Annyeonghaseooo...

Sebenarnya pengin nulis tentang ini 23 Desember kemarin, tapi karena waktu yang gak memungkinkan dan planning yang selalu berubah jadi gue baru bisa nulis sekarang, maklum kehidupan sebagai mahasiswa kupu-kupu (pulang pergi pulang pergi) lagi banyak tugas sibuk-sibuknya *ngeles*


Jadi ada apa 23 desember kemarin?


Teman-teman blog yang pernah baca tulisan “Harapan Di atas Sepotong Roti” pasti akan langsung mengerti, dan kalian para pembaca yang baru mengklik link dan membaca tulisan itu juga akan tahu apa yang terjadi sebenarnya...


Rasanya telinga gue seperti dimasukin segerombolan tawon, bagaimana tidak gue sekarang sedang duduk diantara ibu-ibu yang asik ngerumpi sambil menunggu rapot anaknya dibagikan.  Kali ini gue diminta Mama ngambilin rapot Nanda adik cewek gue di sekolahnya,  Mama tidak bisa mengambilkan rapot Nanda karena ada urusan dengan sepupunya.  Sebagai anak yang berbakti kepada orang tua dan sayang sama adik gue nurut aja.


Saat guru wali kelas Nanda masuk membawa tumpukan rapot di dalam kantong plastik merah, gue tiba-tiba ingat sama pengalaman gue waktu SMP mau mengambil rapot.