Office Coffee  —  Cinta Pertama

, , 3 comments

Masih ingat awal-awal ke tempat ini yang saya pesan selalu hot green tea latte, dan lama kelamaan malah dimarahi pemiliknya.

Selayaknya cinta pertama mungkin kedai ini yang harus saya ceritakan pertama kali. Saya mengenal kedai kopi ini sekitar awal tahun 2016 saat mereka mulai membangun kedai yang diberi nama; Office Coffee.

Pertemuan kami bermula ketika saya melihat postingan foto di instagram milik teman, difoto itu dia menjelaskan sedikit konsep dan desain kedai tersebut. Karena penasaran dan saya memang sering mencari cafe untuk menulis, maka saya coba mampir kesana.

Masih ingat saat pertama kesana saya cukup dibikin bingung “kayaknya bangunan ini belum selesai” konsep yang bisa dibilang sangat sederhana dan seadanya, namun justru ini yang membuat saya betah dan membedakan dari cafe yang biasa saya kunjungi.

Saya juga masih hafal nama-nama Barista yang mengawali kedai ini tumbuh, Ardy (founder), Deny, Anjas, Viya, Amir, dan Leny. Mereka adalah orang-orang yang bekerja dibalik bar, yang berperan cukup banyak saat proses saya mengenal lebih dalam tentang idustrie kopi.

Jujur saja, saya bukan orang yang suka minum kopi saat itu. Minuman yang saya pesan pun biasanya yang manis-manis, walau pun kopi sudah pasti ditambah gula. Makanya sempat dimarahi Ardy (konteks bercanda).

“Disini kedai kopi, masa gak pernah pesen kopi? Green tea aja terus.”

Tapi setelah cukup sering ke Office Coffee saya diberikan banyak sekali pengetahuan tentang kopi oleh para baristanya, bukan hanya mengenal jenis dan cara penyeduhannya, pelan-pelan mereka mengenalkan saya pula tentang asal muasal kopi, bagai mana proses kopi sampai ke kedai.

Dan sampai sekarang sampai dimana titik saya sedikit tahu tentang industri dan kehidupan para petani lewat project Office Coffee Trip yang setiap tahun mereka lakukan sejak 2016 lalu. Oiya, selama 3 tahun saya juga terlibat didalam Office Coffee Trip ini.

Menurut saya, kedai ini seperti bibit kopi yang di tanam di daerah tanah kering. Tak lama setelah kedai ini menjadi tren di kalangan anak muda Banjarmasin, perlahan namun pasti kedai-kedai kopi lain mulai menjamur. Baik yang mengusung konsep kedai kecil mau pun yang besar. Dampak yang cukup positif menurut saya dalam perkebangan kopi khusunya di daerah Kalimantan Selatan.

Bukan bermaksud untuk terlalu menomer satukan, namun cinta pertama ini membuat saya benar-benar suka sampai sekarang. Satu hal yang tidak saya jumpai (sebelum kedai lain bermunculan) saat datang ke Office Coffee adalah keramahan barista.




Maksud dari ramah disini adalah mereka memperlakukan pelanggan seperti raja dan teman. Dan yang sangat menarik adalah ketika bisa berdikusi dengan mereka terutama soal kopi di depan bar.

Memang hanya segelintir orang yang menaruh minatnya untuk kopi namun diskusi kecil atau obrolan ringan menjadi hal yang cukup ampuh para barista untuk berteman dengan pelanggan. Sehingga tidak salah bila kopi dapat mempersatukan siapa saja walau dengan latar belakang yang berbeda-beda.

Office Coffee punya dua bar, lantai dasar dan lain dua. Saya cenderung lebih senang di lantai dasar karena suasananya yang lebih tenang dan santai, tapi kalau udah banyak pelanggan terutama malam hari rasanya ingin pulang saja hahaa.





Berminat ingin lebih jauh mengenal minuman hitam ini? silahkan datang ke Jl. Haryono MT №5, Kertak Baru Ilir, Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 7023 (depan Sport Station).

Kalau kalian kenal kopi pertama kali gimana?

Photo by: @sahabatair

3 comments:

  1. kopi pertama ku di cafe banjarbaru dit ae, kalo kada big coffee rasanya aja pang lah wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ohh tau ai aku tuh, sebelah kiri jalan. Masih lah disana kedainya?

      Delete

Tinggalin komentar sesuai dengan isi tulisan ya. Happy Blogging!!! :D