Teruntuk Rindu Yang Tak Berbalas dan Hati Yang Patah

, , 9 comments

Teman, sebentar... ada yang ingin aku tunjukkan. Mari kita nikmati sebentar rasa ini, perkara rindu yang tak pernah berbalas lagi dan tentang hati yang patah. Kemarilah sebentar, aku ingin menunjukkannya ke kalian, sebagian dari apa yang terjadi.



A photo posted by #MoveOn (@adittyaregas) on
// Ini buku, kopi, dan musik favorite mu yang kadang aku dengar dari balik layar.


A photo posted by #MoveOn (@adittyaregas) on
// Jadi, kapan bisa ngopi berdua?


A photo posted by #MoveOn (@adittyaregas) on
// Tidak ada yang salah dengan perpisahan. Hanya saja, kadang rasanya bisa membuat rindu selalu jatuh di bawah kelopak mata.

A photo posted by #MoveOn (@adittyaregas) on
// Hai tumpa, selamat sore. Masihkah menyukai hujan? Aku masih, tidak ada yang berubah.

A photo posted by #MoveOn (@adittyaregas) on
// Hai tumpa. kemarin tugas ku bangun pagi untuk kita, bekerja untuk angan, saling mengucap kata rindu di sepertiga malam. Sekarang tugas ku hanya satu. Menyembuhkan diri sendiri.

A photo posted by #MoveOn (@adittyaregas) on
// Harusnya. Jarak menjadi pemisah paling indah saat kita merencanakan sebuah pertemuan pertama.
Karena jarak yang kita tanam di depan pelataran sebuah layar persegi, menumbuhkan kata rindu terasa sangat indah terucap lirih disepertiga malam. Aku masih ingat bagaimana wajahmu saat mengucapkannya.
Dari aku, yang - mungkin - masih ada di rencana masa depanmu.

A photo posted by #MoveOn (@adittyaregas) on
// Tuhan, aku punya cerita. Tentang hati yang patah berserakan di ujung jalan, tentang rindu yang tak berbalas.
Tuhan, bila mana kembali hanya sebuah angan, jangan tunjukkan kenyataan. Bila mana menyayanginya hanya sakit yang didapat, jangan sembuhkan.
Sebab, seribu ciuman pun tetap akan menguap dengan satu kata; pergi.

A photo posted by #MoveOn (@adittyaregas) on
// Kita sama-sama menyukai hujan di tengah malam dan kadang juga sama-sama suka mengeluh saat dia pergi.
Tapi kamu tau bagaimana sekarang? Sekarang aku benar-benar membenci hujan. Karena dia datang satu paket dengan kenangan dan rindu yang tak pernah berbalas lagi.
Satu lagi. Aku benar-benar membenci hujan. Karena hujan aku ingat, saat menggeser kebawah layar ini, aku menemukan lelaki baru mu.

A photo posted by #MoveOn (@adittyaregas) on
// Robek saja hati ini. Tenang kau masih ingatkan, aku bisa mengobati luka sendiri?
Tinggal mengingat senyum termanismu yang biasa aku nikmati. Ya, rasanya memang pedih untuk sekarang.
Tapi setidaknya ini lebih baik dari pada aku harus mengingat kepergianmu.

A photo posted by #MoveOn (@adittyaregas) on
// Setiap orang pasti pernah tak sengaja menemukan satu barang lama yang hilang, entah bungkusan kado yang dilipat rapi dalam kotak atau satu foto ukuran 3x4 dengan senyuman manis. Diantara tumpukan kertas tak berguna.
Mungkin seperti itu aku sekarang. Tersimpan rapi tak dipakai lagi, seperti tidak pernah digunakan.
Hei... disini ada rindu yang menunggu untuk dibalas, ada hati yang patah menunggu untuk diakui.

A photo posted by #MoveOn (@adittyaregas) on
// Ingat malam saat kita pertama menyapa? Aku berada di kota ini. Aku pernah berharap kita bisa bertemu sekali untuk selamanya, saat rasa percaya ini kembali terobati.
Tapi mungkin harapan itu hanya akan jadi cerita legenda, seperti saat orang berharap bisa memiliki Jogja selepas menaklukkan dua pohon kembar di alun-alun kidul.
Jogja. Satu kota kecil memiliki sekotak penuh kenangan, bukan kampung halaman tapi selalu menunggu kata pulang, bukan pula soal angkringan murah tapi tentang rindu yang tak berbalas.

A photo posted by #MoveOn (@adittyaregas) on
2014 - Berdamai dengan masa lalu adalah hal yang kadang sangat sulit dilakukan oleh sebagian orang. Terkadang hanya beberapa orang yang sanggup untuk ikhlas dengan masa lalu nya, merelakan dia untuk bahagia bersama orang baru. Dan tak jarang, dua orang yang gagal menjalani hubungan bisa berakhir seperti dua orang yang tidak saling kenal.
Gue sudah terlalu sering menemukan hal seperti ini, kadang gue suka bertanya-tanya “Haruskah dua orang yang dulu hafal setiap detik aktivitas masing-masing, tiba-tiba menjadi asing? Atau parahnya seperti orang yang tidak saling kenal” Lucu? Iya, kadang gue suka menertawakan hal seperti ini, tapi mungkin ini wajar, karena sekali lagi. Mungkin gue - belum - mengalaminya.

9 comments:

  1. DUH, SAMPEYAN BACA LANG LEAV.
    Fix masuk new-crush-list by me. :p

    ReplyDelete
  2. Sukaaaaa banget sama postingan yg satu ini. Bikin gua baper gara-gara inget sama kenangan masa lalu. Dan ya, datengnya sepaket sama hujan juga *tos dulu donk*

    ReplyDelete
  3. Tadi gue cuman merhatiin foto-fotonya, keren juga.

    ReplyDelete
  4. “Haruskah duaorang yang dulu hafal setiap detik aktivitas masing-masing, tiba-tiba menjadi asing? Atau parahnya seperti orang yang tidak saling kenal”

    Duh gusti... keinget mantan lagi deh :(

    Tanggung jawab ya. Kritik saran di yusufsmukti.blogspot.com

    ReplyDelete
  5. Hei siapa yang menaruh bawang di sini???

    :'(

    ReplyDelete
  6. Wuaaaah kak, tulisannya asli yaaa... asli pake perasaan...
    turut berduka kak :'(

    ReplyDelete
  7. hujan hujaan, emang bener ya bikin nget kenangan-kenangan
    paling suka caption di foto 8 :3
    hujan hujan >.<

    ReplyDelete

Tinggalin komentar sesuai dengan isi tulisan ya. Happy Blogging!!! :D