2014 – Berdamai dengan masa lalu adalah hal yang kadang sangat sulit dilakukan oleh sebagian orang. Terkadang hanya beberapa orang yang sanggup untuk ikhlas dengan masa lalu nya, merelakan dia untuk bahagia bersama orang baru. Dan tak jarang, dua orang yang gagal menjalani hubungan bisa berakhir seperti dua orang yang tidak saling kenal.

//

Ada kah diantara kalian yang pernah hubungannya berakhir lalu tidak bisa berdamai dengan masa lalu?

Ada?

Pasti.

Nggak masalah itu adalah hak kalian, mungkin dia yang terlalu menggores luka di hati memang harus mendapatkan hal setimpal. Karena setiap orang memiliki perasaan yang berbeda-beda dan setiap orang memiliki waktu nya masing-masing untuk sekedar menyembuhkan rasa dikecewakan.

Sebenarnya gue juga pernah mengalami fase ini, fase dimana rasa enggan untuk mengenal orang yang dulu pernah berjanji mau bareng-bareng, gue enggan untuk sekedar menatap foto – kami yang tertempel di kamar – orang yang selalu jadi tempat gue mengadu saat mulai menyerah, gue enggan untuk sekedar mengingat lagi orang yang dulu menjadi alasan gue untuk sekedar bangun pagi.

Tujuh tahun yang lalu gue pernah dikecewakan, gue merasa seharusnya pertemuan konyol di bawah pohon sukun itu tidak terjadi, yang berujung pada sebuah hubungan yang berakhir dengan kekecewaan. Namun setelah itu gue menyesal atas keputusan gue yang secara sepihak; harus nya perpisahan disepakati dan berakhir dengan baik-baik, karena kami mengawalinya dengan baik-baik.

Sejak saat itu gue selalu berusaha mencari ruang maaf dari hati nya yang sudah gue hancurkan, melakukan berbagai cara untuk sekedar menebus dosa yang sudah menancap terlalu dalam. Bertahun-tahun gue coba untuk berusaha meminta maaf, ya... intinya hanya meminta maaf. Karena gue tahu kembali hanya sebuah angan.

Lalu bagaimana kabar kami sekarang?

Lucu. Mungkin hanya kata itu yang menurut gue paling cocok menggambarkan keadaan kami sekarang. Lucu, bagaimana kami yang dulu selalu menghindar malah sekarang saling mencari. Lucu, bagaimana saat gue curhat tentang cewek yang gue dekati Dia malah memberi dukungan dan masukan. Lucu, bagaimana Dia yang sudah punya kekasih tapi malah mendengarkan apa yang gue katakan.

Sebelumnya gue nggak pernah berharap atau sekedar untuk membayangkan kalau kami akan sedekat ini, jauh lebih dekat dari pada saat kami memiliki hubungan khusus. Gue malah sempat berfikir Dia nggak akan mau lagi ketemu atau sekedar membalas chat, sekarang? Jangankan buat ketemu atau chatting doang, diajak jalan aja Dia mau terus. Hihi...

“Bukannya Dia mantan yang bikin lo gagal move on? Kalau kayak gini makin susah move on dong?”

Justru disana, semakin kita mencoba untuk menghindar biasanya akan makin kepikiran. Gue memilih untuk menikmati apa yang ada, awalnya memang rada aneh tapi lama kelamaan gue malah terbiasa karena memang niat bukan untuk merajut angan lagi. Nggak ngampang memang untuk bisa akrap lagi dengan masa lalu, mungkin lebih gampang ketika tidak menghubungi Dia (mantan) lagi.

Semakin kesini gue pribadi makin merasa bahwa berdamai dengan masa lalu dan menjadi akrap bukan hal yang buruk.

Mantan Pacar Adalah Orang Yang Kenal Luar dan Dalam Kita – Setiap hal apa pun selama bersama selalu diceritakan, sedih, senang, susah, semuanya dibagi tanpa ada yang harus dihawatirkan (kecuali selingkuh). Saat hanya butuh telinga dia selalu mendengar, saat butuh nasihan dia juga selalu bisa memberikan. Dia adalah orang yang kenal baik-buruk nya kita, Dia adalah orang yang mengerti harus berbuat apa tanpa diminta.

Disetiap pertemuan gue dan Dia selalu saling tukar pikiran dan pendapat tentang apa saja, dari soal pekerjaan sampai hubungan. Dia yang sudah mengenal luar dan dalam gue adalah alasan kenapa gue selalu mencarinya, karena membagi cerita dengan orang baru - lagi - bukan perkara yang mudah buat gue.

Sudah terlalu cukup gue berbagi dan terlalu percaya dengan orang yang sering bilang “Mau diseriusin gak?” atau “Kita sama-sama terus ya”. Disini gue berfikir bahwa cinta seperti hal apa yang kita senangi, ketika kita terlalu senang dengan satu hal kita cenderung akan larut terbawa arusnya dan kadang bisa saja menghalalkan berbagai cara untuk mencapai puncak tertinggi, seperti layaknya meracik kata-kata manis yang membuat sasarannya terbuai.

Jadi jangan malu untuk sekedar bertukar pendapat dengan Dia.

Dia yang lama dan baik, selamanya akan menjadi baik meski sudah tidak ada kata “kita” diantara kalian.


Bagaimana Pun Dia Sudah Mendewasakan Atas Sebuah Perpisahan – Coba renungkan sebentar dan ingat-ingat lagi apa yang terjadi setelah cerita manis kalian berubah menjadi rasa pahit saat terjadinya perpisahan...

Perpisahan kami membuat gue jadi lebih berhati-hati untuk berkata dan bertindak. Perpisahan kami juga membuat gue bisa menciptakan sebuah karya dari rasa sesal yang gue alami. Itu yang gue rasakan, bagaimana dengan kalian?

Saat gue coba memulai lagi gue selalu melihat ke belakang, bukan... ini bukan soal membandingkan yang dulu lebih baik dari yang sekarang. Hanya saja kita perlu melihat kebelakang dan belajar dari cerita pahit dimasa silam untuk menjadi manis dimasa sekarang.

Membandingkan Dia yang dulu lebih baik dari pada orang baru hanya akan membuat rugi. Karena buat gue seperti apapun orang yang bersama gue sekarang itu adalah pilihan terbaik, toh kalaupun gagal gue hanya akan belajar lagi untuk ikhlas. Ya, walaupun jujur ikhlas adalah perkarang yang paling sulit. Setuju?

Tapi justru dibalik sulitnya untuk meng-ikhlas-kan ada kedewasaan yang menanti.

Jadi kita juga harus belajar dari sebuah perpisahan, mengambil makna dari setiap kejadian-kejadian yang sudah menjadi takdir, karena perpisahan lah yang mampu membuat kita menjadi lebih dewasa dan bijak.

Seperti segelas kopi, perpisahan pasti akan terasa pahit. Namun hanya sebagian orang yang mampu merasakan bahwa rasa pahit dari sebuah kepergian juga bisa dinikmati.

-


Sekitar awal november gue mengerjakan tugas kampus Dia, saat itu Ibu Dosennya – yang gue tau cantik banget – ngasih tugas bikin poster yang berisi salah satu berita ekonimo di Indonesia. Dan saat bersamaan mouse gue mendadak rusak, bisa aja sih bikin desain kalau nggak pakai mouse di laptop ini tapi pasti hasilnya gak maksimal.

Berhubungan gue adalah mantan yang kurang ajar, gue pinjem mouse Dia dan minta dianter ke rumah gue. Niatnya sekalian nggak mau dibalikin kemarin.

Dan ketika tugas Dia sudah selesai gue minta Dia ambil mouse nya ke rumah gue lagi. Dia datang ke rumah tapi kalian tahu apa? Dia nggak sendiri, Dia datang sama pacarnya yang lebih tinggi dan lebih keren dari gue...

Gue kasih mouse nya, Dia bilang makasih pacarnya juga bilang makasih, gue jawab dengan senyum dan kalimat sama-sama. Kami sempat ngobrol sebentar bertiga ketawa-ketawa di depan rumah gue, saat mereka mau pamit untuk pertama kalian gue berjabat tangan dengan pacar si mantan.

Pacar barunya yang ini harus gue akui lebih dewasa dan jauh lebih dari yang setelah gue, yang bikin hubungan gue gagal tujuh tahun lalu. Pacar barunya juga tahu, gue dan Dia ada apa di tujuh tahun lalu. Adakah rasa marah atau aneh saat kami bertemu dan berjabat tangan?

Gue harus jawab, iya.

Iya aneh, bagaimana saat kebanyakan orang berusaha menyembunyikan rasa sakit tapi gue malah senang dengan kondisi ini.

Sebagian orang mungkin lebih memilih untuk tidak berteman dengan mantan pacar nya lagi, itu nggak masalah. Tapi untuk orang-orang yang berteman lagi dengan mantan pacar juga bukan hal yang buruk.

-

Dewasa bukan hanya tentang bagai mana bisa mengambil keputusan yang bijak, lalu menerima segala resikonya. Bukan hanya tentang sebuah janji manis yang diucapkan, lalu sengaja dilupakan.

Dewasa juga berarti bagai mana kita bisa menerima kenyataan pahit, seperti sebuah kepergian. Dan dewasa juga berarti bagai mana kita bisa bersahabat baik dengan masa lalu. Bukan melupakan dan menganggap dia tidak pernah ada dikehidupan kita yang lalu. Karena dia yang mendewasakan.

Jadi, masih musuhan sama mantan? :)

Teman, sebentar... ada yang ingin aku tunjukkan. Mari kita nikmati sebentar rasa ini, perkara rindu yang tak pernah berbalas lagi dan tentang hati yang patah. Kemarilah sebentar, aku ingin menunjukkannya ke kalian, sebagian dari apa yang terjadi.



A photo posted by #MoveOn (@adittyaregas) on
// Ini buku, kopi, dan musik favorite mu yang kadang aku dengar dari balik layar.


A photo posted by #MoveOn (@adittyaregas) on
// Jadi, kapan bisa ngopi berdua?


A photo posted by #MoveOn (@adittyaregas) on
// Tidak ada yang salah dengan perpisahan. Hanya saja, kadang rasanya bisa membuat rindu selalu jatuh di bawah kelopak mata.

A photo posted by #MoveOn (@adittyaregas) on
// Hai tumpa, selamat sore. Masihkah menyukai hujan? Aku masih, tidak ada yang berubah.

A photo posted by #MoveOn (@adittyaregas) on
// Hai tumpa. kemarin tugas ku bangun pagi untuk kita, bekerja untuk angan, saling mengucap kata rindu di sepertiga malam. Sekarang tugas ku hanya satu. Menyembuhkan diri sendiri.

A photo posted by #MoveOn (@adittyaregas) on
// Harusnya. Jarak menjadi pemisah paling indah saat kita merencanakan sebuah pertemuan pertama.
Karena jarak yang kita tanam di depan pelataran sebuah layar persegi, menumbuhkan kata rindu terasa sangat indah terucap lirih disepertiga malam. Aku masih ingat bagaimana wajahmu saat mengucapkannya.
Dari aku, yang - mungkin - masih ada di rencana masa depanmu.

A photo posted by #MoveOn (@adittyaregas) on
// Tuhan, aku punya cerita. Tentang hati yang patah berserakan di ujung jalan, tentang rindu yang tak berbalas.
Tuhan, bila mana kembali hanya sebuah angan, jangan tunjukkan kenyataan. Bila mana menyayanginya hanya sakit yang didapat, jangan sembuhkan.
Sebab, seribu ciuman pun tetap akan menguap dengan satu kata; pergi.

A photo posted by #MoveOn (@adittyaregas) on
// Kita sama-sama menyukai hujan di tengah malam dan kadang juga sama-sama suka mengeluh saat dia pergi.
Tapi kamu tau bagaimana sekarang? Sekarang aku benar-benar membenci hujan. Karena dia datang satu paket dengan kenangan dan rindu yang tak pernah berbalas lagi.
Satu lagi. Aku benar-benar membenci hujan. Karena hujan aku ingat, saat menggeser kebawah layar ini, aku menemukan lelaki baru mu.

A photo posted by #MoveOn (@adittyaregas) on
// Robek saja hati ini. Tenang kau masih ingatkan, aku bisa mengobati luka sendiri?
Tinggal mengingat senyum termanismu yang biasa aku nikmati. Ya, rasanya memang pedih untuk sekarang.
Tapi setidaknya ini lebih baik dari pada aku harus mengingat kepergianmu.

A photo posted by #MoveOn (@adittyaregas) on
// Setiap orang pasti pernah tak sengaja menemukan satu barang lama yang hilang, entah bungkusan kado yang dilipat rapi dalam kotak atau satu foto ukuran 3x4 dengan senyuman manis. Diantara tumpukan kertas tak berguna.
Mungkin seperti itu aku sekarang. Tersimpan rapi tak dipakai lagi, seperti tidak pernah digunakan.
Hei... disini ada rindu yang menunggu untuk dibalas, ada hati yang patah menunggu untuk diakui.

A photo posted by #MoveOn (@adittyaregas) on
// Ingat malam saat kita pertama menyapa? Aku berada di kota ini. Aku pernah berharap kita bisa bertemu sekali untuk selamanya, saat rasa percaya ini kembali terobati.
Tapi mungkin harapan itu hanya akan jadi cerita legenda, seperti saat orang berharap bisa memiliki Jogja selepas menaklukkan dua pohon kembar di alun-alun kidul.
Jogja. Satu kota kecil memiliki sekotak penuh kenangan, bukan kampung halaman tapi selalu menunggu kata pulang, bukan pula soal angkringan murah tapi tentang rindu yang tak berbalas.

A photo posted by #MoveOn (@adittyaregas) on
2014 - Berdamai dengan masa lalu adalah hal yang kadang sangat sulit dilakukan oleh sebagian orang. Terkadang hanya beberapa orang yang sanggup untuk ikhlas dengan masa lalu nya, merelakan dia untuk bahagia bersama orang baru. Dan tak jarang, dua orang yang gagal menjalani hubungan bisa berakhir seperti dua orang yang tidak saling kenal.
Gue sudah terlalu sering menemukan hal seperti ini, kadang gue suka bertanya-tanya “Haruskah dua orang yang dulu hafal setiap detik aktivitas masing-masing, tiba-tiba menjadi asing? Atau parahnya seperti orang yang tidak saling kenal” Lucu? Iya, kadang gue suka menertawakan hal seperti ini, tapi mungkin ini wajar, karena sekali lagi. Mungkin gue - belum - mengalaminya.


Ciri wanita idaman pria, sebenarnya setiap pria punya masing-masing wanita seperti apa yang mereka inginkan untuk menemani sepanjang hidup nya. Baik dari segi fisik atau yang lainnya, tapi gue yakin banget. Setelah membaca tulisan ini kita para pria khusus nya, pasti sepakat dengan apa yang gue tulis.

Sebenarnya dalam tulisannya ini antara gue yang sok tau sama curhat beda tipis banget, sih. Kali aja ada yang mau gue halal’in dan baca ini tulisan, kamu yang mau mungkin bisa baca dulu hhe.
Tolong cewek yang baca tulisan ini jangan di close blog gue, tolong...

Apa yang gue tulis disini nggak seratus persen dari gue pribadi, sebagian juga adalah curhatan dari beberapa teman cowok gue yang menginginkan ciri wanita ini ada dalam kehidupannya. Dan ini gue rangkum dari beberapa cukup banyaknya ciri wanita idaman pria.

Nggak Harus Bisa Masak Yang Penting Harus Saling Mengerti

via www.huffingtonpost.com

Nggak semua cewek bisa masak, mama gue contoh nyata. Jangankan masak, sampai mama dan ayah nikah aja, mama gue masih belum bisa nyuci baju. Tapi pada akhirnya, sampai sekarang mama dan ayah gue masih bisa sama-sama sampai dia punya anak kayak gue, yang bisanya cuman galau dan belum bisa ngasih cucu. Hmm...

Semua tentang pernikah adalah perjalanan panjang dan butuh proses kata mama gue, yang terpenting adalah bisa saling mengerti satu sama lain dan mau menjalaninya bareng-bareng. Jangan sampai kebanyakan ngeluh yang ada entar malah saling menyalahkan. Nauzubillahhiminzalik.

Menjaga Mulut Tapi Tetap Cerewet Dengan Hal Bermanfaat

via d1xenuxjgcz4dx.cloudfront.net

Mungkin emang kodratnya semua cewek itu suka ngerupi atau suka gosipin orang. Percaya deh buat kalian wahai wanita, pria manapun nggak akan suka wanita yang suka ngomong nggak baik – termasuk banget – ngegosipin orang. Walau mungkin itu sudah watak kalian, kebanyakan pria pasti dalam hati sedikit banyaknya akan menggerutu dengan hal kesia-siaan yang kalian buat itu.

Mending kalian para wanita cerewet dalam hal bermanfaat, kayak contohnya cerewet sama penampilan dia yang urak-urakan kayak gembel, minta dia pakai parfum dan baju yang rapi setiap hari. Terus biasanya pria itu suka males bersihin wajah, kalau udah gini kalian wajib cerewet meminta dia harus sering cuci muka minimal 3x sehari deh, karena males nyuci muka bisa menyebabkan gatal gatal pada kulit yang akhirnya bisa membuat muka kusam dan tumbuh jerawat di sekitar wajah. Kalau mandi jangan lupa cuci juga mukanya, gue rekomendasi pakai sabun lifebuoy untuk menjaga kehatan kulit kita.

Dan satu lagi, kalian para wanita wajib cerewet soal si doi tentang pacara yang kelamaan, tanyakan ke dia “Jadi mau aku jadi istri nya orang lain?”

MAMPUS LO BUAT YANG COWOK KELAMAAN PACARAN! MAMPUSSSS!!!

Eh tapi yang baca ini kebanyakan jomblo ya...

Bersoleh Hanya Untuk Dia di Rumah

via thenadyadiaries.wordpress.com

Nah ini, kebanyakan wanita sekarang suka banget dandan apa lagi gue sering menemukan abege yang mengalami penuaan dini. Kayak yang masih sekolah udah makai make up yang tebel, terus pipi nya harus di merah-merahin kayak orang digebukin sekampung, pakai alis mata palsu yang lentik dan panjangnya sampai lima meter, jadinya kan repot bedain mana pelajar atau orang gila.

Bersoleh atau mempercantik penampilan wajib untuk wanita, tapi bukan berarti harus berlebihan apa lagi sengaja untuk mendapatkan perhatian pria. Ketika gue umroh kemarin, ustad sedikit pesan soal Istri kepada Sumi tentang bersoleh:

“Bersoleh cuman untuk suami ya ibu-ibu, cuman di rumah dan buat suami nya aja. Kecantikannya jangan buat suami orang atau yang bukan mahram nya, dosa loh.”

Cantik alami itu lebih menarik dari pada kebanyakan penutup. Hhe Setuju sama poin-poin di atas atau mau nambahin? Silahkan tulis dikolom komentar.

Hmm... tulisan gue kenapa jadi kayak buat suami istri gitu ya? Jodoh masa depan aja belum keliatan. :’v

Orang tua adalah sosok yang harus kalian teladani. Jika seorang ayah terkenal dengan kerja kerasnya, seorang ibu terkenal dengan kasih sayangnya yang gak pernah berbatas buat kita. Duh, kalau udah bahas ibu gini, gue jadi terharu. Terkadang orang-orang selalu ngomong “cara loe memperlakukan perempuan mencerminkan gimana sikap loe sama ibu”. Emang ada benarnya sih, kita sebagai seorang cowo emang harus menghargai perempuan tak terkecuali Ibu sendiri.

Nah, mungkin beberapa dari kalian kudu wajib mencontoh sikap yang dimiliki seorang ibu apalagi buat kalian para cewek yang nantinya bakal jadi seorang Ibu juga. Eits, kalau buat para cowok sih maksudnya dicontoh sikapnya ya bukannya berpakaian seperti ibu-ibu. Hihi. Ada beberapa sikap yang wajib kalian contoh dari seorang Ibu nih.

Penyayang

Seorang Ibu itu sikap penyayangnya luar biasa banget. Mungkin kalau diukur gak bakalan ketemu deh angka tepatnya. Coba deh saking sayangnya seorang Ibu, terkadang mereka rela lapar asal si anak gak kelaparan. Tuh? Kurang apalagi? Saking sayangnya seorang Ibu sama anaknya, terkadang mereka rela mengorbankan setengah hidupnya buat kalian gaes!

Perhatian

Perhatian seorang Ibu gak cuman saat kalian lahir ke dunia gaes! Mulai dari kalian masih dalam janin pun mereka perhatian. Mulai dari hati-hati kalau makan yang sembarangan, selalu menjaga kesehatan, check up ke dokter buat tau perkembangan janin, misalnya check up perkembangan janin trimester pertama anaknya. Bahkan saat kalian terlahir pun mereka perhatian, rela-relain gak tidur buat ngurus kalian yang terjaga tiap malam, meskipun Ia ngantuk luar biasa. Bayangin aja udah ngurusin kaian dari pagi sampai sore, terus malamnya mereka gak tidur buat menghadapi rewelnya kalian waktu masih kecil.

Pemaaf

Seorang Ibu itu bukan cuma penyayang luar biasa.  Seorang Ibu pemaafnya luar biasa banget. Kalian masih ingatkan kenakalan kalian waktu kecil? Ibu kalian marah? Marah sih iya, tapi apa pernah kalian gak dikasih makan? Apa pernah kalian dibiarin tidur diluar rumah? Gak pernah kan? Semarah-marahnya seorang Ibu sama kenakalan anaknya tapi ia gak pernah gak maafin kesalahan anaknya. Itulah seorang Ibu, sebesar apapun kesalahan si anak selalu ada pintu maaf :’)

Terharu ya kalau ingat Ibu, itu cuma contoh kecil. Masih banyak sikap-sikap seorag Ibu yang wajib kalian contoh. Pokoknya pesan gue sih jangan pernah sia-siain keberadaan sosok Ibu yang masih setia di samping kalian. Kalau bisa sih berikan yang terbaik buat Ibu kalian.

Mantan? Satu kata yang mungkin didengar beberapa orang akan membuat naik darah atau justru biasa aja. Ada beberapa orang yang terkadang kalo ketemu atau berpapasan langsung sama mantan ada yang biasa aja, ga perduli, ga pede, Dan gue yakin diantara kalian mungkin sampai punya prinsip kalo ketemu mantan bisa jadi penyebab hipertensi akut. Wih, gila banget yah bisa-bisa serangan jantung kalau sering-sering ketemu mantan.

Nah, gue punya tips nih buat kalian yang sering ketemu mantan. Ada banyak hal yang kalian gak boleh lakuin nih saat bertemu mantan,

Menghindar

Gimana pun kalian marahnya, keselnya kalian gak boleh menghindar kalo udah ketemu mantan. Meskipun terkadang mantan udah kek hantu ya, tetap aja nih loe semua gak boleh menghindar kalau ketemu mantan. Cuma ada dua kemungkinan sih ya pikiran si mantan kalau dia tau loe menghindar. Pertama, dia mikir dia udah mirip hantu. Kedua, dia bakal mikir kalau loe menghindar dia senang banget. Pasti dia mikirnya kalau loe belum MOVE ON guys! Ya, intinya sih jangan menghindar kalo bisa. Kalo pun mau menghindar asal jangan sampai ketahuan aja, hehehe.


Kesel

Oke, mungkin loe belum bisa maafin si mantan karena masalah masa lalu kalian. Tapi, ada baiknya bagaimana pun kalian kesel sama mantan kalian gak boleh ya marah-marah nanti kalian disangka psikopat lagi, ih ngeri kan? Intinya sih yang namanya hubungan kalian udah berakhir mau gak mau loe harus bisa memaafkan kesalahan si mantan. Biar gak ada dendam diantara kalian berdua.

Terbuai masa lalu

Udah move on, eh tiba-tiba berpapasan. Si dia menegur dan ngajak berbincang-bincang. Kalau udah gitu sih, mau apalagi ya? Yang penting sih jangan sampai terbuai sama masa lalu. Apalagi sampai ngajak balikan, bahaya banget ya. Kalau udah gini kuat-kuat iman aja. Kalau udah gak kuat, lambaikan tangan ke kamera aja, hihi. Kali aja si mantan ngeliat dan langsung nerima ajakan buat balikan, lumayan kan keberuntungan lagi berpihak sama kalian, hahaha.

Oke itu beberapa hal yang sebaiknya jangan loe lakuin saat bertemu atau berpapasan langsung sama mantan. Kalau loe udah ngehindarin hal-hal tersebut tapi masih belum move on, artinya usaha move on loe belum berhasil gaes! Silahkan coba lain waktu, kaya undian banget ya. 

Kemarin gue baru aja baca tulisan temen gue si Radhian yang berjudul Merindukan Minggu Pagi Yang Dulu. Dalam tulisan itu dia bahas soal kartun-kartun favoritnya zaman dulu yang selalu ditonton dan beberapa kenangan masa kecil yang menyenangkan yang hanya terjadi disetiap akhir pekan. Oke mungkin biar lebih kompels gue tambahkan “Hanya dirasakan anak generasi 90’an”. Setuju?

Setelah membaca itu gue jadi ingat moment-moment tahun 2000’an dimana saat gue masih berseragam putih-merah, Lalu gue coba membandingkan kenyataan dulu dan sekarang yang gue rasakan sebagai generasi 90’an. Seperti yang sudah kita tahu hal simpel yang bisa dirasakan perbandingan zaman dulu dan sekarang adalah tayangan film kartun yang sudah hampir tidak ada lagi pada zaman sekarang di hari minggu.

Gue merasa tipi malah merenggut kebahagiaan anak-anak dengan meniadakan film-film kartun dan diganti dengan tayangan tidak sesuai dengan  usia mereka. Contoh kayak yang jalan-jalan menjelajah gitu, efeknya banyak bocah ingusan termotivasi mau menjelajah alam bebas, padahal seperti yang kita tahu hal seperti itu cuman setingan dan kalau pun benar perjalanannya gak semudah yang kita tonton saat di tipi. Sok mau ke hutan, ke komplek sebelah aja bisa gak dibolehin emak.

Selain tayangan kartun yang sudah nggak ada lagi sebenarnya ada beberapa hal lain yang mulai menghilang pada generasi sekarang, yang harusnya menurut gue dirasakan oleh anak-anak sekarang.
Kali ini gue akan coba mengingat-ngingat lagi kenangan masa kecil yang pernah gue lalui sebagai generasi 90’an. Kira-kira ada yang sama kaya kalian gak ya?

Koleksi Majalah Bobo

Image result for koleksi majalah bobo
via dzikrinaililazkiya.blogspot.co.id

Hal wajib yang harus gue beli tiap minggu saat masih menjadi siswa sekolah dasar adalah majalah anak-anak, ada yang masih ingat sama majalah Bobo? Gue dulu seneng banget beli dan hampir gak pernah ketinggalan. Kebetulan rumah gue nggak jauh sama toko buku, jadi setiap hari bisa ngecek kalau ada majalah baru.

Gue juga masih ingat banget di halaman awal majalah Bobo biasanya pembaca akan diceritakan langsung cerita singkat Bobo atau kadang juga Bona dan Rongsong – cerita si kucing dan gajah berwarna pink – yang lucu dan penuh inspirasi. Oiya ada juga cerita dongen anak dari Oki dan Nirmala, ada yang masih ingat mereka gak sih hahaha. Boca-boca sekarang? jangankan beli majalah Bobo kenal juga nggak, yang dibeli tiap minggu cuman kuota internet. Hmm...


Menonton Kartun Sampai Siang di Rumah Tetangga

Image result for menonton kartun anak 90
via kukuhandriansah.blogspot.co.id

Sama kayak apa yang ditulis Radhian di blog nya, kami punya masa kecil yang sama. Ergg... tapi untung kami nggak jodoh. Maksud gue kami sama-sama kerjaannya tiap minggu nonton film kartun dan haram hukumnya kalau minggu bangun kesiangan Hahahaa.

Gue waktu SD masih tinggal di Muara Teweh disana susah banget nyari sinyal buat nonton tipi lokal dan baru bisa kalau makai parabola, dan parabola adalah alat yang paling langka bin mahal. Jadinya kalau gue mau nonton kartu di tipi gue numpang nonton ke rumah temen, wajib banget juga hukumnya harus mandi dulu.

Ya lu bayangin aja kalau gue nggak mandi, bangun-bangun dengan sisa air liur basi yang masih nempel di pipi terus tai mata masih nempel kayak biji durian pergi ke rumah orang. Walau ribet dan kadang harus nonton desak-desakan sama temen yang senasip, justru disana asiknya.

Main Sepak Bola Plastik Bareng Temen Sore Hari

Image result for ada zaman dulu main sepak bola hujan
via brilio.net

Setiap sore biasanya kalau udah selesai sholat ashar jam empat lewat, anak-anak di gang zaman dulu udah pada keluar abis tidur siang. Hayo siapa yang gitu? Hahaa. Dan biasanya nih tiap bulan kayak ada musimnya giut. Lagi musim layang-layang anak zaman dulu bakalan ngisi langit-langit penuh sama layang-layannya sendiri. Kalau musim main lempar gambar pada beli gambar di pasar atau Paman pedagang mainan yang biasnaya ada di sekolah.

Gue sendiri bukan tipe anak yang suka ikut musiman, gak ikut tren anak-anak seper’gang’an #halah Pernah gue coba mainin layang-layang punya temen bukanya terbang ke atas malah nukik ke bawah dan nyangkut ke rumah orang.

Tapi yang paling seru sih sore gue zaman dulu main sepak bola plastik di lapangan gang, sampai-sampai kami bikin tiang gawang sendiri dan di sekeliling lapangan dikasih jaring biar gak masuk rumah orang. Main bola plastik dengan alas kaki telanjang wkwk. Hayo siapa yang sama?

Yang paling bikin bahagia main bola plastik sore hari itu pas turun hujan! Bener-bener masa kecil yang bahagia. Sekarang udah gede kalau hujan yang ada galau, ingat kenangan manis sama mantan, nangis. Hih dasar payah!

Dan adzan magrip menjadi peluit panjang berakhirnya pertandingan. Sumpah kangen banget moment gini. :')

//

Ada lagi sebenarnya yaitu main PS 1 Bahaha. Entar deh ditulisan lain kita bahas lagi game PS 1 yang paling seru dimainin hihi. Sebenarnya ada banyak hal menyenangkan lainnya yang gue rasakan waktu masih kecil, kebahagiaan kecil yang jarang banget dirasakan anak zaman sekarang.

Waktu kadang memang kejam banget ya.

Kalau kalian punya hal masa kecil menyenangkan apa? Share di kolom komentar biar kita saling memetik ridu akan masa kecil yang idah ya.

Yaelah mau bikin tulisan penutup aja puitis banget. :v

header: informasitips.com