Berdamai Dengan Masa Lalu

, , 17 comments

2014 – Berdamai dengan masa lalu adalah hal yang kadang sangat sulit dilakukan oleh sebagian orang. Terkadang hanya beberapa orang yang sanggup untuk ikhlas dengan masa lalu nya, merelakan dia untuk bahagia bersama orang baru. Dan tak jarang, dua orang yang gagal menjalani hubungan bisa berakhir seperti dua orang yang tidak saling kenal.

//

Ada kah diantara kalian yang pernah hubungannya berakhir lalu tidak bisa berdamai dengan masa lalu?

Ada?

Pasti.

Nggak masalah itu adalah hak kalian, mungkin dia yang terlalu menggores luka di hati memang harus mendapatkan hal setimpal. Karena setiap orang memiliki perasaan yang berbeda-beda dan setiap orang memiliki waktu nya masing-masing untuk sekedar menyembuhkan rasa dikecewakan.

Sebenarnya gue juga pernah mengalami fase ini, fase dimana rasa enggan untuk mengenal orang yang dulu pernah berjanji mau bareng-bareng, gue enggan untuk sekedar menatap foto – kami yang tertempel di kamar – orang yang selalu jadi tempat gue mengadu saat mulai menyerah, gue enggan untuk sekedar mengingat lagi orang yang dulu menjadi alasan gue untuk sekedar bangun pagi.

Tujuh tahun yang lalu gue pernah dikecewakan, gue merasa seharusnya pertemuan konyol di bawah pohon sukun itu tidak terjadi, yang berujung pada sebuah hubungan yang berakhir dengan kekecewaan. Namun setelah itu gue menyesal atas keputusan gue yang secara sepihak; harus nya perpisahan disepakati dan berakhir dengan baik-baik, karena kami mengawalinya dengan baik-baik.

Sejak saat itu gue selalu berusaha mencari ruang maaf dari hati nya yang sudah gue hancurkan, melakukan berbagai cara untuk sekedar menebus dosa yang sudah menancap terlalu dalam. Bertahun-tahun gue coba untuk berusaha meminta maaf, ya... intinya hanya meminta maaf. Karena gue tahu kembali hanya sebuah angan.

Lalu bagaimana kabar kami sekarang?

Lucu. Mungkin hanya kata itu yang menurut gue paling cocok menggambarkan keadaan kami sekarang. Lucu, bagaimana kami yang dulu selalu menghindar malah sekarang saling mencari. Lucu, bagaimana saat gue curhat tentang cewek yang gue dekati Dia malah memberi dukungan dan masukan. Lucu, bagaimana Dia yang sudah punya kekasih tapi malah mendengarkan apa yang gue katakan.

Sebelumnya gue nggak pernah berharap atau sekedar untuk membayangkan kalau kami akan sedekat ini, jauh lebih dekat dari pada saat kami memiliki hubungan khusus. Gue malah sempat berfikir Dia nggak akan mau lagi ketemu atau sekedar membalas chat, sekarang? Jangankan buat ketemu atau chatting doang, diajak jalan aja Dia mau terus. Hihi...

“Bukannya Dia mantan yang bikin lo gagal move on? Kalau kayak gini makin susah move on dong?”

Justru disana, semakin kita mencoba untuk menghindar biasanya akan makin kepikiran. Gue memilih untuk menikmati apa yang ada, awalnya memang rada aneh tapi lama kelamaan gue malah terbiasa karena memang niat bukan untuk merajut angan lagi. Nggak ngampang memang untuk bisa akrap lagi dengan masa lalu, mungkin lebih gampang ketika tidak menghubungi Dia (mantan) lagi.

Semakin kesini gue pribadi makin merasa bahwa berdamai dengan masa lalu dan menjadi akrap bukan hal yang buruk.

Mantan Pacar Adalah Orang Yang Kenal Luar dan Dalam Kita – Setiap hal apa pun selama bersama selalu diceritakan, sedih, senang, susah, semuanya dibagi tanpa ada yang harus dihawatirkan (kecuali selingkuh). Saat hanya butuh telinga dia selalu mendengar, saat butuh nasihan dia juga selalu bisa memberikan. Dia adalah orang yang kenal baik-buruk nya kita, Dia adalah orang yang mengerti harus berbuat apa tanpa diminta.

Disetiap pertemuan gue dan Dia selalu saling tukar pikiran dan pendapat tentang apa saja, dari soal pekerjaan sampai hubungan. Dia yang sudah mengenal luar dan dalam gue adalah alasan kenapa gue selalu mencarinya, karena membagi cerita dengan orang baru - lagi - bukan perkara yang mudah buat gue.

Sudah terlalu cukup gue berbagi dan terlalu percaya dengan orang yang sering bilang “Mau diseriusin gak?” atau “Kita sama-sama terus ya”. Disini gue berfikir bahwa cinta seperti hal apa yang kita senangi, ketika kita terlalu senang dengan satu hal kita cenderung akan larut terbawa arusnya dan kadang bisa saja menghalalkan berbagai cara untuk mencapai puncak tertinggi, seperti layaknya meracik kata-kata manis yang membuat sasarannya terbuai.

Jadi jangan malu untuk sekedar bertukar pendapat dengan Dia.

Dia yang lama dan baik, selamanya akan menjadi baik meski sudah tidak ada kata “kita” diantara kalian.


Bagaimana Pun Dia Sudah Mendewasakan Atas Sebuah Perpisahan – Coba renungkan sebentar dan ingat-ingat lagi apa yang terjadi setelah cerita manis kalian berubah menjadi rasa pahit saat terjadinya perpisahan...

Perpisahan kami membuat gue jadi lebih berhati-hati untuk berkata dan bertindak. Perpisahan kami juga membuat gue bisa menciptakan sebuah karya dari rasa sesal yang gue alami. Itu yang gue rasakan, bagaimana dengan kalian?

Saat gue coba memulai lagi gue selalu melihat ke belakang, bukan... ini bukan soal membandingkan yang dulu lebih baik dari yang sekarang. Hanya saja kita perlu melihat kebelakang dan belajar dari cerita pahit dimasa silam untuk menjadi manis dimasa sekarang.

Membandingkan Dia yang dulu lebih baik dari pada orang baru hanya akan membuat rugi. Karena buat gue seperti apapun orang yang bersama gue sekarang itu adalah pilihan terbaik, toh kalaupun gagal gue hanya akan belajar lagi untuk ikhlas. Ya, walaupun jujur ikhlas adalah perkarang yang paling sulit. Setuju?

Tapi justru dibalik sulitnya untuk meng-ikhlas-kan ada kedewasaan yang menanti.

Jadi kita juga harus belajar dari sebuah perpisahan, mengambil makna dari setiap kejadian-kejadian yang sudah menjadi takdir, karena perpisahan lah yang mampu membuat kita menjadi lebih dewasa dan bijak.

Seperti segelas kopi, perpisahan pasti akan terasa pahit. Namun hanya sebagian orang yang mampu merasakan bahwa rasa pahit dari sebuah kepergian juga bisa dinikmati.

-


Sekitar awal november gue mengerjakan tugas kampus Dia, saat itu Ibu Dosennya – yang gue tau cantik banget – ngasih tugas bikin poster yang berisi salah satu berita ekonimo di Indonesia. Dan saat bersamaan mouse gue mendadak rusak, bisa aja sih bikin desain kalau nggak pakai mouse di laptop ini tapi pasti hasilnya gak maksimal.

Berhubungan gue adalah mantan yang kurang ajar, gue pinjem mouse Dia dan minta dianter ke rumah gue. Niatnya sekalian nggak mau dibalikin kemarin.

Dan ketika tugas Dia sudah selesai gue minta Dia ambil mouse nya ke rumah gue lagi. Dia datang ke rumah tapi kalian tahu apa? Dia nggak sendiri, Dia datang sama pacarnya yang lebih tinggi dan lebih keren dari gue...

Gue kasih mouse nya, Dia bilang makasih pacarnya juga bilang makasih, gue jawab dengan senyum dan kalimat sama-sama. Kami sempat ngobrol sebentar bertiga ketawa-ketawa di depan rumah gue, saat mereka mau pamit untuk pertama kalian gue berjabat tangan dengan pacar si mantan.

Pacar barunya yang ini harus gue akui lebih dewasa dan jauh lebih dari yang setelah gue, yang bikin hubungan gue gagal tujuh tahun lalu. Pacar barunya juga tahu, gue dan Dia ada apa di tujuh tahun lalu. Adakah rasa marah atau aneh saat kami bertemu dan berjabat tangan?

Gue harus jawab, iya.

Iya aneh, bagaimana saat kebanyakan orang berusaha menyembunyikan rasa sakit tapi gue malah senang dengan kondisi ini.

Sebagian orang mungkin lebih memilih untuk tidak berteman dengan mantan pacar nya lagi, itu nggak masalah. Tapi untuk orang-orang yang berteman lagi dengan mantan pacar juga bukan hal yang buruk.

-

Dewasa bukan hanya tentang bagai mana bisa mengambil keputusan yang bijak, lalu menerima segala resikonya. Bukan hanya tentang sebuah janji manis yang diucapkan, lalu sengaja dilupakan.

Dewasa juga berarti bagai mana kita bisa menerima kenyataan pahit, seperti sebuah kepergian. Dan dewasa juga berarti bagai mana kita bisa bersahabat baik dengan masa lalu. Bukan melupakan dan menganggap dia tidak pernah ada dikehidupan kita yang lalu. Karena dia yang mendewasakan.

Jadi, masih musuhan sama mantan? :)

17 comments:

  1. Gue bukan tipe orang yang bisa temenan lagi sama mantan. Walaupun berakhirnya secara baik-baik. Entah kenapa selalu gitu.

    Tapi bukan berarti kami musuhan. Menurut gue, semua mantan gue itu bukan musuh. Entahlah kalo mereka nganggap gue apaan hahaha.

    Yang jelas buat akrab berhubungan lagi kaya lu sepertinya bukan gue banget. Rasanya canggung gila buat berhubungan akrab kaya gitu lagi. Sekalipun lewat chatting doang. Its feel awkward, man!

    Salut lah buat lu yang bisa akrab sama mantan dan akrab juga sama pacarnya mantan. Meskipun cemburu itu pasti ada. Gue juga pasti ngerasain hal yang sama kaya lu kalo akrab sama mantan hahahaha

    Eh maap kada ingat membuat bahasa banjarnya. Wahahaha.. Ayja nah sedikit dibuat bahasa banjarnya sekira ada jua unsur kearifan lokal di dalam komentar ini hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berdamai dengan mantan. 1 Hari setelah putusan. Ha Ha Ha (ketawa ala bang Joker). Kalau berdamai dengan pacarnya mantan, itu yang menurutku agak sulit.

      Yang jelas, kalau sudah dengan yang baru, betul, jangan sekali-sekali membandingkan dengan yang lama alias mantan. Kecuali kam handak dirajui binian yang ada.

      Delete
    2. @Radhian awalnya ngalih jua, cuman kiapa lagi. Kada mungkin jua kelawasan harus musuhan, lucu aja yang dulu saling tahu jadwal masing-masing mendadak jadi asing.

      kada masalah sih sebujurnya kalau memang kdd komunikasi lagi, itu hak. Cuman sebagian orang masih ada yang mau berhubungan baik kayak bekawanan (jalan beduaan, makan beduaan, nonton beduaan) lagi. hahaa :v

      Delete
    3. @hengki sulit, apalagi kalau lakiannya lebih bungas :'v

      Delete
  2. gue termasuk yang awalnya sulit berdamai sama mantan, tiap putus selalu kayak gak pernah kenal. tapi 6 bulan lalu gue mulai coba berdamai sama semua masa lalu gue, hasilnya ada beberapa mantan yang akhirnya kontakan lagi.

    tapi kayaknya gue belum bisa se-sabar ketemu mantan yang bawa pacar barunya (yang notabener orang ketiga pas masih pacaran sama si mantan). Kampret banget sih kalo dapet momen ini :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... gue kemarin juga gitu bro, waktu awal-awal aneh banget, tapi mungkin karna udah kebiasaan dan pacarnya emang orang baik-baik gue juga turut seneng. Kecuali kalau pacar barunya itu pisikopat bahahaa

      Delete
  3. Aduh ini tulisan harus banget di baca sama yang suka musuhin mantan karena berbagai macam ego. Tapi gua rasa beda lagi ujung nya kalo pasangan itu putus dengan cara yang ga baik, ya banyak macem nya sih yang ga baik itu gimana, biasanya putus yang ga baik pasti berujung dengan ga baik juga, ya paling engga paling musuhan haha kenapa bisa gitu? Ya alesan nya sih cuma satu ya, soal hati, ga bisa main-main.

    Kalo gua baca dari kasus ini, mungkin lu bisa jadi punya cita rasa yang sama kayak gua, gua mungkin bisa di bilang suka ga tau diri juga, ya gimana engga? Gua pernah nyakitin hati orang lain dan berusaha buat dia tetep baik sama gua, tapi ya ga bisa, dan yasudah lah ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. masih bisa diperbaiki bro menurut gue, asal kedua belah pihak memang mau jadi baik-baik lagi. kalau cuman satu pihak yang pengen jadi baik lagi nggak mungkin bisa hhe.

      nggak tau diri bahahaa...

      Delete
  4. Sedaaap. Setuju sama tulisan kakak

    ReplyDelete
  5. Dia yang lama dan baik, selamanya akan menjadi baik meski sudah tidak ada kata “kita” diantara kalian.


    setubuh banget. . . .tapi bisa aja berubah gara" sama yg baru. . .

    ReplyDelete
    Replies
    1. dir, setuju dir... gue jadi ambigu bacanya -__-"

      Delete
  6. segimanapun mantan adalah orang yg pernah bikin kita tersenyum bahagia, walaupun endingnya jadi senyum kecut...

    ReplyDelete
  7. kalo disini perkaranya dimusuhin gimana? padaha udah mencoba untuk berdamai

    ReplyDelete
  8. Pada dasarnya sih ane termasuk yg gak akan lupakan dan kesel sama mantan gitu aja. Walaupun dia dah nyakitin dg selingkuh (dg org deket ane sendiri), akhirnya sih bisa memaafkan dia. Cuma ya... dianya sendiri menjauh dan menghilang... mo apa dikata coba? Hehehe. What doesn't kill you makes you stronger kan ya mas...

    Eh baca ini jd inget kmrn sore lagi mantau #2KataUntukMantan di Twitter. hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gila gila gua demen banget ama tulisan lu bang, baru baca setengah aja udah ga fokus gara2 kebayang muka mantan wkwk

      Delete
    2. Gila gila gua demen banget ama tulisan lu bang, baru baca setengah aja udah ga fokus gara2 kebayang muka mantan wkwk

      Delete

Tinggalin komentar sesuai dengan isi tulisan ya. Happy Blogging!!! :D