Film Marmut Merah Jambu (Review)


Kemarin tepat tanggal 8 Film besutan seorang penulis terkenal Indonesia, yang punya banyak followers diputar serentak se-Indonesia.  Yeah siapa yang gak tahu Film Marmut Merah Jambu, semenjak Raditya Dika sering muncul di Kompas TV, film serial (Malam Minggu Miko), dan film layar lebar (Kambing Jantan, Cinto Brontosaurus, Cinta Dalam Kardus, Manusia Setengah Salom), masyarakat jadi banyak yang kenal sama cowok yang belum nikah ini.

Sebagai salah satu penggemar novel-novel Bang Radit, gue juga gak mau ketinggalan buat nonton film Marmut Merah Jambu-nya.  Kemarin tepatnya pas tanggal 8 gue udah ancang-ancang buat beli tiket, gue mau nonton pas jam pertama.  Eh tapi ternyata gak bisa, karena gue ada jam mengajar di sekolah dan baru pulang pukul 14.30 Wita.  Sebagai seorang guru yang terlanjut ganteng, gue pun lebih memilih ngajar.

Setelah bel pulang sekolah, gue langsung menelpon CS 21 cinemax Banjarmasin.  Pas gue tanya apa tiket MMJ yang 15:00 masih kosong,dan ternyata full pemirsa.  Gue sempet ngejatuhin HP dan berteriak “TIIIDAAAAKKKKKK!!!!” dan hujan turun, Oke abaykan.  Tapi kata mba-mbanya jam 17:00 masih banyak yang kosong, gue lega, gue buru-buru pulang ke rumah ganti baju lalu makan, dan langsung menuju Duta Mall pukul 16:30.

Setelah sampai dan gue langsung ke kasir membeli tiket. Kalian tahu apa yang terjadi?

“Mba MMJ 17:00 satu tiket.”

“Tunggu sebentar biar saya cek.”

Gue liat di layar komputernya dan ternyata kursi yang kosong tinggal satu. Dipojokkan lagi.

“Wahh mas beruntung, ini kursinya sisa satu yang kosong dipojokan tapi.”

“Gaa… gak papa mba dari pada gak dapat hehee…” kata gue cengengesan.

“Jomblo beruntung, dapat tiket satu dipojokkan lagi.”

Mba-mba kasir kamprettttt -_____________-

Iya gue cuman beli satu tiket, nonton sendirian, paling pojok pula. TAPI BUKAN BERARTI JOMBLO AARRGGG… *Lempar gunung Bromo*.

PRP lagi ke Malang ada acara Kampus, wajar aja gue nonton sendirian.
 (“-,,-)/| *nyium tembok*

alone doesn't mean lonely

Tapi dibalik kekesalah mba-mba tadi, gue cukup terpuaskan bahkan sangat-sangat puas sama Film Marmut Merah Jambu karya Raditya Dika ini.

Nah Gue punya Review sendiri tentang film ini, jadi buat kalia yang belum nonton biar makin penasaran gimana ceritanya *emotsetan*.

SINOPSIS Lengkap Film Marmut Merah Jambu
Suatu hari Dika (Raditya Dika). Seorang pemuda yang canggung, data ke rumah Ina (Anjani Dina), cinta pertamanya sewaktu SMA. Dika datang membawa seribu origami burung bangau di tangan kanannya, dan undangan pernikahan Ina di tangan kirinya. Besok, Ina akan menikah.

Kedatangan Dika diterima oleh Bapak Ina (Tio Pakusadewo) yang galak. Bapak Ina curiga kedatangan Dika untuk kasus “cinta lama yang belum selesai” dan berpikir bahwa Dika ingin mengagalkan pernikahan anaknya. Agar tidak diusir. Dika menceritakan maksud sebenarnya membawa origami tersebut. Yang sesungguhnya jauh dari tuduhan Bapak Ina.

Seiring dengan Dika bercerita, kita melihat masalalu Dika (Christoffer Nelwan) secara visual. Dika memulau cerita dengan menjelaskan bahwa di SMA dulu, dia berteman akrab dengan Bertus (Julian Liberty). Sahabatnya yang tidak kalah cemen. Pada masa ini, Dika SMA jatuh cinta diam-diam kepada Ina. Sedangkan Bertus, punya target gebetannya sendiri. Baik Dika dan Bertus sama-sama sadar, untuk mendapatkan cewek di sekolah, mereka harus popular.

Usaha untuk popular ini berakhir oada Dika dan Bertus membuat grup detektif bersama Cindy(onya Pandarmawan), murid kelas sebelah yang nyentrik. Bertiga, mereka menyelesaikan kasus absurd yang terjadi disekolahnya. Dimulai misteri hilangnya bola masket guru olahraga hingga ke misteri surat ancaman ketua OSIS. Semakin banyak kasus yang mereka selesaikan oleh grup detektif ngawur ini, semakin dekat Dika dengan tujuan akhirnya: jadia sama Ina.

Namun, sebelum Dika bisa jadian dengan cinta pertamanya, dia harus memilih antara persahabatannya dengan Bertus dan Cindy dengan kekasih cintanya. Dika juga harus lebih popular dari cowok debetan Ina, yaitu Michael (Axel Matthew Thomas), cowok idola yang berambut wangi dan vegetarian.

Di masa sekarang, semakin Dika bercerita tentang masa lalunya, semakin Bapak Ina tertarik untuk mendengarkannya hingga selesai. Hubungan mereka pun semakin mencari. Lalu, seiring dengan Dika bercerita, seiring itu pula dia sadar: ada yang belum selesai dari masa lalunya. Seiring itu pula dia bertanya: benarkah cinta pertama tidak akan kemana-mana?

Dika kembali menghubungi Bertus (Mohammed Kamga) yang kini berbeda dari dulu. Mereka harus memecahkan satu-satunya kasus yang belum mereka selesaikan: “Ancaman untuk kepala sekolah”. Untuk itu Dika harus bertemu dengan Cindy.

Soundtrack Film Marmut Merah Jambu
Untuk soundtrack, kalau gak salah pas nonton kemarin gue denger ada tiga lagu, tapi gak tahu itu siapa penyanyinya. Tapi soundtrack yang paling keren datang dari pemeran Dika SMA sendiri, yaitu Nelwan. Kebetulan Nelwan juga seorang penyanyi. Lagunya asik banget, gak galau, coba play.





Film yang diangkat dari novel Marmut Merah Jambu ini sendiri, meskipun memiliki judul yang sama, namun memiliki jalan cerita yang berbeda jauh dari Novelnya. Di filmnya sendiri, 70% bercerita tentang Dika SMA, banyak bercerita di lingkungan sekolah.

Tapi tetap ada sih beberapa Bab di Novel MMj yang dibuat di Filmnya. Contohnya aja: tentang telpon-telponan, grup detektif dan surat misteri untuk ketua OSIS.

Sisanya beda banget.  Ya walaupun gue heran kenapa gak sama, tapi cerita yang disajikan oleh bang Raditya Dika keren banget. Apalagi pas endingnya, gue gak nyangka ternyata bisa sebagus itu.

Oya di Film MMJ ini, tokoh Bertus adalah yang paling gue sukai. Karena dari kekonyolan dan kelakukan dia yang gak jelas, yang bikin penonton satu teater pecah.

Yang bikin gue ngakak juga adalah waktu Bang Bena muncul di film ini. Bang bena muncul dengan gaya kutu buku, kepalanya miring, dan… ingusannn. Adegannya waktu itu Dika, Bertus dan Cindy lagi mencoba memecahkan masalah “Misteri surat ancaman ketua OSIS”, mereka lagi santai di depan tangga sekolah karena masih masih belum punya ruangan buat kegiatan grup detektif mereka.

“Coba perhatikan tulisannya miring ke kiri, pulpen tintah biru, dan ada ingus.” Kata Dika.

“Sini gue liat.” Bertus ngambil suratnya, dia menerawang dan mencium surat yang berlendiri. “Iya ini ingus gak salah lagi. Kayaknya pelakunya, kutu buku, kalau jalan kepalanya miring, dan suka ingusan.”

Bang Bena muncul dati tangga, sambil jalan menuju turun dengan gaya kutu buku, kepala miring ke kiri, dan ingusan. Dika, Bertus dan Cindy memperhatikan Bang Bena turun dari tangga, dan saat Bang Bena di samping Bertus, dia bersin ingusnya kearah kepala Bertus.

Bertus ngambil ingus di kepalanya, lalu menciumnya.

“Kepalanya miring persis kayak tulisannya, dan ini beneran ingus, ini ingus, pasti dia pelakunya.”

Pake dicium ingusnya ini si Bertus -__________-


Nah kayak gini penampakannyaa bang Bena haha

Bahahhaha gue ngakak banget pas adegan ini, gak peduli lagi sama orang-orang satu teater. Mumpung lagi gak nonton sama PRP jadi bebas mau ngakak gimana aja nyeheheheee.




Dan, pelajaran yang bisa gue petik dari film Marmur Merah Jambu yang pertama : Cinta itu bisa saja datang dari orang terdekat kita.  Dan kedua: Kita gak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

Kalau kalian nanti nonton, gue yakin pasti akan menemukan pelajaran yang gue tulis  di atas ini.


Para Pemeran:



Lalu, pemain yang akan memerankan mereka di masa dewasa, yaitu sekitar 30% dari cerita film adalah orang-orang ini:

 

Untuk pemain yang menjadi main supporting, adalah mereka ini:



Sedangkan, di film Marmut Merah Jambu akan ada juga beberapa penampilan khusus (cameo) dari orang-orang di bawah ini:



Oke kalau begitu jangan lupa nonton film si mas kambing satu ini. Dan buat kalian yang sudah nonton kasih komentar dong tetang film ini di kolom komentar? :D

Sutradara: Raditya Dika
Penulis Naskah: Raditya Dika
Pemeran: Raditya Dika, Franda, Mohammmed Kamga, Tio Pakusadewo, Dina Anjani
Durasi: 91 menit
Tanggal Rilis: 8 Mei 2014