Memulai Gaya Hidup Minimalis


Memulai gaya hidup minimalis. Tahun lalu saat gue ke Gramedia bersama Istri, gue melihat satu buku yang cukup unik berjudul "Goodby, things - Hidup Minimalis Ala Orang Jepang" dari Fumio Sasaki. Setelah membaca sinopsinya gue memutuskan untuk membawa langsung buku ini ke kasir dan berniat membacanya sesampai di rumah.

Setelah dibaca-baca, kesimpulan yang gue tangkap dari gaya hidup minimalis adalah sebuah kebiasaan bagai mana kita menjadi sederhana dan membuat kita lebih menikmati hidup. Menjadi minimalis bukan hanya sekedar tentang sedikit jumlah barang-barang yang kita miliki, bukan hanya lifstyle, tapi ada banyak hal yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari agar nantinya kehidupan kita menjadi lebih meaningful dan yang pasti akan lebih banyak bersyukur.

Buku Goodby Things menurut gue sangat bagus dan mudah sekali dipahami untuk yang ingin memulai gaya hidup minimalis, namun dalam buku tersebut penulis hanya menceritakan gaya hidup yang dia jalani sendiri, bukan untuk yang sudah menikah.

Dia menyewa apartemen sendiri dan bisa mengatur barang-barang semaunya, berbeda dengan gue yang sudah berkeluarga apa lagi sudah punya anak bayi ganteng. Tapi, Alhamdulillah Istri gue menyukai gaya hidup tersebut karena dalam Islam pun hal yang berlebihan sangatlah tidak bagus. Nabi Muhammad saja tinggal di rumah yang sangat sederhana padahal beliau adalah manusia yang sangat mulia dan sudah dijamin Allah masuk surga.


Jadi masih tidak begitu sia-sia ketika membeli buku ini, ada beberapa teori yang masih bisa diterapkan untuk orang berkeluarga. Memang agak sulit menyatukan dua kepala untuk menerapkan gaya hidup minimalis tapi perlahan kami sudah mulai terbiasa terutama dengan barang-barang sedikit yang kami punya, tataan sebuah barang dalam lebari, barang yang harusnya ditaruh dimana, soal keuangan, dan masih banyak lagi yang bisa dipelajari dan diterapkan dalam gaya hidup minimalis.

Sejah akhir tahun lalu kami sudah mulai menerapkan gaya hidup minimalis, gue sendiri mulai dari pakaian yang gue punya, lalu belajar bagai mana minimalis atau mengurangi penggunaan smartphone terutama untuk bermain Instagram, karena gue sendiri merasa media sosial satu ini banyak menyita waktu padahal tidak terlalu banyak hal yang bisa gue amabil, hanya melihat kehidupan orang lain lewat insta stories yang dia update tiap waktu. Sungguh bukan hal yang seharusnya dilakukan.

Insya Allah dalam blog ini nantinya gue akan berbagi pada kalian bagai mana proses yang gue jalani selama menjalani gaya hidup minimalis beserta tips yang sudah gue terapkan.

Anggap saja tulisan ini nantinya juga akan menjadi pengingat gue sendiri, tentang komitmen yang harus gue jalani agar hidup tidak begitu aburadul dan menjadi gaya hidup yang lebih terstruktur. Hhe.