Bismillah...

Seperti dipostingan sebelumnya, kali ini gue akan cerita soal buku kedua gue. Jadi, selama gue nggak ngeblog lagi sebenarnya gue masih sering menulis, hanya saja nggak sepanjang menulis kayak di blog. Biasanya sih gue nulis di twitter, bentar, itu nulis atau ngetwit sih?

Gue sering nulis quote di twitter atau biasanya yang agak panjang gue akan tulis dicaption instagram gue. Posting foto landscape atau kopi, terus dikasih caption yang nggak nyambung sama foto nya, bodo lah kalau gak nyambuang tapi gue seneng, toh instagram punya gue.

Nah, berawal dari sana gue jadi mikir. Kenapa nggak coba gue bikin buku kumpulan sajak aja dan ngajak beberapa orang buat nulis dibuku tersebut. Singkat cerita akhirnya gue mengajak tiga orang penulis yang kriteriannya masuk dalam kategori yang gue butuhkan dalam buku sajak tersebut dan mereka adalah Dha’il, Lily, dan bang Gajali si pemilik akun Sajaklama yang sudah lama gue follow.

Secara keseluruhan sebenarnya mereka lebih berpengalaman menulis kalimat romantis yang bisa bikin sipembaca klepek-klepek, dari pada gue yang kalau nulis quote bikin pembaca kesurupan.

Buku kumpulan sajak ini berjudul ELEGI - Pertemuan adalah perpisahan yang menunggu waktu. Walau buku ini adalah kumpulan sajak tapi gue dan temen-temen ngedesain alurnya kayak sebuah cerita, dimana kalian akan kami bawa untuk melalui fase-fase ketika jatuh cinta, patah hati, rindu, lalu berakhir dengan mengikhlaskan dengan cara paling bahagia.

Buku ini terdiri dari empat bab dan cukup ringan dibaca oleh siapa saja, gaya tulisan gak seberat gayanya ibuk sosiallita kok, eh. Dan di setiap awal bab akan ada ilustrasi kece dari temen-temen barista dari bebrapa coffee shop di Banjarmasin.



Soal harga masih belum dapat info dari penerbit, tapi menurut perkiraan di bawah limapuluh ribu, sih harusnya. Nah terus, kami para penulis tidak mengambil keuntungan apapun dari buku ini karena royaltinya nanti akan kami sumbangkan ke teman-teman kita yang membutuhkan. Kayak fakir asmara contohnya mungkin. Eh, nggak ding.

Kami akan terbuka soal berapa jumlah royalti yang kami dapat dari hasil penjualan buku Elegi nantinya dan kemana akan disumbangkan nantinya.

Oiya. Buku kedua ini bukan lanjutan dari buku pertama gue Diary Anak Magang loh ya. Hmm... semoga buku lanjutan dari Diary Anak Magang bisa gue tulis lagi.

Buku Elegi ini nggak PO jadi insya Allah akan dijual langsung kalau sudah ready, kalau gak ada halangan akan terbit dipertengan bulan Maret ini. Yap! pantengin aja sosmed gue di twitter sama instagram ya, biar kalian tahu kapan jodoh akan menghampiri bukunya udah ready (biar keliatanannya ada yang merhatiin gue).
Fitur Evercoss WINNER Y STAR 

Meskipun hp Evercoss sudah terkenal dengan harganya yang jauh lebih murah dan lebih bersahabat dengan isi kantong para masyarakat, namun produsen Evercoss selalu berusaha untuk menciptakan hp yang tidak murahan. Banyak para masyarakat yang berkeinginan untuk memiliki hp Evercoss karena selain sudah dilengkapi dengan spesifikasi yang lengkap, maka untuk harga handphone Evercoss itu sendiri pun juga dibandrol dengan harga yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan jenis hp yang lainnya.

Pada dasarnya masyarakat yang berkeinginan untuk melakukan pembelian hp tidak hanya memperhatikan pada spesifikasi pada hpnya saja, melainkan juga memperhatikan pada harga yang diberikannya pula, karena bagi masyarakat yang melakukan pembelian haruslah disesuaikan dengan budget yang dimilikinya. Jika membeli hp melebihi budget yang dimilikinya tentunya hal ini akan menjadikan para masyarakat merasa di beratkan akan hal ini. Oleh sebab itu lah Evercoss menjadi brand ternama yang selalu mengetahui keluh dan kesah para masyarakat.

Ingin bergaya dengan mengikuti pada perkembangan jaman pun dapat dilakukan tanpa harus mengeluarkan banyak uang, karena Anda masih tetap tampil kekinian dengan kecanggihan teknologi yang ada dengan memiliki smartphone yang canggih dan dilengkapi dengan adanya kecanggihan teknologi yang dibutuhkan oleh para masyarakat setempat atau para penggunanya. Jika Anda berkeinginan untuk melakukan pembeliannya, maka Anda dapat untuk mengetahui pada daftar harga handphone Evercoss yang sudahbanyak dijual di pasaran.

Ini lah hp Evercoss keluaran terbaru yang wajib Anda tahu, yaitu:


Winner Y Star


·         Memiliki Layar IPS 5.0 inchi, dengan resolusi 720 x 1280 pixels.
·         Quad Core 1.1 GHz.
·         Memori Internal 16 GB dan 2 GB RAM.
·         Memori Eksternal microSD 32 GB.
·         Kamera Belakang8 MP, LED Flash, Autofocus.
·         Kamera Depan 8MP.
·         Baterai: 2450 mAh.

Genpro X

Genpro Genpro X Pro


·         Layar LCD 5.0 inchi dengan resolusi layar 720 x 1280 pixel.
·         Qualcomm Snapdragon 212.
·         Quad-core 1.3 GHz.
·         Memori Internal: 16 GB dan 2 GB RAM.
·         Memori Eksternal256 GB.
·         Kamera Belakang13 MP, Autofocus, , LED Flash.
·         Kamera Depan8MP.
·         Baterai: 2650 mAh.

Winner Y Smart

U50A_Black_11.png

·         Layar LCD 5.0 inci dengan resolusi720 x 1280 pixels.
·         MediaTek MT6753.
·         Quad-core 1.3 GHz Mali-T720.
·         Memori Internal 8GB dan 2GB RAM.
·         Memori Eksternal32 GB.
·         Kamera Belakang 8 MP, Autofocus, dan LED Flash.
·         Kamera Depan5MP, dengan LED Flash.
·         Baterai: 2450 mAh.

Masih ada banyak lagi untuk tipe dari hp Evercoss yang mudah Anda jumpai di pasaran bahkan Anda dapat untuk melakukan pembelian secara online di beberapa situs belanja online yang dapat dengan mudah untuk Anda jumpai dan dengan harga yang diberikan pun Anda dapat untuk melakukan pertimbangan antara toko yang satu dengan yang satunya. Dengan begitu maka Anda tidak perlu merasa khawatir lagi akan hal ini, karena Anda masih ada cara lain yang dapat untuk Anda lakukan dalam melakukan pembeliannya. Terlebih lagi untuk melakukan pembeliannya pun juga sudah dapat dilakukan secara online.

Dengan melakukan pembelian secara online maka hal ini akan lebih memudahkan diri Anda dalam melakukan pembeliannya, karena Anda dapat untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu pada harga handphone Evercoss yang ada di pasaran terlebih dahulu kemudian barulah Anda melakukan pembeliannya yang sesuai dengan budget yang Anda miliki. Alangkah baiknya jika Anda melakukan pemilihannya sesuai dengan budget dan sesuai dengan kebutuhan.

Hari libur adalah hari yang sangat berharga bagi kami yang sudah bekerja. Berbeda ketika masih kuliah dulu. Masih bisa leyeh-leyeh sepulang kelas, masih bisa jalan-jalan walau tugas sudah menanti, masih bisa ketemuan sama mantan pacar secara diam-diam. Eh.

Sebelum memulai tips persiapan me time gue mau sedikit menjelaskan tentang me time. 

Me time adalah waktu sendiri dimana kalian akan meluangkan waktu yang kalian punya untuk beraktivitas hanya sendirian tanpa bayang-bayang gebetan yang udah bahagia sama temen sendiri. Ya, gak beda jauh sama jomblo, sih. 

Ada banyak cara yang orang lakukan ketika melakukan me time tergantung dia sukanya apa, bisa menyalurkan hobi atau jalan-jalan ke satu tempat. Kalau gue biasanya bakalan ngelakuin beberapa hal sekaligus secara berurutan, jadi udah direncanaan seharian mau ngapain aja, tujuannya sih biar waktu luang yang gue punya bisa gue pakai semaksimal mungkin. 

Ya, namanya juga udah kerja, jadi me time harus benar-benar dimanfaatin banget. 

Nah, disini gue punya tips buat kalian yang bingung mau memulai me time dari mana, cara ini khusus yang beginner yang masih bingung gimana caranya menikmati waktu sendiri. Kalau yang baca ini udah expert mungkin bisa share di kolom komentar ya. 


MANDI

Sebelum kalian mau beraktifitas khususnya di luar rumah, gue sarankan untuk melakukan hal wajib ini: Mandi. Walau remeh dan kalian tiap hari sudah melakukannya, aktifitas mandi nggak boleh kalian tinggalkan biar badan wangi dan seger. Nggak mau kan pas jalan-jalan ke mall kalian dilemparin batako. 

Disarankan juga untuk menggunakan pengharum ruangan badan dan kalau perlu gunakan handbody sun block atau handbody pemutih badan karena cowok juga wajib merawat kulit.


OOTD TERNYAMAN

Outfit Of The Day. Walau menikmati waktu cuman sendiri bukan berarti outfit yang kalian pakai itu B aja. Coba pakai pakaian terbaik kalian dan yang terpenting nyaman. Karena sejatinya selama apapun kalian menjalin hubungan tapi kalau nggak pernah bikin nyaman, ya buat apa? Seneng enggak, sakit hati tiap hari iya! 

Emosi sendiri gue... 

Yang penting jangan pakai yang bikin kalian ribet, kayak pakai baju barongsai ke mall.


BATERAI FULL DAN BAWA CHARGER

Gue pernah iseng bikin voting di instagram, mending mana? Ketinggalan HP atau Dompet. Ternyata banyak yang mending ketinggalan HP daripada dompet. Kalau gue mending gak ketinggalan keduanya. 

SERAH LU DIT! 

Kalau mau jalan-jalan gue kasih saran baterai gadget baik HP atau laptop harus di charger sebelum berangkat, pastikan minimal udah terisi minimal 80% sebelum berangkat me time. Gue pernah kelupaan dan saat gue tiba di coffeeshop baterai hp gue tinggal 15% dan gue nggak bawa charger. Sumpah gue mati gaya, apa lagi udah pesen minum, ke-bete-an bertambah ketika ada cewek cantik duduk di seberang, jadi gak bisa lama-lama dan bingung harus berbuat apa.


BAWA BUKU BACAAN ADAN BAWA HEADSET

Ini obat dari masalah di atas obat anti mati gaya, yap bawa buku bacaan. Gue kalau lagi me time biasanya bawa hand bag yang muat sama satu buku, gue pasti bawa satu buku bacaan yang belum sempat gue selesaikan. 

Biasanya sih gue memang memanfaatkan waktu kosong buat menyelesaikan buku bacaan gue. Udah gak kayak dulu lagi bisa baca buku banyak dalam beberapa hari, sekarang buat menyelesaikan satu buku aja bisa berbulan-bulan parah emang. Dan jangan lupa bawa headset biar bacanya makin asik sambil dengerin musik, gue sih kadang lebih konsen kayak gitu biar nggak dengerin orang di samping ngegosip.


SUDAH TAHU MAU KEMANA

YAIAYALAH! MASA LU GAK TAHU MAU KEMANA! 

// 

Segitu aja sih tips persiapan me time untuk pemula dari gue, semoga apa yang gue sampaikan ini bisa bermafaat untuk kalian yang ingin mencoba melakukan aktifitas sendiri yang menyenangkan. 

Dan untuk yang sudah paham banget gimana cara melakukan me time yang asik silahkan share versi kalian sendiri. Karena berbagi itu indah, tapi jangan pernah berbagi kebahagian yang sudah kalian tanam bedua. 

Sekian.

Kau tersandar diujung sandaran sofa berwarna merah dan terlihat cukup lelah. Namun jujur saja aku cemburu, apa nyamannya dia sedangkan bahuku cukup empuk untuk menahan letihmu atau mungkin dukamu di masa lalu. Pertemuan pertama yang cukup lucu, setelah aku bersikeras meminta bertemu hanya untuk mengabsen di mata indah mu, kalau aku masih berhadiri dan menunggu. Dan, Ah... Senyummu masih saja tidak berubah, selalu berhasil memporak porandakan seisi perut setelah empat tahun lalu pertama aku mengabsen namamu.


Oke, mungkin paragraf pembuka di atas telihat berlebihan. Tapi jujur dari tadi gue bingung mau menulis apa hanya untuk membuka tulisan, setelah sekian lama rumah ini tinggalkan. Seperti pertemuan pertama setelah sekian lama hanya bisa memantau dari story instagram.

Tau kan, rasanya kayak sedikit agak canggung. Setelah hampir satu tahun blog ini matisuri dan hari ini resmi untuk bangun kembali.

Bukannya gue nggak rindu untuk melakukan aktifitas yang menyenangkan, sebuah hobi yang dibayar pula. Namun pada akhirnya semakin bertambah usia ada hal yang harus lebih diprioritaskan.

Beberapa teman dekat menyayangkan ketika mereka tahu kalau gue memutuskan untuk berhenti menulis, tapi pada akhirnya gue malah kembali hhe. Ada kesedihan tersendiri saat gue memutuskan untuk berkata "cukup" kemarin, tapi jujur gue nggak pernah berniat untuk berhenti menulis, ya walau pun gue sadar diri, apa sih bagusnya yang gue tulis selama ini, toh isnya cuman curhatan dari masa silam yang rumit.

Tapi setidaknya ada banyak hal yang bisa gue ceritakan buat anak dan cucu kelak, menanfaatkan sebuah teknologi sebaik mungkin yang bisa membawa gue untuk melakukan berbahagai hal baik. 

Jadi alasan gue lama nggak ngeblog cuman jeduh?

Salah satunya. Dan salah dua adalah ketika gue merasa apa yang gue tulis dan bagikan ke sosial media, hanyalah sebuah keegoiskan dari diri gue pribadi.

Maksudnya gini. Gue masih ingat banget tujuan kenapa awal mula gue ngeblog "semua hanya karena kesenangan" gue bener-bener merasa cukup bahagia ketika apa yang gue rasakan bisa tersampaikan melalui tulisan.

Dan akhir tahun 2016 gue merenung dan melihat kembali perihal apa yang gue tulis. Apa yang gue tulis mungkin bisa saja bermafaat untuk sebagian orang namun gue sadar bahwa yang gue tulis hanyalah karena uang semata.

Gue menulis bukan karena gue bener-bener butuh menyalurkan emosi tapi lebih karena menulis oleh uang. Tidak masalah memang toh hobi yang menjadi lahan rupiah adalah sebuah kebanggan, namun sekali lagi gue benar-benar sadar bahwa yang gue lakukan hanyalah sebuah kesenangan bukan kepuasan batin.

Dan puncaknya ketika gue bertemu dengan Agung Aritanto seorang teman yang cukup kritis dengan apa yang gue tulis. Jadi dia adalah salah satu pembaca yang cukup setia membaca tulisan gue sejak tahun 2011 saat itu gue sedang menulis derita anak magang. Lalu ketika kami kumpul-kumpul dengan teman satu komunitas dia bilang ke gue.

"Gue ngerasa tulisan lo itu sampah belakangan ini dit ,bukan tulisan yang selama ini gue kenal sebagai adit."

Oke... sebenarnya gue lupa gimana kalimat Agung kemairn tapi isinya kurang lebih kayak gitu. Semua kekecawaan dari pembaca setia.

Maaf gung, sengaja gue kasih blog sama garis bawah...

Lalu ketiga.

Soal pekerjaan. Pada akhirnya gue harus tahu yang mana harus benar-benar gue prioritaskan. Tepatnya semester dua tahun kemarin, gue diberi jabatan oleh sekolah dikasih tanggung jawab yang lebih dan gue cukup merasa bersyukur, karena artinya gue diberi kepercayaan. Dalam kesempatan itu gue mau buktiin dan pengen mengembangkan bakat siswa siswi gue di sekolah, gue jadi lebih banyak meluangkan dan memberikan waktu untuk sekolah.

Sedikit sedih, iya. Separuh waktu dalam 24 jam yang gue punya hampir tidak ada untuk diri gue sendiri, pulang-pulang matahari sudah mau pergi sampai rumah isterahat adalah prioritas kedua. Seandainya dalam sehari kita diberi waktu 48 jam.

Terus apa gak ada yang bisa gue kerjain lagi?

Ada.

Mungkin yang masih follow gue disosmed pasti tahu hal apa yang sering gue share, Yap! Kopi. setidaknya si pekat itu menyelamatkan gue dari hal-hal menyibukkan, gue juga sempat magang jadi barista di salah satu coffee shop punya temen.

Mungkin tulisan selanjutnya gue bisa kali ya share pengalaman soal kopi. hhe

Oiya, satu lagi.

Tulisan selanjutnya gue mau bahas soal buku kedua. Tepatnya buku sajak, baca ya entar tulisannya.

//

Alasan-alasan di atas yang membuat gue untuk tidak menulis di blog lagi kemarin. Waktu yang sempit dan dikecewakan oleh diri sendiri. Hmm.... Tapi tulisan ini adalah sebagai awal kembalinya gue untuk mengisi rumah ini kembali dengan cerita random.

Jadi... bisa kita mulai lagi?

4 Januari lalu sebelum jam dua belas malam, gue dan sepupu gue yang dari Lombok si Renda pergi ke Office Coffee. Satu kedai kopi favorite yang hampir tiap hari selalu gue datangi, disana ada banyak hal yang bisa gue temukan bahkan bukan hanya soal kopi dan pengalaman baru, seperti perkara; rasa pahit dari segelas kopi lebih bisa dinikmati dari pada kepergian seseorang.

Malam itu gue sengaja nggak pesan cafe latte atau v60 yang biasa gue bikin sendiri di dalam bar karena besoknya gue harus mengajar, kalau sudah tengah malam minum kopi gue pasti rada susah tidur kecuali 5 jam setelahnya baru bisa merem. Jadi malam itu gue putuskan untuk menyeruput segelas hot green tealatte dan Renda memilih hot cafe latte dengan single espresso.

Gue dan Renda sudah dari zaman orok bareng-bareng, kami dijatuhkan Tuhan ke dunia cuman selisih beberapa hari. Dulu gue paling seneng nginep di rumah nya, waktu masih SD kami seneng main game Mario Bros, gue masih ingat juga dulu kami pernah main bola plastik nyerang komplek sebelah, Renda yang orangnya emang emosian malah berantem, gue yang melihat kejadian itu cuman bisa misahin lalu narik-narik Renda ke tempat kami markir sepeda karena gue emang nggak bisa berantem dan cemen banget waktu dulu. Ya... sampai sekarang, sih.

Pas gue balik sekolah ke Banjarmasin si Renda malah sekolah di Lombok karena harus ikut Ayah nya yang dapat tugas di sana. Jadi kami baru ketemu setahun atau dua tahun sekali saat Renda dan keluarganya merayakan hari raya idul fitri di Banjarmasin.

Seiring bertambah usia, banyak banget perubahan-perubahan yang terjadi diantara kami dari seorang remaja yang mencoba untuk gaul. Dari yang awalnya pembicaraan kami hanya soal episode Shincan, berubah ke soal cewek yang disukai dan soal pacar-pacaran. Tapi ada yang nggak berubah dari Renda yaitu sifat emosi dan ego yang kadang terlalu tinggi, oiya dan satu lagi yang nggak berubah dari Renda. Gue lebih ganteng dari dia.

Sabar ya sabar, ini ujian, ujian dari Allah.

Sekarang usia kami sudah kepala dua. Gue lagi belajar ikhlas di panggil Bapak guru sama siswa-siswa gue dan mencoba untuk menumbuhkan kumis dan janggut biar para orangtua siswa bisa bedain mana guru mana siswa. Lelah Bapak nak dikira siswa terus. -____-“ Sedangkan si Renda baru saja menyelesaikan kuliah dan mendapatkan nilai cumlaude yang gue lihat dari foto di instagram nya, padahal gue tahu selempang cumlaude itu cuman photoshop.

Malam itu adalah malam terakhir dia di Banjarmasin karena besok sudah harus ke Lombok lagi menyelesaikan beberapa urusan kampus dan sibuk melamar kerjaan. Sebenarnya gue berharap dia nggak balik ke Banjarmasin lagi, kerjaannya cuman nyusahin gue. Hih! Nyesel gue punya sepupu kaya dia, pengen gue cubit keteknya pakai jepitan kuku.

Sebelum kami menyeruput sisa minuman terakhir masing-masing, ada satu pertanyaan dari Renda yang sempat bikin gue mikir lama. Satu pertanyaan yang bagi gue tidak biasa, namun harus dijawab dengan jujur karena kita tidak akan pernah tahu seperti apa orang yang akan bersama kita kelak dan kita juga tidak tahu seperti apa masa lalu nya.

“Dit, sekarang kalau lo berada dalam dua pilihan lo pilih satu yang mana. Menikah dengan wanita perawan atau yang sudah nggak perawan, dan keduanya mau jadi istri lo?”

Gue kaget saat Renda tanya kayak gitu karena sebelumnya gue nggak pernah dapat atau dihadapkan dengan pertanyaan semacam itu, apa lagi obrolan kami berdua kadang gak ada yang serius. Kalau tanya soal hubungan LDR, ditinggalin, diselingkuhin atau soal move on mungkin gue masih bisa jawab.

Terjadi jeda cukup lama, Renda menatap gue menunggu jawaban sambil sesekali menjatuhkan abu rokonya ke dalam asbak di meja kami. Karena terlalu lama gue tanya balik ke dia, lalu Renda menjawab.

                “Ya jelas lah gue lebih memilih yang perawan, gue nggak mau istri gue pernah ngelakuin hubungan sex sama cowok lain. Itu artinya dia nggak bisa jaga diri!”

Gue melihat ujung puting rokoknya yang menyala-nyala, satu isapan panjang selesai setelah ucapannya berakhir dan seketika asap rokok yang cukup banyak di keluarkannya tidak ke arah gue, karena dia tahu gue nggak ngerokok.

Entah kenapa pandangan orang terhadap perempuan-peremuan yang tidak perawan kadang di lihat kurang enak di mata masyarakat. Kadang suka dinilai sebagai perempuan yang gampangan dan lain sebagainya beraroma negatif, itu yang gue rasakan sampai sekarang di mata masyarakat bahkan orangtua kita.

Beberapa hari sebelumnya, Ayah dan Mama sempat berdebat kecil memutuskan soal perempuan seperti apa yang cocok untuk mendapingi anak pertamanya ini. Sekarang gue lebih terbuka soal hubungan dengan mereka, yang dulunya suka disembunyiin sekarang sudah saatnya mereka kenal sama perempuan mana anak nya ini sedang dekat. Karena bagi gue, restu kedua orangtua penting walau yang menentukan tetap gue sendiri.

Ayah bilang.

                “Adit itu hobi nya nulis, dia suka kerja di luar kayak di cafe, dia butuh suasana tenang dan nyaman. Jadi dia nggak cocok sama perempuan yang suka mengatur apa lagi melarang dia kemana-mana. Hobi nggak boleh diganggu tapi bukan juga dijadikan yang utama.”

Dari sana gue tahu salah satu sifat perempuan seperti apa yang gue butuh kan, Ayah yang biasanya cuek dan suka marah-marahin gue waktu kecil ternyata diam-diam memperhatikan hal yang gue sendiri kadang masih nggak tahu jawabannya.

Gue meneguk green tealatte terakhir sebelum pukul duabelas malam, dan menjawab pertanyaan Renda.

                “Dua-duanya nggak masalah.”

Renda bingung.

                “Maksudnya?”

                “Ya, keduanya kampret! Lu sok foto pakai slempang cumlaude tapi kata-kata gue aja nggak ngerti! Dasar LEMAH!”

Gue sudah mau dipukul tapi untuk sempat menghindar.

                “Yang serius taplak! Gue ngerti, tapi jelain maksudnya apa.”

Gue membenarkan posisi duduk dan sesekali menatap ke lantai tanpa ada tujuan. Sekelompok orang yang baru selesai menghabiskan kopi nya di ruang dalam Office Coffee secara teratur pulang, hanya tersisa gue dan Renda di luar dan beberapa barista di dalam bar.

Gue menarik nafas cukup panjang, lalu perlahan mengeluarkannya dari mulut.

                “Siapa aja jodoh gue, gue akan terima. Mau dia perawan atau nggak gue nggak masalah. Emangnya perempuan yang selaput dara nya masih utuh bisa jamin dia baik atau cocok sama kita ya?” Tanya gue ke Renda, dia menatap gue diam. “Eh ren, semua orang pasti punya masa lalu masing-masing mau bagaimana pun juga kita harus terima baik buruknya dia, kalau emang lo bener-bener cinta sama seseorang sudah pasti hal kayak gitu harus lo terima, mau dia perawan atau nggak. Apa lagi kalau sudah ketetapan Tuhan, lo mau nantang? Yang terpenting bagi gue memilih yang nyaman, mau terima masa lalu masing-masing, dan mau sama-sama terus jadi pribadi yang lebih baik lagi.”

Renda masih menatap gue sambil sesekali melihat ke lantai, gue melajutkan kalimat terakhir.

“Kalau dia punya masa lalu yang nggak beres, berarti Tuhan memerintah kita buat bikin dia jadi orang yang lebih baik, apa lagi dia kan yang bakalan mendidik anak-anak.” Tutup gue dengan satu tarikan senyum tipis.

Beberapa detik setelah itu gue melihat sedikit senyuman tipis dari sepupu kampret gue ini. Walau senyumannya menjijikan tapi gue tahu apa yang sebenarnya dia maksud.

Bagi gue cewek cantik dan perawan akan jadi biasa aja selama nggak bikin kita nyaman, apa lagi kalau sampai ngelarang hobi yang kita punya. Selama memang hobi yang dikerjain positife kenapa harus dilarang-larang.

Ingat ini, sebelum kamu kenal dia, dia sudah akrap dengan hobinya yang membuat dia lupa sosok bernama sakit hati. Kalau ada yang ngelarang lo sudah tau jawabannya; tinggalin aja. Ya... kecuali hobi dia selingkuh, baru lo boleh pasang bahan peledak di badannya.

Salah satu barisata Office Coffee sahabat gue si Anjas pernah bilang:

“Kita belum hadir di masa lalu nya jadi terima dia apa adanya sekarang, bukan melihat masa lalu nya.”

love smile sad crying text

Jangan menilai seseorang hanya dari masa lalu dia.

Sewaktu masih sekolah gue masih ingat banget guru BK gue menggambarkan seorang perempuan seperti sebuah guci. Guci yang sudah pecah tidak akan pernah kembali cantik walau hanya retak sedikit. Ya, gue masing ingat.

Jujur gue juga sempat berfikir demikian, tidak bisa dipandang baik seorang perempuan apabila dia menyerahkan keperawannya. Namun sekarang gue tahu ini bukan persoalan utuh dan tidak utuh seperti guci, seorang perempuan tidak layak dinilai hanya dari retak atau tidak.

Mereka juga berhak melajutkan hidupnya dan mereka layak mewujudkan mimpi-mimpinya. Ini hanya persoalan keputusan mereka yang ingin melepaskan, karena mereka masih punya seribu kebaikan jangan hanya di pandang dari selabut dara.

Teruntuk perempuan yang sudah melepas, tenang saja. Pria ini mencintai mu dengan sungguh dan menerima masa lalu mu.
sexy smile supernatural man jensen ackles

//

Tulisan ini tidak bermaksud atau beranggapan seks diluar nikah adalah sesuatu hal yang diperbolehkan. Gue hanya ingin sedikit membuka mata perempuan-perempuan yang mungkin sedang menangis atas bagian dari tubuhnya yang sudah sobek.

Hei... kalian layak untuk mendapatkan kebahagiaan yang sama.