Buku Hitam

Sebelum gue terpikir untuk menulis dan membuka blog yang sudah lapuk ini, gue sedang membuka chanel YouTube berjudul Sports Neurologist: The Surprising Link Between Exercise and Dementia dari Channel The Diary Of A CEO. Jangan tanya kenapa gue bisa nyasar ke video itu.

Hanya saja yang pasti, saat membuka video itu gue sedang membuka buku catatan lama yang baur satu tahun ini sering gue pegang. Buku catatan hitam itu sudah hampir 2 - 3 tahun tidak pernah benar-benar gue gunakan, dan baru 1 tahun kebelakang ini gue gunakan. Alasannya simpel. Gue cape sama berbagai metode kemudahan yang orang-orang share di interner.

Ujung-ujungnya gue kembali menulis secara manual, dan boom... Gue merasa 1 tahun kebelakang ini semuanya benar-benar tertata rami, gue lebih mudah mengingat. Walau kadang masih suka lupa juga beberapa hal karena menumpuk berbarengan dan mereka berteriak minta diselesaikan.

Rencana menulis rangkuman podcast malam ini tertunda. Entah untuk beberapa jam saja, atau besok baru gue kerjain. Yang pasti gue tiba-tiba kepikiran aja menulis hal ini di blog... yang sudah lapuk ini.

Oiya, gue cuman pengen cerita hal yang sedang gue pikirkan saat ini. Jadi kalau kalian mau berhenti baca juga tidak apa-apa, tidak ada yang melarang. Gue cuman ingin ini mengalir.

Gue buka lembar demi lembar isi dari buku hitam ini yang sudah hampir penuh dengan stiker random. Sengaja gue tutupin btw, karena kulitnya sudah mengelupas.

Gue baca beberapa tulis di buku ini. Mulai dari to do list yang tercentang dan masih belum terlaksana, tulisan gue tentang beberapa rangkuman podcast, lalu tulisa tentang digital marketing, catatan tentang kerjaan dan materi yang gue ajarkan di kelas, ada juga jurnal singat yang gue tulis sejak 2024 - 2025 (walau gak rutin nulisnya).

Ini sunggu luar biasa bagi gue. Gila. Gue bangga padahal cuman ini doang.

Tapi. Justru dari tulisan-tulisan sederhana di buku hitam ini, segala hal kecil bisa gue perbesar. Dari yang hanya satu poin, tiba-tiba bisa pecah ke beberapa kejadian dan pengalaman.

Jadi, gue benar-benar bersyukur setahun ini bisa menulis di satu buku walau isinya random.

Sebenarnya tidak hanya menulis di buku fisik. Gue menulis di aplikasi jurnal iphone beberapa kali. Lalu gue juga sempat buar Google form yang gue isi sendiri tentang catatan super singat perharian, berjalan aktif di 2024 awal dan akhir saja haha.

Gue engga janji akan menulis lagi di blog ini, toh ini pun karena respon dan keinginan mendadak saja. Cuman yang pasti gue mau kasih tau biar tulisan yang tidak ada arahnya ini, agar tidak kosong-kosong banget.

Setelah baca ini cobalah untuk pergi ke toko alat tulis dan belilah sebuha buku dan pulpen yang modelnya paling kamu suka. Catat segala apapun yang ingin kamu catat. Walau masih bingung, biarkan saja. Karena dengan sendirinya kamu akan mengorganisasikannya menjadi lebih rapi. Nanti kamu akan tahu sendiri dampaknya. :)

Comments