tulisan-terakhir
 pemeran-utama-film-pendek
 hari-blogger-nasional-2014
sebelum-november-berakhir
 ke-bali-gratis
 Hari-Blogger-Nasional
 labirin-pelaihari
 Bad Mood
film Annabelle

 pastagio-banjar











Bismillah…

Setiap kota punya sejarah, setiap waktu pasti ada cerita. Ya, tepat hari ini kawan 23 Mei 2014, 17 tahun yang lalu Banjarmasin, kota tercinta ulun mengalami peristiwa hebat. Peristiwa dimana kerusuhan melanda kota ulun, dimana hari itu benar-benar menjadi kelabu, tepat di hari jumat ini.

Di tulisan kali ini, dimana tepat pula hari jumat 23 Mei 2014, ulun akan membagikan cerita tentang apa yang terjadi saat itu di Banjarmasin. Tulisan ini ulun buat untuk mengenang kembali peristiwa yang sangat mengerikan di Banjarmasin, dan semoga tidak terlalu lagi. Amin

Mungkin sebagian dari kalian masih ingat kejadian kerusuhan di Jakarta pada tahun 1998? Dimana kerusuhan terjadi, kerusakan, pemerkosaan, penjarahan, dan lain sebagainya. Banjarmasin sudah mengalami hal serupa lebih dulu, tepatnya 23 Mei 1997, dimana dikenal sebagai peristiwa “Kerusuhan Banjarmasin” atau “Jumat Kelabu”.

Awal peristiwa ini terjadi saat hari dimana menyusul kampanye Golkar pada hari terakhir putaran kampanye PPP menjelas pemilu 1997. Mulai sekitar pukul 09.00 WITA, kegiatan kampanye sudah semarak, warna kuning ada di mana-mana. Golkar membagi-bagikan saputangan bergambar beringin dan bekal nasi bungkus, masing-masing berjumlah 10 ribu buah. Sasaran kampanye ini ialah para buruh, tukang becak, tukang ojek. Pada sekitar pukul 11.00 WITA kampanye membagi-bagi nasi bungkus dan sapu tangan usai dengan tenang.

Pada sekitar pukul 12.00 WITA atau tengah hari, umat Islam menjalankan ibadah salat Jumat. Sewaktu ibadah berlangsung, sebagian massa kampanye Golkar, yang umumnya terdiri dari anak-anak muda dan remaja, masih berkampanye. Mereka berputar-putar keliling kota dengan menaiki sepeda motor. Banyak di antara sepeda motor itu knalpotnya dicopoti, dan suara raungan mesin motor dirasakan sangat mengusik ketenangan mereka yang sedang bersembahyang.

Puncaknya, ketika arak-arakan sepeda motor tersebut melewati Masjid Noor di Jalan Pangeran Samudera. Masjid ini terletak di daerah basis PPP. Menurut sumber dari Tim Lembaga Bantuan Hukum Nusantara (LBHN) cabang Banjarmasin yang melakukan investigasi ke lapangan, ketika massa yang akan berkampanye itu melintas, jamaah salat Jum'at yang luber sampai ke jalan itu masih sedang berdoa. Sebenarnya Polantas sudah berusaha menghadang massa Beringin. Namun Satgas Golkar bersikeras untuk melewati jalan itu. Alasan mereka, salat Jumatnya tinggal membaca doa. Kemarahan jamaah dengan cepat menyebar seusai sembahyang Jumat dan sampai ke telinga penduduk di berbagai sudut Banjarmasin lainnya.

Usai salat Jumat, terjadilah kerusuhan di depan kantor DPD Golkar Kalsel. Kabar itu segera tersiar dan massa berdatangan tanpa bisa dibendung. Mereka akhirnya bentrok dengan Satgas Golkar, yang rata-rata berasal dari organisasi Pemuda Pancasila dan FKPPI. Karena massa terlalu banyak, Satgas Golkar terpaksa mencari jalan selamat. Tapi akibatnya, ada enam mobil peserta kampanye Golkar yang dibakar.

Di depan kantor Banjarmasin Post, dari arah timur ribuan massa menyerbu dengan membawa senjata aneka macam. Mereka berlari-lari ke arah lapangan Kamboja, tempat kampanye Golkar akan dilangsungkan. Di sepanjang jalan, semua bendera, spanduk, umbul-umbul Golkar diturunkan dan dibakari. Di sana, mereka bergabung dengan massa penyerbu yang mula-mula muncul di pinggir lapangan. Panggung kampanye pun diserbu dan dirobohkan. Kaum penyerbu bertarung dengan dua puluh ribu massal Golkar yang sedang berkumpul di sana. Para petugas keamanan tidak mampu mengendalikan pertarungan dengan kekerasan tersebut. Sebuah rumah ibadah (Gereja HKBP) yang terletak di dekat kantor Banjarmasin Post mulai terbakar. Mobil pemadam kebakaran yang berusaha mencegah menjalarnya api ke gedung Banjarmasin Post terpaksa pergi karena petugasnya dikalungi clurit oleh massa. Namun api tidak jadi melalap kantor Banjarmasin Post.



Sebagian massa menyerbu Hotel Istana Barito. Di sana, mereka berhadapan dengan ribuan massa Golkar yang berkumpul di depan hotel, sedang bersiap-siap untuk kampanye sore itu. Dari arah barat, tiba-tiba muncul ribuan massa lain, sebagian mengenakan kaos hijau dan atribut PPP. Dengan senjata tajam dan apa saja, mereka menyerbu massa di depan hotel. Mobil-mobil yang kebetulan ada di sana hancur luluh lantak, kaca-kaca hotel pecah dilempari batu.

Mulai pukul 15.00 WITA, listrik padam, menambah suasana mencekam. Kerusuhan meningkat. Sebagian besar tamu Hotel Istana Barito masih berada di dalam kamar mereka dalam kegelapan. Tiba-tiba satpam hotel menggedori pintu-pintu kamar dan berteriak, kebakaran! Para tamu pun berhamburan ke luar, menyelamatkan diri masing-masing. Dengan cepat, kerusuhan menjalar ke mana-mana. Massa terus melakukan pengrusakan, sambil meneriakkan yel-yel PPP. Beberapa orang mengenakan atribut PDI. Suasana semakin kalut. Massa merusak dan membakar mobil-mobil pribadi yang ditemui di jalan raya mana saja dan menjarah isinya. Sebuha mobil meledak, setelah dibakar di jalanan. Di depan Plaza Mitra, beberapa mobil segera bergelimpangan, sebagian terbakar. Seorang wanita naik sepeda motor dengan hanya mengenakan BH di bagian atas, karena kaos Golkarnya dirampas massa. Di jalanan, batu-batu berserakan, pecahan kaca bertebaran di mana-mana.

Di jalanan, fasilitas umum dihancurkan. Massa juga merusak dan melempari ruko-ruko yang berderet di sepanjang Jalan HM Hasanuddin sampai Jalan A.Yani, di kawasan Sudimampir, Jalan MT Haryono, dan Jalan Pangeran Samudera.



Di dalam kompleks Plaza Mitra, dengan persetujuan dari manajemen di Jakarta, pimpinan TB Gramedia memutuskan untuk menutup toko dan karyawan diminta segera meninggalkan lokasi kerja. Semua pulang, dengan catatan tidak memakai atribut PPP mana pun. Di depan Plaza Mitra, petugas mulai menutup jalanan dan membuat pagar betis untuk melindungi kompleks pertokoan itu. Tetapi, ribuan massa tidak terbendung. Mereka merangsek ke depan, memecah pagar betis petugas, memcahkan kaca-kacaetalase, masuk ke dalam gedung, dan menjarah apa saja yang bisa diambil. Gas air mata yang disemprotkan petugas tidak mampu menahan mereka.

Hingga saat itu, Plaza Mitra baru dirusak, tetapi belum terbakar. Kemudian, sebuah sedan putih didorong dan ditabrakkan ke kaca etalase Toys Kids di lantai dasar, sebelum akhirnya mobil itu dibakar. Api segera menyebar ke seluruh gedung. Setelah Plaza Mitra terbakar, gedung-gedung lain segera menyusul. Malam itu, seluruh empat lantai gedung Plaza Mitra musnah terbakar. Sementara itu, kerusuhan tidak hanya menjangkau kawasan petokoan. Wilayah pemukiman penduduk pun mulai terkena. Kampung Kertak Baru Ulu, khususnya RT 10 yang dihuni 30 KK mulai dilalap api sejak pukul 16.35 waktu setempat. Kawasan pemukiman ini berlokasi di belakang Jalan Pangeran Samudera. Api mula-mula berasal dari kelenteng (rumah ibadah) Cina, yang segera menjalar ke rumah-rumah yang terletak di belakangnya. Api bahkan menjaalr ke asrama POM ABRI yang hanya terpisah oleh sungai selebar 3 meter dari Kertak Baru Ulu.



Sementara di tempat lain yakni di Jalan Veteran dan Jalan Lambung Mangkurat, pada waktu yang sama, sebanyak enam gereja dan satu tempat ibadat Konghucu (Klenteng) ikut dihancurkan. Rumah-rumah WNI keturunan Cina juga ikut dilempari batu. Bahkan ada keluarga yang akan menyelamatkan diri, setelah mobil penjemput datang, mobil tersebut dihancurkan kacanya. Terpaksa pemiliknya lari menjauh dari situ.

Juga ikut "digasak" massa adalah rumah bos klub sepakbola Barito Putra yang juga calon legislatif dari Golkar. Rumah itu disatroni massa dan dirusak. Kompleks Pamen ABRI pun ikut rusak -- barangkali karena penghuninya banyak yang menjadi calon legislatif Golkar.

Sekitar pukul 17.00 Wita, massa bergerak kembali ke arah DPD I Golkar. Tapi tidak langsung ke sana. Mereka mampir kembali di Jujung Buih Plaza. Genset Jujung Buih Plaza dibakar dan gedung 8 lantai tersebut akhirnya terbakar. Di sebuah hotel di gedung itu, Hotel Kalimantan, banyak artis yang mengikuti kampanye menginap, termasuk jurkamnya. Di hotel tersebut juga menginap Ketua Umum MUI Pusat KH Hasan Basri yang ikut rombongan kampanye. Disitu juga ada Gubernur Kalimantan Selatan dan Muspida. Tapi akhirnya mereka dapat diselamatkan. Namun tidak diketahui apakah di sana juga jatuh korban. Yang jelas, saat dilakukan penyelamatan banyak yang jatuh pingsan. Gubernur Kalsel Gusti Hasan Aman sendiri merasa sangat kaget dan seolah tidak percaya melihat ulah massa yang begitu brutal.


Karena massa terus mengamuk, pemadaman pun tidak berlanjut. Yang menyiram air kemudian lari dari kepungan massa. Banyak tabung gas meledak. Setelah disiram air, kemudian ditinggal lari menghindari amukan massa. Sejumlah sepeda motor tidak dapat diselamatkan dan ikut dilalap si jago merah.

Mulai sekitar pukul 18.00, bagian belakang gedung Anjung Surung mulai mengepulkan asap. Api membakar habis apotik Kasio yang terletak di belakang gedung ini. Barisan Pemadam Kebakaran tidak berdaya, karena mass amencegah dan mengancam mereka supaya tidak memadamkan api.


Namun secara ajaib, ketika seluruh api menelan gedung-gedung di sekitarnya, gedung Anjung Surung selamat. Petugas UGD RS Islam menyebutkan, hingga pukul 17.30 rumah sakit tersebut merawat 12 orang korban. Delapan di antaranya menderita luka bacok, empat sisanta akibat kecelakaan lalu lintas. Sementara RS Ulin menyeburkan, sedikitnya mereka merawat 20 orang pasien, termasuk Didik Triomarsidi, juru foto Banjarmasin Post. Didik dianiaya massa ketika meliput penghancuran gedung markas DPD Golkar.

Saat itu, orang-orang dari berbagai kampungpun mulai gelisah dan mulai melakukan pengamanan masing-masing. Mereka semua keluar rumah, menjaga setiap gang dan jalan-jalan masuk. Lengkap dengan senjata tajam, berupa mandau, samurai, dan clurit. Penjagaan dilakukan semalam suntuk, karena mereka mendengar isyu yang mengatakan bahwa Golkar akan mengadakan serangan balasan.

Pukul 20.30 Wita, massa beramai-ramai ke arah Supermarket Mitra, yang merupakan pusat pertokoan terbesar di Banjarmasin. Letaknya di Jalan Sumatra. Di gedung berlantai empat ini banyak terdapat toko-toko elektronik, komputer, diskotik, ruang pertemuan, show-room mobil mewah, toko buku Gramedia, KFC, Bioskop 21, dan sarana hiburan anak-anak. Massa berhasil masuk dengan menorobos blokade keamanan. Isi gedung dijarah dan dibawa lari. Gedung itu sendiri telah terbakar sekitar pukul 20.00 Wita, dan api menyala sampai pukul 09.00 keesokan harinya.

Massa terus mengamuk dan mengobrak-abrik isi gedung. Pada saat itu tersiar khabar bahwa pasukan keamanan diperbolehkan untuk menangkap dan menembak di tempat. Tapi pasukan keamanan tidak melakukan apa-apa. Akhirnya, massa yang lengkap dengan berbagai senjata tajam itu terus mengamuk. Pukul 22.00 Wita, 1000 orang pasukan bantuan datang dengan tiga pesawat hercules. Menurut laporan LBHN Banjarmasin itu, tidak diketahui dari mana mereka didatangkan. Pasukan kemudian bergerak mendekati Gedung Mitra Plaza. Mereka menghalau massa yang masih ada di gedung itu. Senjata menyalak. Namun pihak LBHN Banjarmasin tidak memperoleh informasi berapa korban yang jatuh di sana.

Pada malam harinya, jumlah gerombolan massa menyusut. Listrik masih padam dan seluruh kota dalam keadaan tetap gelap gulita, hanya diterangi kobaran api di mana-mana. Beberapa tempat diblokade petugas keamanan, namun gerombolan massa masih berkerumun di beberapa tempat. Mereka memasuki kawasan pemukiman, menyerang dengan clurit, klewang, Mandau, samurai, dan berbagai senjata lain. Beberapa rumah, kantor dan warung yang berdekatan dengan Banjarmasin Post masih menyala terbakar. Benar-benar mirip lautan api. Laporan awal menyebut, secara keseluruhan ratusan rumah dan toko hancur, sebuah gereja Katolik, sebuah bank, dan sebuah hotel ikut hancur. Sekitar 80 orang diberitakan luka-luka dan 50 orang ditahan.

Kemudian, sekitar pukul 23.00 Wita, massa menuju ke arah luar kota. Sasarannya adalah rumah-rumah calon legislatif Golkar. Karena terbetik khabar massa membawa formulir berisi Daftar Calon Tetap (DCT) Golkar. Ada empat rumah yang dibakar walau belum jelas apakah itu rumah caleg Golkar atau bukan. Juga menjadi sasaran adalah toko-toko Cina sepanjangan jalan, ikut dihancurkan dengan lemparan batu. Hampir semua toko di sepanjang Jalan A. Yani rusak berat dan api membumbung tinggi. Saat itu pasukan pun tidak lagi diam. Mereka mulai mengejar-ngejar massa.

Yang sangat tragis, sekitar pukul 24.00 Wita, seorang warga yang keluar rumah untuk melihat keadaan kelihatan tergeletak tertembak peluru. Meski begitu, masih menurut laporan Tim LBHN Banjarmasin, suasana di jalan-jalan masih ramai. Banyak orang yang sudah terlanjur keluar sulit pulang lagi ke rumahnya masing-masing. Karena jalan-jalan sudah diblokir oleh orang-orang kampung. Yang bukan warganya tidak diperbolehkan masuk dan melewati jalan tersebut.

Namun sekitar pukul 01.00 Wita dini hari (Sabtu, 24 Mei), massa bergerak ke luar kota. Karena semua jalan sudah diblokir oleh pihak keamanan. Suasana semakin tegang. Khususnya di pusat kota, semua listrik padam dan baru menyala pukul 09.30 pagi.


Kemudian pasukan keamanan, sekitar pukul 03.00 Wita, mengobrak-abrik Kampung Kelayan. Kampung ini merupakan kampung terpadat dan dikenal banyak preman. Ada 195 orang yang diamankan di kantor Polresta. Kondisi mereka babak belur dan hampir semua menjadi sulit untuk dikenali wajahnya. Sekitar pukul 04.00 Wita, masyarakat perumahan Beruntung Jaya yang semalam suntuk berjaga terus karena ada isyu akan diserang, bertahan masuk ke rumah, saat ada suara pasukan datang. Tak jelas berapa orang ditahan dari sana. Pukul 06.00 Wita, aparat keamanan, lebih kurang 5 truk, datang ke kampung Teluk Tiram. Di kampung itu, mereka memburu massa yang diperkirakan ada di kampung tersebut. Mereka dengan senjata lengkap di tangan berjaga-jaga terus di jalan-jalan utama. Setiap orang lewat yang kelihatan mencurigakan digeledah. Bahkan, yang terlihat menggunakan pakaian agak kumuh langsung dihentikan.


Hingga keesokan harinya, sabtu pagi, api masih menyala di kompleks Plaza Mitra. Seluruh lantai gedung tersebut masih belum bisa dimasuki. Tetapi bau sangit dan busuk menyengat hingga ke luar ruangan. Regu penyelamat belum bisa bertindak apa-apa karena gedung masih diselimuti api dan asap. Evakuasi baru bisa dilakukan sore hari ketika sebagian api sudah padama. Kapolda Kalsel memberikan laporan kepada Kapolri mengenai kemungkinan terdapatnya sejumlah mayat yang terbakar hangus di dalam kompleks pertokoan. Para pejabat daru Jakarta yang sedianya berkampanye, diterbangkan kembali dari Banjarmasin. Mereka termasuk Mensekkab Saadilah Mursyid dan KH Hasan Basri. Pangdan Tanjungpura Mayjen Namoeri Anoem mengumumkan berlakunya jalan malam di Banjarmasin, mulai pukul 8 malam hingga 5 pagi, selama lima hari massa cooling off kampanye, 24-29 Mei 1997.

Kalian harus tahu, Banjarmasin sebelum adanya kerusuhan, merupakan kota yang sangat maju, para investor berbondong-bondong datang ke Banjarmasin.

Banjarmasin lah yang punya Biskop dan Mall yang cukup banyak dibandingkan kota-kota besar lainnya. Namun kejadian Jumat Kelabu itu terjadi, para investor mulai pergi dari Banjarmasin karena kerugian yang sangat besar.

Pada waktu kerusuhan, yang ulun ingat cuman langit berwarna merah waktu itu. Lampu padam, dan ulun sekeluarga yang waktu itu tinggal di rumah Kakek tidak ada yang berani untuk keluar.

Sekarang sudah 17th kejadian kelabu itu berlalu, sudah cukup kejadian itu terjadi di kota seribu sungai ini, cukup sekali dan tidak perlu ada lagi.

Mari sejenak kita menundukkan kepala, berdoa agar para saudara kita yang hilang dan bisa dipastikan meninggal dunia pada kerusuhan 23 Mei 1997, diterima disisi Allah Swt. Amin ya robbal alamin…

Sumber tulisan dan gambar:



Kemarin tepat tanggal 8 Film besutan seorang penulis terkenal Indonesia, yang punya banyak followers diputar serentak se-Indonesia.  Yeah siapa yang gak tahu Film Marmut Merah Jambu, semenjak Raditya Dika sering muncul di Kompas TV, film serial (Malam Minggu Miko), dan film layar lebar (Kambing Jantan, Cinto Brontosaurus, Cinta Dalam Kardus, Manusia Setengah Salom), masyarakat jadi banyak yang kenal sama cowok yang belum nikah ini.

Bismillah…
The Amazing Spider-Man 2 - Kalau udah liat Judul sama gambarnya ulun yakin, bagian (kalian) pian pasti sudah tahu apa yang mau ulun bahas.  Kalau bagian pian masih ingat, dulu ulun pernah posting The Amazing Spiderman juga, dua tahun lalu.

Bismillah…

CafĂ© di Banjarmasin - Udah lama nih gak nulis tentang tempat kuliner di kota tercinta ulun, Banjarmasin.  Oya mau basi-basa dulu… kalian apakabar semua? Sehat kan? Udah bisa move on dari mantan? Haha ngomong-ngomong ulun sudah lama gak buat tulisan fiksi ya, lama juga gak nulis cerita sehari-hari.  Jujur ulun kangen tulisan-tulisan kacau dulu yang kadar typo-nya bisa bikin mata pembaca dan otak jadi rusak itu.  Kangen tulisan dulu… kangen sama mantan juga… Malah Curhat.

Tips Asik Menghadapi UN!Bismillah…
Gak kerasa banget UN sudah di depan mata.  Gue masih ingat banget, dulu waktu mau menghadapi UN baik waktu SMP atau SMK, sering nemu ritual-ritual yang gak penting.  Salahsatu-nya adalah minum air dari orang pintar.  Iya gue juga bingung dimana hubungannya mau menghadapi UN sama minum air, emangnya ngerjain soal entar sambil lari-lari di lapangan apa?

Bahkan gak cukup diminum, gue juga disuruh bilas muka pakai air itu, kata Nenek, itu air dari orang pintar buat penerang hati. Hmm... makin aneh, apa hubunganya bilas muka sama nerangin hati?  Gue pribadi sebenarnya gak terlalu suka sama yang gitu-gituan, tapi gue dulu terpaksa harus ngelakuinnya.

Bahkan ada yang lebih aneh lagi, teman gue pernah sebelum UN dia menjalani ritual mandi kembang di sungai.  Ini benar-benar kampret, bukannya gue ngehina atau ngata-ngatain,  tapi emang aneh gak ada logikanya.  Dari pada minta air ke orang pintar, lebih baik suruh orang pintarnya ngasih jawaban yang bener lewat SMS ya gak? Bukannya dia orang pintar.

Saat detik-detik menghadapi UN perasaan dan pikiran pasti rasanya campur aduh gak karuan jadi satu.  Bisa diumpamakan ngadepin UN itu kayak ngadepin calon mertua.  Tapi selama ini gue menghadapi UN 3X, gue gak pernah takut, apa lagi takut kalau gak lulus.  Gue lebih takut kalau HP gak bisa dibawa masuk ruangan…

Nah pada kesempatan kali ini gue mau bagi-bagi Tips Asik Menghadapi UN buat adik-adik yang mau berperang melawan ketidak lulusan, fersi gue, yeah ini yang gue lakuin saat menghadapi UN. Oke langsung aja kita mulai…

*ngomong-ngomong perumpamaan gue tadi asal-asalan doa, gue belum nikah, jadi gak tahu gimana rasaya ngadepin calon mertua*

Tips Asik Menghadapi UN!

1.Jangan Panik 
Hindari perasaan panik saat menghadapi UN, karena panik malah akan membuat kalian bleng saat mengerjakan soal-soal nanti.  Kalian sudah ikut bimbel, tiap malam mati-matian belajar mengulangi pelajaran dari awal, dan udah minum banyak air dari orang pinter, tapi kalau rasa panik muncul soal yang seharusnya kalian bisa jawab, tiba-tiba lupa cara ngerjainnya gimana.  Maka dari itu jangan pernah panik, woles aja.

2.Jangan Banyak Belajar 
Kalau baca judulnya jangan salah paham dulu.  Maksud gue disini bukan ngajak kalian gak belajar saat menghadapi UN, tapi maksud gue jangan terlalu banyak belajar.  Jangan sampai karena elo kebanyakan belajar, ngapalin banyak rumus, dan bimbel sampai subuh, tapi bisa bikin lo jadi sakit gimana hayo?  Kebanyakan nyerap materi juga gak baik buat otak.  Dan yang pasti jangan belajar saat dipaksa, karena hasilnya bakalan beda dengan belajar saat hati lagi mau.

3.Represing 
Ini ada hubungannya dengan poin 2, kebanyakan belajar emang bisa bikin stress.  Nah maka dari itu ada baiknya untuk meluangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang bisa bikin otak tenang, bisa dengan berolahraga, jalan-jalan, main game, atau apa aja yang bisa bikin otak dan  hati elo jadi nyaman.  Kalau gue paling suka nulis, biasanya gue akan nulis sepulang dari UN di Sekolah, gue malah nulis-nulis di blog, karena dari situ rasa resah yang gue alami selama berada di ruang UN jadi lebih nyaman.

4.Mulai Dari Yang Sulit
Pengalam gue saat ngerjain UN atau Ulangan-ulangan lainnya di Sekolah, selalu gue mulai dari yang sulit.  Loh kenapa? Karena menurut gue, soal-soal yang mudah akan memakan waktu lebih sedikit daripada yang susah.  Gue lebih suka memulai dari yang sulit, karena jadi punya banyak waktu untuk ngerjainnya.

Atau gak kalian bisa pakai cara absurd gue, gue punya juga kebiasaan ngerjain soal dari nomer terakhir baru ke nomer awal.  Ini tehnik rahasia sebenarnya.  Jadi saat gue ngerjain soal 50-25 misalanya, biasanya teman-teman ngerjain dari satu dulu sampai seterusnya, nah saat itu lah gue tinggal minta jawaban yang sudah mereka kerjain, misalanya nomer 1-25, jadi karena gue udah selesai nomer 50-25, sisanya gue tinggal nyotek dan bisa selesai lebih dulu. Nyehehe

5.Doa dan Usaha
Doa tanpa usaha rasanya kayak makan bubur tanpa sendok, dan Usaha tanpa Doa rasanya kayak mau makan bubur tapi tukang bubur-nya gak ada.  Doa dan Usaha memang saling berhubungan, sepintar-pintarnya orang kalau dia sombong Tuhan bisa aja murka dan sekejam dia bakalan jadi idiot.  Nah jangan lupa kalau udah usaha belajar buat UN udah mati-matian, mendekatlah dan minta bantuan kepada-Nya juga.

Biasanya Sekolah menjelang UN, akan mengadakan sholat berjamaah meminta memohon doa untuk kelancaran UN nanti.  Tapi ingat jangan sok dramatis, gue rasa Tuhan juga tahu apa yang dibutuhkan, gak perlu mewek dibuat-buat.

6.Bingkai Harapan Yang sudah baca tulisan fiksi gue “Bubur Ayam (Dibalik C[D]erita Anak Magang)” Pasti udah tau yang ini.  Kalau belum tau klik aja judulnya dan baca ya. :)

Itu dulu Tips Asik Menjelang UN dari gue.  Gue doa’in nanti UN nya lancer ya, lancer jawab pertanyaan, lancer nyonteknya, lancer buka HP-nya, lancer pencernaannya juga, Amin.  Sebagai Penutup Gue punya Quote buat kalian yang mau menghadapi UN.

UN memang menentukan lulus atau tidak-nya kalian saat Ujian nanti, tapi perlu kalian ingat, UN bukan akhir segalanya. 

Kalau kalian sendiri gimana cara menghadapi UN kemarin? Share dikolom komentar dongsss… :D



Pemilu sudah semakin dekat, pian berataan (kalian semua) jangan sampai gak milih ya.  Karena satu suara kalian bakalan menentukan 5 tahun kedepan negara Indonesia kita ini untuk menjadi negara lebih baik lagi.
Bismillah…
Ada dua tipe blogger di dunia ini.  Pertama: Blogger Lurus.  Blogger lurus kerjaanya cuman nulis-nulis, ada yang nulis tutorial, nulis tentang kuliner, nulis tentang kehidupan pribadinya, sampai nulis kalau masih ngarepin mantan pacar dan membiarkan mantanya tahu. Ehmm..  Kedua: Blogger lurus + lengkungan “S” di tengahnya. Iya $$$ Dolar. Tipe blogger ini adalah blogger matre.
Bismillah…

Kemarin, tepatnya tanggal 12 Maret 2014 ulun mendapat kesempatan berharga lagi, yaitu menjadi pemateri atau pembicara, salah satu sekolah favorit di Banjarmasin, yaitu SMAN 7 Banjarmasin dalam rangka memperingati Hut ke-28 yang bertema Endelweiss 2014. Mengundang ulun untuk menjadi pembicara seminar IPTEK, dengan pembahasan tentang “Menulis Kreatif di Blog & Cara Desain Blog”.

Sebelum memulai membahas tentang judul postingan kali ini, yaitu: “Gejala Gagal Move on”. Ada sedikit pemberitahuan *sok penting*. Jadi begini, dari tiga postingan di Januari kemarin, kata kepemilikan “Ulun” yang menggantikan “Gue/Aku/Saya” itu hanya dipakai di beberapa postingan tertentu aja. Jadi tidak semua artikel menggunakan kata kepemilikan itu, terutama artikel tentang cerita fiksi. Alasannya simple, karena bakalan terlihat aneh banget kalau dicampur sama bahasa Banjar.

Bismillahh…
waktu gue menulis ini, gue mengarahkan mouse ke pojok bawah kanan laptop. Ngeliatin tanggal, waduhh sudah tanggal 28 Januari ya… Hmm, bukan-bukan masalah tanggal. Tapi masalah waktu yang benar-benar gak kerasa.