#bicaraUN

Allhamdulllah... Rasanya cuman kata sukur yang bisa gue ucapkan setelah melalui hari-hari mengerikan, National Exam. Walaupun hanya berlangsung tiga hari, tapi berasa tiga tahun. Banyak pengalaman yang gue dapet, berbagai cerita, serta hikmah dibalik tiga hari penentu masa depan itu. Nasip seorang pelajar ditentukan hanya dengan lingkaran kecil yang di hitamkan, gue sebenarnya gak suka kalau lembar jawaban national exam diperiksa dengan cara kayak gitu, bisa sajakan mesin scanner-nya rusak?


Hari pertama ujian adalah Bahasa Indonesia, gue bingung bagaimana mengungkapkan perasaan gue dihari pertama ini. Jadi kemarin waktu hari pertama jujur aja gue nggak tenang, keringat dingin bercucuran kemana-mana, perut gue mendadak mules, bulu idung mendadak berdiri, gue jadi gak tenang ngerjain soal. Gimana gak tenang, salah satu dari dua pengawas sekolah lain itu, yang duduk di depan kelas ngeliatin gue mulu. Gue takut. Tapi untungnya beliau bukan seorang guru laki-laki, tapi seorang guru perempuan, iya perempuan gurunya cantik lagi.

Gue takut pas dia membagikan lembar jawab dan lembar soal, Ibu cantik itu sedikit kaget pas liat muka gue. Jangan-jangan muka gue mirip pembantu dia yang kabur, atau dia kanget karna mengira gue Ryan d’masiv atau Dicky SMASH. Gue berharap bukan mereka berdua. Dan pas selesai UN, gue keluar kelas dan mengemas peralatan gue, di depan pintu guru cantik itu memanggil gue.

”Adittya...” kata Ibu cantik itu memanggil.

Jujur gue kanget, dan gak percaya kenapa guru cantik itu tahu nama gue. Perlahan gue mendekat.

”I.. iya ada apa bu?” kata gue gugup.

”Kamu Adittya Regas ya?”
Gue jadi tambah gak karuan. Apa guru cantik ini fans gue? Kenapa dia tahu? Diakan seorang guru?

”Uhm... iya bu itu nama sampingan saya,” gue berasa bego saat bilang kalau Adittya Regas adalah nama sampingan, berasa kayak nama buat ngondek.

”Ahh... berarti saya gak salah orang,” kata guru cantik itu tersenyum. Gue cuman mematung dan diam, lalu guru cantik itu berkata pelan tapi menusuk.

”Sabar ya, jangan ingat mantan terus...”



Hening tiga abat.



Gue nelen papan ujian. Ya tuhan ambilll akuuuu....

Ini apa banget. Rasanya terharu karna guru cantik itu kenal gue, tapi dilain sisi gue nangis karna guru itu tahu kalau gue salahsatu peserta ujian nasional, yang gagal move on. Sejak saat itu, kalau berpapasan di sekolah, gue selalu masukin muka dalam tas.

Bukan hanya perkataan guru cantik itu yang buat gue galau selama musim ujian, tapi ada juga sedikit kesalahan yang membuat gue galau. Ketika ngelingkarin LJ (lembar Jawaban) gue kelebihan sedikit buletannya. Semoga nggak ngaruh AMIN. Sorenya gue bukan twitter dan mendapatkan sedikit teman-teman gue yang ngetwit, nggak nyampah kayak biasanya.


Diantara TL di home twit gue, ada satu twit yang lagi-lagi membuat gue galau. Twit dari teman esempe gue @BielaSabila



Gue inget mantan… dan inget beberapa incident ketika sebelum dan sesudah UN waktu esempe.


Gue juga inget, waktu malam menjelang UN. "Dia" selalu memberikan suport, tapi sekarang gak lagi. Ya tapi gue berani yakin, si "Dia" pasti juga mendoakan gue seperti dulu saat menghadapi UN.


Tisu mana tisu...

~(^.^~)(~^.^~)(~^.^)~


Hari ini hari terakhir ujian nasional. Gue mau mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya, untuk teman-teman blogger yang sudah tulus dan ikhlas membantu gue menghadapi national exam dengan do’a kalian :) dan semoga gue dan kawan-kawan blogger lainnya bisa lulus AMIN...

Oya selama UN, hp gue selalu kemasukan sms-sms yang horor, kayak :

Tanggal 26 Mei 2012 semua lulus, amin. Kecuali yang pelit + nggak mau nyebarin sms ini !!!
3 org = 3
5 org = 4
8 org = 6
10 org = 7,5
12 org = 8,2
13 org = 8,5
16 org = 9
18 org = 9,5
20 org = 10
Cepetan sebarin, INI NAZAR yang nyebarin lulus amin. Yang tidak nyebarin mudahan tidak lulus. 

Gue nggak takut sama sms ginian... gue kirim 30 sms berharap 10,5.