Freak gift untuk “Dia”

Hey GAY…!!! Eh maksud gue gays. Cukup lama gue nggak ngeblog kenapa nggak ada yang kangen gue ya? Kenapa orang-orang malah sibuk bicarain masalah mobil xenia? Kenapa belakang ini media juga banyak ngebahas tentang anak yang kabur dari rumah? KENAPA?! Kalian nggak sayang sama gue...

Pada kesempatan yang berharga ini, gue mau ceritain dan minta pendapat kalian semua, tentang tindakan yang gue lakukan beberapa waktu lalu kepada seorang cewek. Oke jangan ada yang berfikir negatif dulu, gue nggak nabrak cewek pake xenia atau becak sekalipun apalagi nabraknya pakai xenia beroda tiga. Bukan.

Gini ya, pertanyaan ini sebenernya khusus untuk cewek. Tapi kalau kalian para cowok mau menanggapinya juga nggak papa gue nggak akan bilang kalian homo atau sejenisnya...


Bulan lalu tepatnya 18 januari 2012, gue ngasih kado sama mantan pacar gue ”Dia”. Kado yang gue kasih ke Dia sudah cukup lama gue pikirkan, kado ini bener-bener spesial dan berbeda dari sekian kado yang pernah gue kasih ke teman atau mantan pacar. Sebulan sebelum rencana kejutan kado itu gue berencana pengin ngasih kado itu di sekolah Dia, alasannya sederhana. Kalau gue kasih kado itu nyamperin ke rumah-nya gue bisa-bisa diusir sama bonyok dia. Dan toh kalau gue ngasih kado secara langsung yang ada gue malah mimisan ditempat.

Suatu malam ketika membuat kado tersebut gue baru sadar gimana caranya ngasih kado tersebut ke sekolahnya. Gue panik. Otak gue hampir bocor. Gue berniat cari kenalan anak yang satu sekolah sama si Dia walaupun beda kelas, beberapa minggu gue cari-cari anak yang satu sekolah sama Dia via facebook dan twitter tapi hasilnya allhamdullilah siswanto, gue malah dikira yang enggak-enggak sama para kenalan gue itu. Kepanikan gue bertamabah, rasanya pengin gantung  ditali jemuran.

Sampai suatu hari ketika seorang teman SD ngajak gue reunian, nah disana gue tanya-tanya dimana sekarang mereka bersekolah. Ketika gue ngobrol sama salah satu temen cewek SD gue yang bernama Mia dan tanya dia sekolah dimana. Ternyata Mia satu sekolah sama si Dia. Gue langsung cengar-cengir, pasang muka autis ngelem, dan mimisan. Mia panik tapi gue coba menenangkan dia dan ngasih tahu tentang misi gue itu. Dan Mia dengan senang hati mau membantu, dengan syarat gue berhenti mimisan. Lihat betapa tuhan menyayangi gue, semua urusan akan berlangsung lancar.

Tapi pencarian gue tidak cukup sampai disitu, gue coba cari anak yang satu sekolah sama si Dia lagi. Tapi kali ini gue nyari yang satu kelas sama Dia, buat jadi agen rahasia, biar gue bisa tau gimana ekspresi si Dia saat menerima freak gift itu. Lagi-lagi gue diberi kemudahan, seorang anak didik PMR gue ngasih nomer heandphone temennya, katanya temennya itu satu kelas sama si Dia. BAGUS. Dan dengan senang hati cewek itu mau membantu gue.

Sampai pada H-1 kado sudah terbungkus dengan rapi, dan pada hari itu juga tangan gue langsung keriting kayak supermie. Siangnya sekitar waktu sholat dzuhur, Mia nge-sms gue. Mia tanya apakah gue jadi nitip kado atau nggak, dan pada saat itu juga jari-jari gue mencet tombol yang bertuliskan ”JADI”. Lalu gue buat janji sama Mia buat ngasih kado tersebut, kami bertemu ditempat les Mia dengan tangan yang bergetar bagaikan kena listrik tingkat dewa gue ngasih kado itu ke Mia. Baru kado itu diberikan kepada si penitip rasanya gue mau kencing-kencing di celana, karna gue takut kalau kado itu nantinya tidak diterima sama si Dia.

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu itu tiba, pagi-pagi tubuh gue sudah bergetar sangat kuat kayak meriang karna malam tadi gue tidur di beranda rumah nungguin kucing banci gue pulang. Jantung gue berdebar begitu kencang di pagi itu, rasanya mau loncat dari sangkar dada. Gue mencoba untuk menenangkan diri tapi nggak bisa, gue sms agen rahasia gue itu waktu pelajaran kewirausahawan di kelas. Tanya apakah kado itu sudah diterima atau tidak, ternyata belum. Ini membuat gue semakin nggak karuan, sampai-sampai mengubah posisi duduk gue beberapa kali, terakhir gue duduk dengan kepala di bawah kaki di atas bersila. Gue takut jangan-jangan kadonya lupa dibawa Mia atau parahnya kado itu dikasihkan dengan orang yang salah. Mampus gue. Berulangkali gue telepon Mia tapi yang angkat bukan dia. 

“Maaf nomer telepon yang Anda tuju tidak dapat dihubungi. Cobalah beberapa tahun lagi.”

KAMPRET!!!

Perasaan panik itu berimbas pada kepala gue, waktu pelajaran olahraga, waktu itu sedang ada peraktek bola basket. Karna kurang berkonsentrasi bola basket yang di over teman gue malah mengenai muka gue yang terlanjut ganteng ini, alhasil muka gue mendadak jati power ranger merah dengan wajah bekas bola basket. Saat isterahat kedua Mia nge-sms gue.

From Mia
Map dit tadi aku telat masuk sekolah, jadi pagi tadi kado-nya belum sempet aku kasih hehe.

Send Mia
Huah sukurlah kalau begitu, gue kira lo salah kasih sasaran.

From Mia
Hehe nggak sabaran banget kayaknya. Oke deh gue menuju ke kelas sasaran dulu.

Dengan rasa gugup bercampur takut, sehingga menghasilkan rasa gelisah membuat keringan bercucuran disekitar dahi gue. Nggak lama hp gue bunyi.

From AgenRahasia
Sudah terima kado...

Beberapa detik.

From AgenRahasia
Dia kebingungan.

Gue panik.

From AgenRahasia
Dia buka kado.

Gue kencing di celana.
From AgenRahasia
Dia SENYUM :’)

Gue koma tiga bulan.

Membaca sms dari sang angen rahasia, itu rasanya seperti melepaskan pecahan beli terkecil yang masuk dalam perut dan terbang bersama bidadari. Gue senang banget ketika Dia tersenyum saat melihat isi kado itu, tapi gue juga nggak bisa nyimpan sebuah perasaan takut. Takut kalau senyuman itu hanya untuk sementara dan saat di rumah kado itu akan disimpan dalam gudang atau malah dibuang. Mengingat kado yang gue kasih hanyalah Kertas dan Kayu.

Ya kado gue hanyalah kertas dan kayu, tidak mewah. Tapi bagi gue itu adalah kado terbaik selama ini yang pernah gue kasih terutama untuk seorang mantan yang masih gue harapkan. Dan ini adalah poto kado tersebut sebelum freak gift dari cowok aneh berpindah dua tangan sebelum ke hadapan Dia.





Isi kado itu sederhana : 18 Burung Kertas | 1 Surat Awan | 96 Kupu-kupu Kertas dan hanyalah beberapa poto Dia yang gue ambil diam-diam ketika acara perpisahan Dia SMP, poto yang gue dari facebook Dia, poto vector editan gue sendiri, serta beberapa potongan poto testi Dia ke gue waktu jaman friendster yang membuat kami dekat dan frame kayu biru awan.

Gue membuat 18 burung kertas, 1 surat awan, dan 96 kupu-kupu kertas itu bukan tanpa alasan. Angka yang tersirat itu adalah sejarah lahirnya bidadari ke bumi. Plis jangan pada muntah, gue lagi pengin puitis.
Kenapa gue memberikan potongan poto testi Dia waktu di friendster dulu? Gue cuman mau lihat Dia tersenyum saat melihat tulisan lama dia sendiri ke gue dulu, awal mula kedekatan gue. Ya walau gue tidak bisa menikmati senyuman itu secara langsung tapi gue yakin didalam mimpi tuhan akan menunjukkanya. Gue malakukan itu tidak bermaksud membuat dia kembali mengingat-ngingat atau mengungkit masalah masalalu, tapi hanya semata-mata agar Dia bisa terus mengingat hal bodoh yang dulu pernah gue lakukan saat pertama gue bertemu Dia di bawah pohon sukun.

Surat awan. Gue membuat sebuah surat untuk Dia, ya walaupun terasa sangat jadul gue coba memberanikan diri membuat surat itu. Mengenai isi-nya hehe gue nggak bisa kasih tahu. Tapi satu yang gue khawatirkan saat Dia membuka surat itu. Apa Dia sanggup baca tulisan anak TK?

From AgenRahasia
So swett banget kadonya, satu kelas iri sama kado pemberian kamu romantis abis :D

Di tengah persepsi gue yang kacaw gue merasa  kado pemberian gue itu pasti tidak akan bisa dibandingakn dengan kado pemberian pacarnya Dia yang pasti lebih. Tapi kata-kata dari agen rahasia itu, membuat gue mencoba untuk yakin. Kalau freak gift dari cowok aneh ini, tidak akan kalah nantinya oleh kado pemberian pacarnya Dia.

Setelah itu gue lega dan membuang jauh-jauh perasaan tidak baik di pikiran. Bagi gue walau Dia tidak mengucapkan kata-kata apapun kepada gue secara langsung, tapi gue bisa merasakan apa yang ingin dia sampaikan ke gue.

Delapan hari setelah kejadian itu gue lagi asik main game sepak bola sama sepupu gue, beberapa kali pertandingan hasilnya allhamdullilah gue kalah. Tapi saat hp gue berbunyi dan ada sms masuk semua itu berubah, permainan gue menjadi jauh lebih baik dan berhasil membantai sepupu gue itu. Satu sms dari ”Dia” yang merubah semua itu.

From Dia
Ka makasih banyak ya :)

Sebuah kalimat sederhana mampu membuat seseorang menjadi gila, contoh itu terbukti pada gue. Dia juga minta maaf karna baru mengucapkanya sekarang, karna Dia dan pacarnya selalu tukeran heandphone-nya, Dia juga bilang kalau cuman sebentar bisa ngehubungin gue karna nanti bakalan tukeran heandphone lagi. Gue benar-benar memanfaatkan kesempatan langka ini dan tidak mau menyiayiakannya.

Setelah beberapa bulan kami tidak pernah bertemu lagi, rasa kangen gue terhadap Dia allhamdullilah bisa terobati, walau hanya lewat sms. Gue yakin tuhan memiliki rencana besarlainya untuk gue dan Dia. :’)