapa orang tersebut.

Emm... Tapi kali ini gue akan ceritain satu orang aja. Ada beberapa surat sebenarnya, tapi gue akan cerita satu surat aja dan satu note singkat dari satu orang ini.


Pertama – Surat Tanpa Amplop

Ka Adit, Mungkin ini udah berapa kali aku nyatain rasa aku ke kamu, mungkin juga kamu udah bosen denger apa yang aku katakan ini. Tapi jujur aku masih suka sama kamu. Susah bagi aku buat ngilangin rasa itu. Aku juga bingung buat ngilangin rasa suka aku ke kamu itu bagaimana. Maybe, i can loving you. But you can’t love me. Because i know you can’t move with “Dia”. But you must still remember. I love you. And i always waiting you to come to me and say, you love me... I hope it be true...
Begitu isi suratnya gue tulis dengan apa adanya. Gue masih ingat, gue mendapatkan surat ini malam hari di dalam tas saat gue mau memasukkan buku pelajaran untuk besok. Sore hari sebelum gue sedang berada di SMPN 26 Banjarmasin – sekolah gue sendiri – untuk melatih PMR.

Saat itu gue sudah kelas 3 SMK dan si penulis surat sebenarnya adalah alumni SMPN 26 Banjarmasin juga, tepatnya dia adalah adik kelas gue. Saat gue kelas 3 dia baru kelas 1. Mungkin biar lebih gampang gue kasih inisial Loli.

Loli adalah pengagum rahasia gue, iya, muka ganteng kayak Ariel Noah ini juga ada yang mengagumi. Tolong kalian yang baca tulisan barusan, jangan muntah di blog gue dan jangan close dulu blog ini, tolong...

Gue bilang dia pengagum rahasia karena setelah kami sering jalan berdua, sedikit demi sedikit dia sendiri mengakuinya. Dia tahu banget detail tentang gue yang kadang gue sendiri lupa, gue baru tahu setelah Loli cerita sendiri pas gue nemenin dia di rumah sakit.

Sampai akhirnya dia – mungkin bosan – menunggu gue peka, dan akhirnya Loli menulis surat itu lalu memasukkannya ke dalam tas ransel gue. Gue akuin waktu itu gue nggak terlalu mengerti bahasa Inggris yang dia tulis, tapi setidaknya gue nggak bego-bego amat buat mengartikan tulisan dan emot senyum itu.

Waktu itu Loli udah kayak mba-mba ojek pribadi gue, kami berbeda sekolah dan jarak nya cukup jauh. Tapi Loli dengan senang hati mau menjemput gue dari sekolah, lalu mengantarkan gue ke SMP buat ngelatih PMR, dia rela menunggu gue sampai selesai ngelatih, dan mengantarkan gue balik ke rumah.

Kegiatan ini rutin banget dilakukannya dengan senang hati disetiap hari rabu, sampai akhirnya gue bilang ke dia nggak usah repot antar jemput gue lagi, setelah gak lama gue mendapatkan surat itu.

Sebenarnya gue sudah tahu apa yang dia mau sebelum surat itu ditulis, hanya saja gue sudah mencoba tapi gue tetap biasa-biasanya aja.

Kedua – Note Singkat

Semangat yah ujiannya! Mudahan ujiannya sukses & lancar! Jangan lupa belajar & sholat!
Ada selotif pada note singkat berwarna pink ini di bagian atas. Oiya, gue ingat... Selotif itu digunakan untuk menempelakn note singkat ini pada beberapa tumpukan novel yang dibungkus kado. Bukan, novel itu bukan kado ulang tahun buat gue.

Loli pernah meminjam beberapa novel gue, lalu beberapa hari sebelum ujian Nasional dia meminta gue ke rumah untuk mengambil novel-novel tersebut yang sudah cukup lama dipijam. Sebenarnya, dia bukan cewek yang suka membaca banyak buku, gue tau tentang hal apa yang dia suka dan dia tidak terlalu suka. Hanya saja ini sebagai alasan untuk bertemu, setelah surat pertama itu gue terima gue memang menjaga jarak dengan Loli. Gue hanya gak mau ini terlalu jauh dan hanya menjadi rasa sakit.

Gue tahu dia pasti kecewa dengan apa yang gue lakukan, tapi gue juga gak bisa memaksakan hati ini kepada siapa gue menaruhnya, apa lagi waktu itu gue lagi sering-seringnya kepikiran sosok Dia. Makanya gue nggak pernah memaksa hal apapun, karena bagi gue; yang dipaksakan tidak akan pernah baik.

~(^^~)(~^^~)(~^^)~

Dilain hari mungkin akan gue ceritakan lebih detail tentang Loli. Sosok pengagum rahasia yang rela ngelakuin apa saja buat orang yang dia suka.

Hmm... dan akhirnya gue malah batal mencuci sepatu karena ketemu kotak ini, malah mengingat beberapa cerita yang sudah lama banget. Tapi jujur ini cukup asik, kadang kita memang harus mengingat apa yang sudah kita lewati saat kita sudah terlalu jauh meninggalkan.

Bukan berarti ingin kembali, hanya saja menurut gue moment lama sesekali harus dikenang, biar kita tahu ada hal menarik yang sudah kita lalui dan bisa kita jadikan jawaban untuk permasalah baru.

Kalian sendiri pernah dapat surat dari seseorang di masa lalu? Coba dong cari suratnya dan ceritain ke gue di kolom komentar hihi.

Sekarang, gue udah gak dapat surat-surat cinta lagi. Ya... masih dapat surat sih, tapi surat dari orang tua siswa yang minta izin anak nya gak bisa hadir ke sekolah mengikuti pelajaran, karena alasan sakit atau acara keluarga. Hmm...

Oiya. Selamat September Ceria!