#BicaraMantan

Oksigen mana oksigen…

@tazknowitall (maniak KPOP : partner ketika magang ”Derita Anak Magang”)


Di samping gue dikenal sebagai seorang blogger, penulis novel tertunda, gue juga dikenal sebagai orang yang gagal move on (berpindah-hati). Bukan hanya teman-teman di dumay (dunia maya), teman-teman dunia nyata, dan teman-teman dunia lain yang tahu, kalau gue orang yang susah berpindah hati. Sampai-sampai seorang guru dari sekolah tentangga juga tahu. Gue sering nulis status di twitter gue dengan hastag #bicaramantan

Usaha buat moved sudah pernah gue lakukan. Gue pernah coba deket sama seorang partner magang, seorang calon dokter di UI,  mantan adik kelas, teman SD, teman sekelas, dll. Uhm... sebenernya yang tiga orang terakhir itu mereka yang deketin gue. Tanpa sadar, saat melakukan ritual PDKT (pendekatan) gue sering merantaikan atau membandingan mereka satu-sama lain, dan mengakhiri perbandingan itu dengan Dia (Dia: sebutan untuk mantan pacar) yang berada diakhir sebagai konsumen puncak. Siklusnya seperti di bawah ini :



Sebuah perbandingan. Menurut teori Raditya Dika, dalam bukunya yang berjudul manusia setengah salmon (MSS) yang isinya :
”Terkadang, kita masih membanding-bandingkan siapapun yang kita temui dengan mantan pacar. Ketika kenalan sama seseorang, kita membandingkan dengan kebiasaan mantan pacara kita. Kita membandingkan, secara sadar ataupun tidak, cara mereka berjalan,cara mereka berbicara, bahkan cara mereka mengakhiri pembicaraan di telepon. Seperti lazimnya orang yang masih terjebak di dalm masa lalu, orang yang lebih baru pasti kalah dari mantan pacar kita yang sudah lama itu. Ini mungkin alasan kenapa susah banget buat gue untuk menemukan yang baru, karna perjuangan untuk pindah adalah perjuangan untuk melupakan.” Manusia Setengah Salmon/ Raditya Dika ; 243-244.

Benar apa kata Radit, tapi menurut gue dia juga salah. Dia berkata ”perjuangan untuk pindah adalah perjuangan untuk melupakan”, bagi gue tidak ada orang yang mampu melupakan masalalunya, apalagi kalau pengalaman dimasalalu itu sesuatu yang pertamakali didapat, dilakukan, dilihat, diperaktekkan. Rumus bakunya ”TIDAK BISA” terkecuali orang itu kepalanya terbentur benda keras.

Semakin gue mencoba untuk moved, itu berarti semakin banyak gue mengenal sifat masing-masing cewek yang gue kenal. Sayangnya dari sekian banyak yang gue kenal, satupun diantara mereka gak ada yang mutualisme (saling menguntungkan), tapi untungnya mereka lebih seperti komensalisme (hubungan antarorganisme di mana organisme satu mendapatkan manfaat sedangkan organism lain tidak mendapatkan manfaat, tapi juga tidak dirugikan). Faktor gagal bukan hanya dari gue, tapi juga si cewek. Ada cewek yang sifarnya pemalu, kalau gue jalan sama itu orang dia diem mulu, gue lah yang harus aktif. Ada juga cewek yang sebaliknya, cewek yang satu ini dia aktif, tapi lama-kelamaan dia jadi hifeaktif dan ini membuat gue jadi ilfil. Sedangkan seorang lagi, dari segi fisik dan sifat gue suka, sayangnya dia jorok.

Terkadang gue agak kasian sama mereka, mereka berjuang mati-matian untuk bisa menggantikan posisi Dia, sampai-sampai ada yang seperti Bunglon. Mereka merubah sifatnya dan penampilan aslinya, demi sama seperti Dia tanpa ada permintaan dari gue untuk merubah wujudnya. Percayalah siapapun yang ngerasa gue sebutin ini, jadilah diri sendiri jangan meniru untuk menggantikan.

Seorang teman gue pernah bilang ”Udah dit jadiin dia pacar lo aja, kasian tuh anak...” 
Apa perasaan = kasihan ?

Di tengak kegalauan, yang semakin hari semakin menggila. Gue selalu medapatkan pertanyaan dari teman-teman, pertanyannya seperti ini : 

”Kalau balikan sama Dia lagi mau gak?” 

Rasanya ini benar-benar gak adil, kenapa ada kalimat tanya seperti itu. Apa gak ada yang bagusan. Jadi kalau ditanya kayak gitu, gue menjawab dengan ringkas, padat, berisi, dan gak jelas. ”Gak tau” nah lo? Gue sadar kalau selama ini, gue seperti seekor Marmut yang selalu berlari di roda yang tidak berjalan.

Ya begitulah... gue juga bingung sama perasaan gue sendiri, apa maunya, maunya apa, apa maunya, maunya apa!!! WOY LO MAUNYA APA HATI!? *ngelus2 dada Jupe* #eh rasa pengin balikan itu ada, tapi rasa gak pengin juga ada. Mungkin gue pengin balikan: karna gak nemu cewek yang sama seperti Dia. Dan mungkin gue gak pengin balikan: karna gak mungkin, Dia sudah ada yang punya. Gue tidak mau jadi perusak hubungan orang.



  Perasaan gue sekarang ini bisa diibaratkan seperti Daur Hidrologi. Suatu sirkulasi air yang meliputi gerakan mulai dari laut ke atmosfer. Dari atmosfer ke tanah, dan kembali ke laut lagi. Atau dengan artian lain siklus hidrologi merupakan rankaian proses berpindahannya air permukaan bumi dari suatu tempat ke tempat lainnya hingga kembali ke tempat asalnya. Siklus pendeknya: saat gue mencoba untuk moved, melalui proses-proses perpindahan dari dia, ujung-ujungnya gue selalu kembali ke Dia lagi.



Uhm... mungkin untuk saat ini, lagu yang tepat menggambarkan perasaan gue adalah sebait lagu dari The Script – the man who can’t be moved :

Maybe I'll get famous as the man who can't be moved
And maybe you won't mean to but you'll see me on the news
And you'll come running to the corner
'Cause you'll know it's just for you”

Dan sekarang gue benar-benar dikenal sebagai lelaki yang susah berpidah. Ngomong-ngomong Dia, sudah six month gak ketemu. Obat asma mana obat sama… ┌(´△`)┐