Razia di Sekolah

 razia-di-sekolah


Bismillah…

Oke, sebelum gue mulai cerita tentang tulisan kali ini, gue secara pribadi pengen ngucapin turut beduka cita atas meninggalnya sosok pelawak dan presenter kondang di Indonesia ini, Kak Olga Syahputra. Jujur, walaupun gue kurang suka sama acara musik yang sering Kak Olga bawain tiap pagi itu tapi gue gak pernah membenci dia.

Sedikit cerita, gue pertama kenal Kak Olga ini waktu SD, di acara komedi Trans TV, Extravaganza ABG. Yang waktu itu gue masih pakai seragam putih-merah. Walaupun kadang kalau lagi ngelucu suka agak kasar, tapi gak masalah, justru disitu yang bikin gue suka.

Gue benar-benar kaget waktu jum’at kemarin, di ruang kerja atasan baru gue, pas lagi asik ngobrol liat TV ada kabar Kak Olga meninggal dunia. Usia emang gak ada yang tau ya. Tapi yang perlu kita tahu, kita tetap harus berbuat baik. Mari sama-sama kita bedo’a semoga Kak Olga diterima disisi-Nya, semoga dosa-dosa Kak Olga diampuni. Amin…

~*~

Sewaktu zaman SMK dulu, gue pernah pengin buat postingan tentang isi tas anak sekolah, tapi sayangnya gue lupa kalau mau bikin itu. Nah kebetulan banget, hari ini tadi di Sekolah ada razia isi tas siswa. *evil lol*

Razia hari ini dimulai saat Siswa lagi ada pengajian di Masjid. Jadi gue dan beberapa guru lainnya yang kebetulan telat ke Masjid diminta untuk ngerazia isi tas anak-anak pagi itu. Gue kebagian di kelas XI Multimedia 2. Razia ini dilakukan untuk mengetahui apasaja isi tas Siswa  di sekolah gue, kali aja mereka membawa benda-benda yang berbahaya, semacam pisau, pistol, atau basoka. Oke, yang terakhir kayaknya gak mungkin.

Selama razia gue ngeledah tas anak cewek, yeah… tau lah apa yang gue dapat. Pertama gue dapat alat untuk mengukir alis, lalu gue nemu gincu, dan gue juga nemu beberapa DVD bajakan dari salah satu tas Siswa. Gue sempat mikir keras pas nemu DVD bajakan itu. DVD yang ada dalam tas salah satu anak cowok, kurang lebih ada satu lusin.




Dua foto di atas, adalah meja anak cewek. Siapa lagi itu yang gak balikin piring Ibu kantin.

Entah dia membawa DVD sebanyak itu untuk ditonton rame-rame ketika jam kosong, atau buat jualan.

Setelah dari sana, gue dan guru lain yang sebagian sudah selesai ngerazia kelas pertamanya, melanjuttkan operasi. Kelas kedua yang gue masukin adalah X Multimedia. Di kelas ini sebenarnya kalau gue sering lihat, banyak anak cewek yang doyan dandan, erg… yang cowok kadang ada juga suka dandan di kelas ini.

Tapi anehnya, isi tas dari beberapa anak cewek yang gue curigain bakalan membawa perlatan lengkap make up gak sesuai kenyataan. Gue cuman nemu beberapa eye shadow, maskara, dan lensa mata. Entah, apakah Siswi yang gue curigain memang tidak membawa atau mereka sudah dapat info kalau ada razia. Tapi sayangnya di kelas ini ekspentasi gue gak terbukti.

Kalau anak cowok, gue gak nemu yang berbahaya, tapi yang pengen gue kasih tahu, teruntuk anak kelas XI Multimedia 2 yang bawa DVD bajakan tadi, kayaknya harus behati-hati, karena dia punya saingan di kelas X Multimedia. Disini gue nemu DVD bajakan lagi…

Lalu, kelas terakhir yang gue periksa ada XI TKJ 2 Disini guru yang nemenin gue ngerazia, mendapati satu set peralatan make up yang tersimpan di dalam tas berukuran kecil. Di dalam tas itu terdapat satu set peralatan dandan, mulai dari lipstik, maskara, lensa mata, krim pemutih, hand body, lulur, sampai obat pemutih kulit. Kalau yang ini kayaknya dia buka jasa kecantikan di Sekolah. Anak yang punya jiwa dagang.

Di kelas ini, gue ngerazia tas anak cowok. Kalian tahu apa? Hal yang gak gue duga-duga malah gue dapatkan di dalam tas anak cowok ini. Bukan benda tajam, bukan juga obat-obatan terlarang.

Penampakan Kancut.

Ya… isinya kancut dua lembar -____________- Anjirrrr…. gue sempat kepegang lagi.

Kalau guru lebih dikenang dengan sebutan tanpa tanda jasa, maka gue berharap gak akan pernah dikenang sebagai guru yang memegang celan dalam siswanya.

Oke, paragraf yang di atas gue harap kalian gak perlu mengingatnya.

Telepas dari celana dalam, ternyata ada kebahagiaan. Ketika ngerazia tas yang lain, dan membuang jauh tas yang berisi celana dalam ke laut mati, Ibu Tuti memanggil.

“Eh dit, coba liat. Ada buku kamu disini.”

Gue melihat ke arah Bu Tuti, salah satu guru favorite gue waktu masih jadi Siswa beliau. Gue melihat beliau memegang satu buah buku, dan tara… ternyata disana ada buku Diary Anak Magang #DAM seketika gue terharu.


Selesai razia, semua barang dikumpulan, dan ini hasilnya….
Biar lebih gampang gue mau presentase kan, barang apa saja yang sering siswa bawa di dalam tas nya, selain buku pelajaran.




Oya, ada salah satu guru yang juga kena jebakan dari dalam tas siswa, dia nemu kaus kaki yang basah-benyek-bau ketek kudanil. Ya.. silahkan bayangkan bau nya gimana. BAYANGKAN BAU NYA. Tapi menurut gue, gak ada yang lebih apes daripada kepegang celana dalam a.k.a kancut.
Tuhan… aku ternodaiii Tuhan! -_____________-

Kaus Kaki.

Selesai razia, barang sitaan langsung diobral.

Sewaktu gue pertama kali jadi pembina upacara hari senin, ada satu hal yang paling diingat oleh para dewan guru, siswa, dan PPL. Gue pernah ngucapin kalimat penutup “Ini sekolah bukan Mall” Yoi, gue yakin kalian pasti tahu maksud gue apa.

Inget, Sekolah itu gak pernah ngelarang kalian buat dandan, sebenarnya. Tapi kalian juga harus ingat, dandan yang sebenernya seorang Siswi aja, gak perlu yang berlebih-lebihan, khusus banget nih buat anak cewek yang masih Sekolah.

Hasil razia.

Jujur aja, semasa  gue Sekolah dulu, gue paling gak suka sama cewek yang kalau datang ke sekolah itu dandannya sebelas duabelas kayak Ibu-ibu arisan. Pakai bedak tebal, pakai lipstik, alis palsu yang lentiknya kayak pantat bebek, pakai lensa mata, maskara tebel kayak matanya susana, atau pakai tas ala Ibu-ibu pejabat. Apalagi ditambah kalau jalan suka a la model di atas katwork di hadapan temen-temen di Sekolah, beh itu kayak orang lagi kena ambeyen atau pantatnya bisulan stadium 4.

Inget, cowok itu sebenarnya paling suka cewek yang SEDERHANA. Se’sederhana rumah makan Padang.

Gue mau tanya nih, waktu Sekolah kalian biasanya suka bawa apa aja selain buku pelajaran? Kalau gue gak ada sih, ya… paling foto Raisa, mantan pacar gue. *back sound: Ku terjebak di ruang nostalgiaaaa~*