Efek Piala Eropa Bagi Dunia

Eforia piala Eropa 2012 Polandia – Ukraina pada bulan-bulan ini selalu menjadi TT(Training tofik) oleh warga twitter diberbagai belahan dunia, terkecuali di Atlantika dan segitiga bermuda. Ini artinya sebagian warga negara dibelahan dunia juga akan berduka, dan mengahbiskan banyak tisu toilet di rumahnya. Menurut penelitian gue selama pagelaran piala Eropa yang sudah pernah berlangsung cukup lama, yaitu pertama digelar pada tahun 1960 di Prancis, menimbulkan beberapa dampak dari radiasi semuah bola kulit kecil yang cukup besar. Berikut hasil penelitian seorang Adittya Regas, SPG (Sarjana Pendidikan Galau) akan menyapaikan beberapa teori absrud yang diberi judul ”Efek Piala Eropa Bagi Dunia”, berikut beberapa poin efek radiasi dari sebuah bola kecil bagi Dunia.


1)Penjualan Baju Bola meningkat

Penampilan terbaik bukan hanya ada ketika acara pesta atau ketika acara sunatan masal, di atas lapangan rumput pun juga punya fasion yang menarik, terutama masalah baju yang dikenakan para pejuang lapangan hijau. Seiring canggihnya teknologi diera serba sentuh ini, baju para pemain bola pun memiliki teknologi yang tersembunyi di dalamnya. Tiap tahun selalu berganti-ganti styl, seiring dengan mode yang makin tahun makin absrud ini. Bukan fans namanya kalau tidak memiliki baju tim kesayangan, tentunya ini membuat para warga pendukung tim selalu membeli baju terbaru demi sebuah dukungan melalui penampilan. walau hanya menyaksikan di depan tv pos ronda ditemani selusin nyamuk. Akibatnya ulat diseluruh Dunia harus bekerja keras, demi menghasilkan benang lebih banyak karena keperluan baju bola yang meningkat drastis. Ada baiknya demi pelestarian ulat di seluruh dunia, mungkin benang bisa diganti dengan kulit tomcat.





2)Kopi Laku Keras di Benua Asia

Layaknya sebuah deodoran, tidak lengkap rasanya tanpa ada rool-on di dalamnya. Perumpamaan itu juga berlaku ketik piala Eropa berlangsung. Bagaimana tidak, pagelaran Eropa yang berlangsung dini hari mengakibatkan rasa kantuk yang sulit untuk ditahan. Untuk mencegah itu semua satu-satunya yang paling aman adalah meminum kopi. Agar bisa tiapa hari menyaksikan dua tim benua biru bertanding, menuntut penonton Benua lain harus rela menonton digaris waktu yang berbeda. Saat di Negara api menyerang lain sedang bersorak ramai dan bebas, karena masih siang atau sore, lain cerita di Indonesia, terpaksa harus menahan sorakannya terutama yang nonton bola di rumah. Kalau masih nekat bini akan nyuruh lakinya guring sama kucing di beranda. Akibatnya pekerjaan di kantor menjadi terbengkalai.




3)Penjualan Obat-obatan Meningkat

Maksudnya disini bukan obat-obatan terlarang, tapi obat sakit kepala. Seluruh Dunia akan merasakan dampak ini ketika tim yang dia dukung kalah. Pertanyaanya kenapa musti obat sakit kepala? Sebenarnya ini sangat sederhana. Saat tim kesayangan mereka menelan pil kekalah, itu artinya mereka harus merelakan uang taruhan mereka diambil, yang bisa mengakibatkan stres ringan dan kepala menjadi sakit, obat yang pas adalah obat sakit kepala. Untung-untung kalau yang menjadi bahan taruhan uang, mobil, atau rumah. Coba aja kalau pacar dijadikan bahan taruah, bukan hanya harus merelekan tapi juga bakalan terkena penyakit LEOGAU (sejenis penyakit galau mematikan yang menyerang urat perasaan, bisa berakhir di bawah shower dan sebatang sabun) Obat yang pas untuk penyakit satu ini mungkin hanya baigon cair rasa orange. Maka dari itu jangan taruhan ya.



Sebenarnya bukan hanya tiga poin di atas Efek Piala Eropa Bagi Dunia, masih ada beberapa poin lagi seperti penjualan cat dan kuas meningkat, tisu toilet, dll. Tapi sengaja saya tidak bahas karena lagi punya urusan ngetwit sama seseorang. *pasti abis ini baca TL gue, iuhh kepo deh*

Sekian dulu teori absrud yang saya sampaikan dari penelitian beberapa minggu ini, sebagai penutup saya punya gambar di bawah ini untuk kalian, pasti diantara kalian yang menyaksikan pertandingan Itali VS Spanyol bingung kenapa Balotelli tidak bisa memasukan bola sat berhadapan dengan giper Casillas. Atas nama kaum galau’s Indonesia saya Adittya Regas, SPG (sarjana pendidikan galau) mengucapkan : SALAM GALAU!!!

Follow twitter saya: Adittya Regas, SPG