Dulu, sewaktu masih SMP kelas satu, gue sudah merencanakan ingin melanjutkan sekolah dimana. Gue kepengen banget masuk sekolah favorite gue, SMAN 5. Itu dalah sekolahnya Ayah dan Mama dulu, alasanya cukup absurd. Karena gue pengen banget punya siklus relationship kayak mereka. Pemikiran seperti ini mungkin terjadi akibat setiap pulang sekolah gue hampir tiap hari menghabiskan istirahat siang dengan menonton FTV, bukan belajar.

Ayah dan Mama pacaran dari SMP, SMA dan kuliah, sampai kerja pun masih satu tempat, mereka selalu bareng-bareng. Lalu setelah itu mereka menikah. Jarang banget kita temukan di zaman sekarang, Yang ada baru tiga bulan pacaran sudah putus “aku bosen sama kamu, kita udahan dulu ya.” Oke, gue enggak gini banget. Tapi lebih parah.

Setelah lulus SMP gue lalu melanjutkan sekolah, namun gue gagal masuk sekolah favorit gue, dan ngenesnya lagi gue gagal tiga kali menjalani hubungan semasa sekolah. Dan disini gue sadar untuk melanjutkan hidup kedepannya dengan cara lebih sederhana. Lulus Sekolah – Kuliah – Kerja kantoran – cari cewek yang mau menikah dengan gue. Namun pada akhirnya harapan dari sebuah rencana membuat gue belajar saat usia sudah seperempat abad, bahwa;

Tidak ada yang pasti, selain hanya bisa merencanakan.

Ya kegagalan gue adalah ketika apa yang gue rencanakan tidak kesampaian sama sekali. Berharap punya kehidupan yang normal dan sederhana, nyatanya seiring waktu berjalan kita akan menemukan dan dipertemukan dengan berbagai hal yang unik, menarik namun tetap tak luput dari rasa sakit hati dan kecewa.

Kita ada untuk menerima kegagalan. Hadirnya kita di planet ketiga terdekat dari Matahari ini bukan cuman untuk mengeluh dan nyinyir sama status instastories orang-orang. Tapi kita dilahirkan untuk bisa menerima kegagalan, lalu belajar bagaimana kedepannya.

Setiap orang punya standar kegagalan versi masing-masing, tergantung bagaimana akhirnya dia menerima dan melanjutkan. Namun percayalah, setiap yang terjadi pasti ada sebab dan akibat.

Saat membuat postingan ini gue coba bertanya kepada teman-teman di Instagram tentang kegagalan yang mereka alami. Dan tidak sedikit kegagalan yang mereka sampaikan adalah sebuah kegegalan yang gue rasa merupakan penilaian dari masyarakat.

Dinilai Gagal Karena Sebuah Standar Penilaian Masyarakat?

Mau tidak mau, suka tidak suka kita hidup bersosial. Saling bergantung pada mahluk memang sudah takdir, namun yang menentukan jalan sebuah cerita dalam catatan hidup adalah diri kita sendiri. Sayangnya lingkungan kita terutama yang gue rasakan di Indonesia, punya standar kebahagiaan yang harus disama-samakan.


Gagal Masuk Sekolah/Kuliah Yang Diinginkan

dead fuck my life GIF

Saat gue tahu nilai UN gue di SMP sangat menyedihkan, saat itu juga gue tahu kalau gue enggak bakalan bisa masuk sekolah favorit gue. Lalu pada akhirnya gue memilih sekolah “Yang penting ada jurusan yang gue mau” itu salah satu standar gue. Namun yang gue jalani ketika sekolah disana malah tidak sesuai dengan apa yang gue harapkan, bahkan saat gue magang pun masih saja mendapati kejadian-kejadian tidak mengenakkan.

Saat itu gue benar-benar ngerasa menyesal kenapa harus masuk sekolah itu dan magang di tempat yang dimana gue malah banyak mendapatkan penderitaan. Gue pun sempat menggerutu.
“Coba kemarin nilai gue bagus, pasti enggak bakalan begini.”

Ketika kita merasa gagal maka kita akan mencari-cari sumber kesalahan, manusiawi memang.
Tapi setelah dua tahun kejadian itu berlalu, gue benar-benar tersenyum. Kalau saja tidak sekolah dan magang di tempat itu mungkin sampai saat ini mimpi untuk menerbitkan sebuah buku hanya menjadi angan-angan.

Jadi jangan terlalu menyesali dengan apa yang terjadi. Insya Allah pasti ada hal baik yang dapat kita ambil.

Seorang teman blog gue juga bilang lewat DM Instgaram;

“Gagal? Gak pernah. Pernahnya; belum berkesempatan/belum rezekinya.”

Contohnya pas mau ambil jurusan seni musik dan hal-hal yang ga ada hubungannya sama itung-itungan. Waktu itu, mungkin belum waktunya. Nunggu, nunggu, nunggu, eh pas lulus langsung keterima kerja di digital agency yang sesuai passion, ga ada itung-itungan, dan tentunya fun😄

Terus setelah gue tanya apa hikmah yang dia dapat ketika kuliah salah jurusan.

Hikmahnya kuliah di arsitek sih jadi bisa lebih detail (karena terbiasa ngitung bangunan dan segala macem😂), lebih tau ngatur waktu, dan yang pasti lebih disiplin!

Tuhkan.

Gagal Lulus Kuliah Tepat Waktu

backflip graduation GIF

Ini gue banget. Banyak juga ternyata teman-teman gue di sosialmedia yang merasa gagal kuliah karena tidak bisa lulus tepat waktu. Mari kita tertawa bareng-bareng yang kuliahnya sepuluh semesteran.

Buat kalian yang saat ini masih kuliah dan teman-teman seangaktan sudah pada wisuda, jangan berkecil hati. Terkadang kita kurang beruntung dalam akademik, tapi kita pasti selangkah didepan dilain hal.

Orang-orang yang terlambat lulus kuliah punya cerita yang beragam memang, permasalahannya bisa jadi datang dari internal, namun terkadang juga faktor eksternal seperti Dospem, peraturan prodi yang bertele-tele, atau bahkan putus cinta mishalnya. Tsaahh.

Yang terpenting jangan sampai kena DO, itu sih menurut gue. Selama apapun kuliah dan tidak menganggu hal-hal lain terutama pekerjaan (buat yang kuliah sambil kerja) semua sah saja.

Gue juga kemarin kuliah sambil bekerja sebagai guru, mendidik anak orang di sekolah menjadi hal yang sangat sulit karena gue juga dalam masa Pendidikan kuliah. Dampaknya karena terlalu fokus dengan pekerjaan dan menikmati uang lebih dulu, dan akhirnya gue kuliah tidak lulus tepat waktu.

Namun sekali lagi, masyarakat punya penilaiaan standar dan terkadang suka membanding-bandingkan. Apa lagi kemarin baru aja lebaran, pasti ditanya tanya kapan lulus kuliah. 

“Eh… si Burhan bukannya seangkatan sama kamu ya? Kok dia udah lulus?”
“Ya, iyalah dia kuliah D3. Gue kan S1.”

Padahal, lulus kuliah tepat waktu atau diwaktu yang tepat, keduanya punya permasalahan masing-masing. Tinggal kita memilih dan bisa bertanggung jawab atas pilihan kita sendiri, bukan orang lain.

Gagal Menikah Diusia Standar

broken heart drama GIF by Comedy.com

Dikutip dari Detik.com:

“Level pertama diatur dalam Pasal 6 ayat (2) bahwa untuk melangsungkan perkawinan, seseorang yang belum mencapai umur 21 tahun harus mendapat izin dari kedua orang tua. "Artinya, pada level pertama, pada dasarnya batas minimal usia perkawinan adalah 21 tahun. Boleh menikah di bawah 21 tahun dengan syarat mendapat izin orang tua," ujar Lukman.

Level kedua, perkawinan di bawah usia 21 tahun hanya dimungkinkan jika pihak laki-laki sudah mencapai usia 19 tahun dan perempuan 16 tahun, dan keduanya mendapat izin dari kedua orang tua. Ini sebagaimana diatur dalam Pasal 7 UU Perkawinan. 

Level ketiga, jika ada pasangan yang ingin menikah di bawah usia minimal 19 tahun bagi laki-laki dan 16 tahun bagi perempuan, mereka harus meminta dispensasi kepada pengadilan berdasarkan putusan hakim atau pejabat lain yang diminta oleh kedua orang tua pihak laki-laki atau pihak perempuan.

Tiga paragraf diatas hanya sebuah informasi tambahan biar kita sama-sama tahu.

Dan standar masyarakat di Indonesia rata-rata menikah baik Laki-laki atau Perempuan adalah di usia 23 - 26 tahun, itu yang gue tahu. Padahal yang kita tahu, kesiapan menikah terkadang tidak bisa dinilai dari angka, baik angka usia atau bahkan angka materi.

Namun masih saja banyak orang bahkan lingkaran keluarga kita sendiri yang iseng mempertanyakan hal seperti ini, apa lagi ketika ada sepupu yang nikah duluan dan umurnya tidak jauh dari kita. Persiapan mental dan lain-lainnya pun perlu, mengingat pernikahan bukan hal yang dipermainkan.
Insya Allah, pada akhirnya kita akan tumbuh Bersama dia yang kita cintai sampai ajal tiba, dan untuk bertemu dia (pasangan) bukan hal yang bisa kita paksa-paksakan. Masing-masing orang akan bertemu diwaktu yang tepat.

Ada orang yang usia cukup untuk menikah, keuangan juga sudah lebih dari cukup, namun masih belum dipertemukan dengan jodohnya. Apa bisa kita paksa?

Sesekali saja menurut gue boleh kita menanyakan perihal kapan nikah, tapi jangan sampai membuat orang tersebut menjadi terbebani dengan apa yang sudah kita tanyakan. Cukup do’a terbaik untuknya yang kita panjatkan kepada pemilik alam semesta ini.

Menurut pandangan gue pribadi hal-hal standar seperti beberapa yang gue tulis diatas bukan lah standar yang bisa disamaratakan dan tentunya masih banyak lagi penilaian-penilaian yang tidak bisa disamaratakan.

Mendengarkan kata orang memang tidak ada yang salah, selagi masukan yang diberikan menambah wawasan dan pengalaman, serta tidak memojokkan. Tapi segala hal dan perjalanan didunia ini adalah tentang diri kita sendiri. Kita ada untuk gagal dan menyikapi kegagalan tersebut.

Apa bila sekarang kalian yang membaca tulisan ini merasa dalam posisi gagal, ingat ini.

Percayalah, setiap kita kan menjadi pemenang pada waktunya.


Sumber gambar:
- pexels.com
- giphy.com


2009 - Coba aku ingat lagi… sepuluh tahun lalu, tepat dibulan ini. Rasa-rasanya, aku sedang sibuk belajar untuk menghadapi Ujian Nasional, dibangku putih biru. Rasa-rasanya itu adalah saat yang paling menakutkan, tiga tahun sekolah disana, namun harus ditentukan hanya dalam beberapa hari saja. Malam itu aku tidur dengan sangat tidak tenang.

Saat itu aku sudah jarang bermain playstation, uang saku sekolah yang aku punya disisihkan untuk keluar masuk box warnet yang hanya berukuran 50cm x 50cm. Ruangan yang cukup sempit namun dapat berjalan mengililingi dunia. Saat itu adalah awal-awal aku belajar mengenal dunia internet, belajar photoshop dan mengenal dunia blog.

Patah hati? Ya, beberapa bulan setelah UN berlalu, daftar kelam urusan percintaan aku dimulai. Aku memang kurang beruntung dan merasa paling tersakiti dimasa itu. Bahagia sebentar, tapi sakitnya bertahun-tahun. Yang aku lakukan hanya menyibukkan diri dengan segala keterbatasan sebagai anak sekolah yang hanya punya beberapa teman dekat di kelas. Ya, dari sekoitar 40 orang di kelas, teman ku hanya 2 atau tiga orang saja, sisanya, hanya berlalu begitu saja.

Seandainya aku bisa bertemu diri ku di sepuluh tahun lalu, duduk berdua dengannya di bawah pohon ketapang pada suatu sore, aku ingin sekali berbicang dengannya dan ingin sekali rasanya aku menertawakan diri ku sendiri saat itu. Lalu mengusap kepalanya dengan potongan rambut poni, dan berkata.

“Hai... masa itu akan berlalu, kita akan melewatinya dengan suka cita.”

Untuk Aku di Seputuh Tahun Lalu – 2009

Tinggal di rumah nenek mungkin membuat kamu sedikit memiliki jarak dengan kedua orang tua, komunikasi menjadi hal yang cukup langka, terutama Ayah dan Adik kecil mu padahal dulu kamu begitu dekat dan sering bermain Bersama mereka. Mama? Dia cukup sering mengunjungi dan ngobrol dengan mu di lantai dua rumah nenek, sambil memayet kerudung pesanan orang.

Merasa hidup cukup mandiri karena tidak seatap dengan orang tua diusia belasan, membuat diri mu merasa dewasa dan cukup bisa mengambil keputusan. Atau tepatnya bisa jadi sedikit lebih egois dan keras kepala, padahal diam-diam Ayah mu senantiasa memperhatikan dengan diamnya.

Tapi tenang, nanti kamu akan semakin dekat dengan Ayah mu. Berbicara banyak dengannya setelah setengah abad dia lalui, dan saat usianya yang kian menua membuat kamu akan lebih sadar. Bahwa keluarga adalah yang paling berharga dari pada yang kamu dapatkan selama ini.

Sekarang kau hanya cukup menjalani hari dengan baik dan benar, tak usah ikut-ikutan kegiatan teman-teman mu. Cukup fokus dengan apa yang kamu sukai, maka dia akan mejelma menjadi kebaikan untuk mu pada waktunya nanti.

Saat SMK kau nanti akan menjadi pelatih PMR di SMP kebangaan mu, memiliki penghasilan sendiri walau tidak seberapa. Akan lebih sering menghabiskan uang untuk membeli paket internet, membeli novel romace comedi dan suka mengunjungi perpustakaan. Kau akan baru sadar hal ini ternyata menyenangkan ketimbang bermain game.

Setelahnya lulus kamu akan semakin banyak menemukan hal baru, teman baru hingga hubungan baru dengan seorang perempuan. Hanya saja perjalanan cintamu belum beruntung, karena dia bukan untuk mu. Ikhlas adalah hal yang akan paling mengujimu, namun melepas akan lebih ringan dirasakan ketimbang sebelumnya karena kamu belajar dari hubungan-hubungan yang gagal.

Sabar dit, masa itu akan datang. Sekali lagi… kau hanya perlu fokus mengerjakan apa yang menjadi kesenangan mu.

Menerbitkan dua buku mungkin tidak akan pernah ada dalam benak mu saat ini. Karena perencanaan fikiran simple mu tidak akan sejalan dengan realita; Masuk Sekolah  terkenal – Kuliah – Bekerja – Menikah . Itu tidak akan terjadi, karena kenyataannya kamu akan melalui hal yang lebih menarik, walau kadang terlalu rumit.

Tapi. Tenang saja. Ingatlah pesan ku diawal tadi. Masa itu akan berlalu, kita akan mampu melaluinya.

Oiya… ada satu rahasia yang harus kamu jaga, tapi biar aku beritahu sekarang dan jangan beritahu siapapun ya.

Nanti. Kamu akan tinggal satu atap dengan perempuan impian mu selama ini. Hehee :D

Bismillah...

Beberapa waktu yang lalu gue ngasih kejutan kecil ke istri, yaitu nonton film Dilan 1991. Padahal malam sebelum film itu tayang istri sudah ngajak tapi gue sok sibuk. Hihi maaf ya.

                “A, besok sibuk kah?”
                “Besok malam ada yang a mau kerjain”
                “Besok ada Dilaann”
                “Kan bisa hari senin”
                “Hmm… oke”

Malam itu gue tidur di bawah kasur. Enggak deng.

Besoknya gue kirim tiket Mtix lewat whatsapp dan dia seneng dong. Wkwk… Singkat cerita kami menonton dengan hikmat malam itu, dan sejak saat itu gue tahu setiap menonton film di bioskop tangan ini akan selalu hangat. Wahahaha…

Suasana kota Bandung yang gue liat dari tiap adegan membuat gue penasaran banget pengen berkujung ke sana, apa lagi waktu adegan Milea datang ke rumah sepupu jauhnya yang baru saja datang dari luar negeri. Disana terlihat bagai mana pemandangan rumah-rumah lawas di perbukitan dan pepohonan besar yang menyejukkan.

Lalu istri gue nyeletuk ditengah film “Di Bandung itu enak banget loh suasanannya a” dia udah pernah kesana waktu itu bareng rekan satu kantor, tapi kata istri gue yang bikin sedih adalah dia di kamar hotel sendiri karena teman satu kantor yang lain mengajak istri dan anak masing-masing. Gue ketawa banget pas dia cerita kayak gitu, ternyata enggak jauh beda sama gue dulu.

Waktu itu dia dan rekan kantornya menginap Hotel di Bandung yang bernama Grand Cordela di daerah Jl. Soekarno Hatta lewat pencarian di Pegipegi. Pegipegi adalah situ penyedia jasa untuk memudahkan kita memesan hotel, tiket pesawat, serta tiket kereta api. Pegipegi memfokuskan untuk membantu para traveling dalam perjalanan mereka liburan atau perjalanan bisnis dengan menjadi lebih Fun Traveling Partner.

Zaman sekarang sangat mudah untuk kita yang mau liburan untuk memesan kamar hotel. Di Pegipegi kita tinggal buka situs website mereka, yaitu pegipegi.com dan langsung muncul menu untuk pemesanan hotel, tinggal isi deh nama tempat liburan, atur tanggal dan masukkan jumlah tamu atau kamar yang ingin kita pesan. Selain lewat website kita juga bisa download aplikasinya lewat App Store dan Google Play, gampang banget kan?



Selama disana mereka mengunjungi beberapa tempat wisata yang mengasikan salah satunya Glamping Lakeside Rancabali yang berada Jalan Raya Ciwidey Situ Patengan Km.39. Dissana kita bisa menemukan danau yang cukup besar dan yang paling iconic dari tempat wisata itu adanya kapal Phinisi besar di antara perbukitan.



Ets… bukan kapal beneran yang biasa berlayar ya hhe. Kapal ini dibuat khusus selain untuk daya tarik pengunjung untuk berfoto, fungsi utamanya adalah untuk restoran. Pemandangan dari atas kapal Phinisi ini sunggu indah dan memanjakan mata, apa lagi dinikmati sambil makan-makan dengan pasangan, romantis banget.



Selain itu pengunjung juga dapat mencoba naik perahu untuk memutari danau dengan biaya sekitar Rp 25.000 atau Rp 15.000 perorang, dan terkadang pengunjung harus sedikit bersabar karena terkadang embun cukup tebal turun di danau ini sehingga jangkauan mata menjadi terhalang, sangat bahaya kalau menaiki perahu dengan cuaca seperti itu.

Kata istri gue sih tempat ini sangat rekomendasi untuk dikunjungi sebagai list salah satu tempat wisata di Bandung yang harus didatangi para wisatawan. Oiya, satu lagi. Jangan pernah menggunakan heels ke tempat ini karena kontur tanah menanjak apa lagi saat menuju ke restoran. Dan jangan lupa pula untuk menggunakan pakaian tebal minimal jaket saat berada sini, mengingat suhu yang sangat dingin.

Bismillah...

HHAAAHHHH! *nafas naga* *pembaca pingsan* Halo mblo... Oke, mungkin itu terdengar terlalu kasar tapi tenang saja, badai pasti berlalu, masa lalu yang kelabu akan berganti dengan pelangi saat akad sudah diucapkan dan saksi mengucapkan satu kata "SAH!".

Hahaha.. entah apa yang bisa gue tulis lagi untuk menggambarkan betapa bahagianya diri ini pada akhirnya bisa menyudahi gelar jomblo. Kalian tentu sudah tau banget seperti apa kehidupan gue lewat tulisan-tulisan yang gue bagikan baik di blog atau di sosila media lainnya.

Ke-galau-an, masa lalu, kesendirian adalah hal yang biasa dalam keseharian gue, dan bukan rahasia lagi untuk klean-klean netizen. Walau kebahagiaan ini tidak bisa gue susun dalam kata, namun akan selalu ada rasa syukur dalam menjalani hari-hari ini selepas status gue berubah menjadi seorang SUAMI *sengaja caps lock* dari seorang perempuan yang dulunya hanya gue kenal lewat Twitter di seberang pulau sana.

Istri ku tercinta, Nanda Destiyani.


H-1 sebelum akad, gue sengaja upload foto kami berdua dan gue juga sudah bisa menebak bagai mana respon teman-teman gue setelah tahu kalau gue akan menikah besok. Kaget? sudah pasti, bahkan yang paling kampret ada yang bilang ini cuman setingan... Sampai yang paling enggak nyambung ada yang komen "kasian gempi".

INI APAAN MAKSUDNYA!

Seminggu sebelum acara, sebenarnya gue sudah memberikan sedikit tanda kalau gue akan menikah, hanya saja sengaja gue kemas dalam bentuk konten yang orang-orang kira cuman konten yang kayak biasa gue bikin, padahal ada sesuatu dibalik konten yang gue upload itu.

Salah satu tulisan tanda gue waktu itu akan menikah adalah tulisan PINDAH ini di blog. Gue posting seminggu sebelum akad.

Puas juga ya ternyata bikin gempar orang-orang. Hahahahaa.

Dan tidak sedikit pula yang bertanya tentang bagai mana kami bertemu lalu akhirnya menikah. Nah, dari pada gue ngejawab satu persatu dan bikin pegel ngomong, gue dan istri memustuskan untuk bikin vidio tentang "How We Met?" yang akan menjawab pertanyaan kalian semua.

Btw, jangan lupa subscribe channel youtube gue ye hhe.


Zamannya digital, pembayaran berbagai macam tagihan pun sudah memasuki era cashless. Termasuk soal bayar tagihan telepon pascabayar, yang sekarang jadi semakin mudah dan nggak ribet karena bisa dilakukan di Traveloka.

Bukan hanya sekadar online travel agent terpercaya, Traveloka juga dikenal sebagai tempat pembelian pulsa dengan harga murah dan banyak promonya. Dan sekarang, bukan hanya pulsa prabayar yang bisa dibeli di Traveloka, tetapi kamu juga bisa membayar tagihan telepon pascabayar.
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan, memilih menggunakan kartu pascabayar menjadi keharusan bagi beberapa orang. Karena itulah jumlah pengguna kartu ini semakin bertambah, karena operator pun menawarkan berbagai kelebihan buat penggunanya.

Tetapi untuk urusan bayar tagihan pascabayar, hanya Traveloka tempat terbaik untuk melakukannya. Banyak kelebihan membayar tagihan pascabayar di Traveloka yang pasti bikin kamu makin cinta pada aplikasi ini.

Praktis

Semudah membeli pulsa prabayar. Begitulah pengalaman bayar tagihan pascabayar di Traveloka. Cukup dengan satu aplikasi, semua tagihan bisa dibayar dengan mudah. Baik via website maupun aplikasi, sama-sama mudahnya.


foto:medium.com

Hemat Waktu

Bayar tagihan pascabayar di Traveloka jelas menghemat waktu. Kamu nggak lagi harus antri di kantor masing-masing operator untuk melunasi tagihan. Cukup dengan membuka aplikasi Traveloka, buka menu Bills and Top Up, lalu masuk ke menu tagihan pascabayar dan masukkan nomor telepon yang kamu gunakan. Hanya dalam hitungan detik, jumlah tagihan yang harus kamu bayar akan muncul di layar dan lanjutkan dengan pembayaran.

Hanya dalam waktu beberapa menit saja, pembayaran tagihan pascabayar bisa kamu lakukan. Singkat dan mudah bukan?

Banyak Bonus

Traveloka selalu setia memberikan promo bonus kepada para pelanggannya. Dari waktu ke waktu, selalu ada promo yang disebarkan dan pastinya membuat transaksi jadi lebih menyenangkan. Mulai dari promo diskon langsung dan berbagai promo lainnya bisa kamu dapatkan di sini.
Karena itulah, rajin-rajin cek kolom promosi di halaman utama Traveloka ya. Siapa tahu kamu beruntung dapat promo diskon yang lumayan.



Berbagai Metode Pembayaran

Kemudahan lain yang diberikan oleh Traveloka adalah kemudahan pembayaran. Berapapun tagihan yang harus kamu bayar, Traveloka menyediakan metode pembayaran yang lengkap. Mulai dari transfer antar bank lewat ATM, mobile banking hingga e-banking. Selain itu kamu juga bisa melakukan pembayaran dengan Traveloka Pay atau PayLater. Juga ada pilihan pembayaran menggunakan kartu kredit dan melalui Indomaret atau Alfamart.

Masing-masing metode pembayaran punya promo yang berbeda-beda. Jadi, bacalah semua promo yang ada di Traveloka dengan detail, agar kamu nggak kelewatan promo menarik untuk pilihan pembayaran yang berbeda.

Jangan Lupa Pasang Reminder

Ketika menjelang tanggal jatuh tempo bayar tagihan pascabayar, biasanya operator akan mengirimkan pesan pemberitahuan. Namun kadang pesan ini tidak cukup untuk mengingatkan bahwa kamu harus membayar di tanggal yang sudah ditetapkan.

Agar tidak sampai kena blokir, pasang reminder bayar pascabayar di Traveloka begitu dapat pesan pemberitahuan. Nggak seru dong kalau komunikasi terputus karena lupa bayar tagihan bulanan.

Dengan cara bayar yang lebih mudah, sudah nggak ada lagi alasan lupa bayar tagihan telepon pascabayar. Buat akun Traveloka sekarang juga, dan nikmati berbagai kemudahan yang diberikan dalam satu genggaman.