Gejala Gagal Move On


Sebelum memulai membahas tentang judul postingan kali ini, yaitu: “Gejala Gagal Move on”. Ada sedikit pemberitahuan *sok penting*. Jadi begini, dari tiga postingan di Januari kemarin, kata kepemilikan “Ulun” yang menggantikan “Gue/Aku/Saya” itu hanya dipakai di beberapa postingan tertentu aja. Jadi tidak semua artikel menggunakan kata kepemilikan itu, terutama artikel tentang cerita fiksi. Alasannya simple, karena bakalan terlihat aneh banget kalau dicampur sama bahasa Banjar.


Ulun ucapkan terimakasih banyak banar(banget) yang udah ngingetin tentang kata kepemilikan “Ulun dan Pian” itu artinya ada perhatian besar sama bahasa Banjar yang sudah Ulun mau rencanakan di Blog ini, walaupun sebenarnya tulisan Mimpi Gila itu hanya untuk diikut sertakan dalam GA.

Baik lah untuk potingan kali ini kita akan membahas “Gejala-gejala Gagal Move On” dimana yang akan menjadi narasumur narasumber kita tidak lain tidak bukan adalah seorang pakarnya langsung, yang sudah lama tidak terdengar kabarnya. Oke pembaca, mari kita sambut dengat lemparan tomat yang meriah Bapak Galau se-Indonesia dari Asosiasi rumah hati bersalin, Adittya Regas S.Pg (Sarjana Pendidikan Galau).

Oke baiklah, terimakasih atas sambutan kalian, lama kita tidak berjumpa. Apakabar kalian? Masih suka ngengetin mantan? Baiklah nah di pembahasan kali ini, saya akan memaparkan lagi penelitian saya tentang Gagal Move On. Dimana pada kali ini saya akan memberitahu “Gejala-Gejala Gagal Move On” yang sering orag-orang alami, mungkin termasuk jug apian yang lagi membaca tulisan ini… *ditembakin basoka*

Baik sebelum suasana jadi kacau, ulun langsung mulai saja pembahasannya.

Gejala Gagal Move On:

1) Sering memutar lagu kenangan waktu pacaran
Gejala gagal move on bisa dilihat dari lagu-lagu di Laptop atau HP seseorang. Biasanya orang yang mengalami gejala ini, si penderita akan terus menerus memutar lagu-lagu yang itu-itu saja sampai kiamat. Dan sampai dia sadar kalau ternyata lagu tersebut sudah membuat dirinya terlalu larut dalam kenangan masalalu, sehingga sampai sekarang tidak bisa melupakan, dan bahkan lupa untuk mencari orang baru.

2) Suka ingat momen-momen waktu pacaran
Kenangan adalah sesuatu yang paling menarik. Hanya ada dua macam kenagan yang paling bisa diingiat, pertama kenang bahagia dan kedua adalah kenangan saat sedih atau sakit. Dua kenangan ini merupakan kenangan yang selalu dan paling gampang diingat.
Momen waktu PDKT adalah momen atau saat-saat yang paling indah, setelah itu momen peresmian pacaran. Bulan-bulan pertama rasanya bahagia banget, rasanya dunia milik berdua, ada yang ngingetin sholat, ngingetin makan, ngingetin boker. Kalau sudah timbul rasa bahagia, makan nasi pake garam rasanya udah bahagia banget KALAU waktu awal pacaran.
Tapi bulan-bulan selanjutnya, perhatian-perhatian mulai berkurang, lupa ngingetin macem-macem, sering gak ada kabar, lalu putus dengan berbagai alasan. Momen putus adalah momen sedih atau sakit.
Dan disaat malam datang dan hujan turun, semua momen-momen itu biasanya akan teringat lagi, seolah-olah hujan adalah lagu pengingat masalalu #tsehh.

3) Suka stalking di sosialmedia
Ini gejala yang paling jelas, masih suka mengunti mantan di sosialmedia. Tindakan ini seharusnya dihindari, karena bisa menyebabkan seseorang menjadi sesak nafas setelah melihat mention-mention mantan pacar mengumbar kemesraan dengan biadapnya di TL, tanpa memikirkan perasaan-perasaan kaum jomblo dan kaum gagal move on seperti pian #eh.

4) Masih ngarep dapat SMS mantan pacar
Seseorang yang masih suka mengingat mantan pacar atau masih berharap balikan, pasti punya gejala ini, ngarep dapat SMS matan. Ketika lagi kangen dan mandangin foto dia di HP, seseorang biasanya pasti pengen di SMS mantan-nya. Atau karena gak dapat SMS dari matan pacar, pseseorang cenderung lebih kreatif kedikit, yaitu dengan cara: ngirim SMS ke dia dengan modus “Salah Kirim SMS”.

Udin: *kangen mantan pacar, mandangin foto dia, coba nge-SMS ngajak balikan, pas mau nulis tiba-tiba ada SMS masuk duluan dan itu dari matan pacar*
Mantan Pacar: Sayang ulun minta maaf, kita balikan ya? :)
Udin: *Sumringah, lalu cepet-cepet balas* Iya sayang kita balikan. I LOPEH YOU :*
Mantan Pacar: Maaf ya din aku salah kirim, aku lagi berantem sama pacar aku.
Udin: *Nangis darah-ngemut HP*

5) Masih menyimpan foto dan barang pemberian mantan pacar
Gejala selanjutnya adalah masih menyimpan foto dan barang-brang pemberian mantan pacar. Diam-diam biasnaya seseorang sengaja menyimpan foto mantan pacar di dalam dompet, atau menyimpan foto dia di dalam folder-folder laptop yang tersembunyi. Jadi saat rasa kangen melanda tapi tidak bisa bertemu dengan dia, cara arternatif adalah melihat fotonya.
Dan tentunya pian masih aja menyimpan atau bahkan memakai barang-barang pemberian mantan pacar. Ini gejala yang harus ada hindari, karena sejatinya barang apapun itu bisa membuat pian akan ingat momen tersebut.
Contohnya saja baju, saat memakai baju pemberian mantan pacar, bisa ingat momen ketika si dia memberikan baju itu, akan ingat kapan waktunya, dimana tempat memberikan baju itu kemarin, dan ingat senyuman malu-malu dia saat memberikan baju itu.

6) Suka curhat di blog masalah mantan pacar
Nah ini nih, ini nih. Gejala gagal move on yang paling kelihatan, ada aja orang yang sok udah bisa move on, tapi masih aja nulis cerita-cerita yang dia bilang fiksi di blog-nya sendiri, ADA AJA. Iya orangnya ada kok. Kalau yang ini gak usah dibahas…

Nah itu beberapa Gejala Gagal Move On yang bisa dideteksi, apabila pian merasa dan memang berniat untuk move on, maka cobalah hindari gejala-gejala diatas.

Mantan pacar adalah makhluk ciptaan tuhan yang memang unik. Dia bisa membuat kita senang atau sedih walau kita tidak bersama dia lagi.

~(^^~)(~^^~)(~^^)~

Harga Rp. 90.000,- (belum ongkir, domisi Banjarmasin)
Open PO 12 Februari - 26 Februari 2014
Ukuran: cowok & cewek S, M, L

Kalau ada yang minat baju "KEEP CALM AND MOVE ON" dari ulun bisa langsung hubungin ya di kontak atau line: adittyaregas Pin BB: 760560E0 :D *tidak menerima curhatan*