Bagi-bagi Undangan Pernikahan

, , 20 comments

Gue yakin, kita pasti sama-sama setuju kalau belakangan sering banget dapat undangan pernikahan dari teman. Entah itu undangan pernikahan dari teman sekolah, teman kuliah, atau undangan pernikahan dari para alumni hati. Mampus lo keduluan mantan! Untung mantan gue belum ada yang nikah.

Seberapa sering kita menghadiri acara pernikahan, sesering itu juga kita akan mendapatkan pertanyaan “Lo kapan nyusul?” pertanyaan yang sudah terlalu basi banget tapi entah kenapa selalu terasa sakit dan menusuk-nusuk di hati. Masih mending yang ditanya udah punya pasangan, nah gue apa kabar? Cuman bisa nangis di samping pelaminan orang. Hiks.

Belum lagi Mama gue sendiri punya usaha wedding. Lo bisa bayangkan, betapa tertekannya gue setiap menginap di rumah Mama, gue harus melihat jeretan baju pengantin tersusun rapi. Bahkan kadang gue suka nemu baju pengantin di dalam kamar gue sendiri.

INI MAKSUD NYA APA COBA!!!

Gue mau nangis beneran tiap mau bangun pagi. Baru buka mata harus liat baju pengantin dimana-mana.

Ngomongin soal pernikahan menurut gue hampir sama kayak ngomongin orang yang gak bisa move on, bilang nya udah move on tapi masih bawa bantal pemberian mantan kemana-mana ngelirik diri sendiri. Maksud gue, kedua nya sama-sama ribet dan sama-sama nggak bisa praktis.

Contoh paling gampang kayak salah satu kasus teman gue yang satu bulan lagi akan melangsungkan resepsi pernikahan. Di satu obrolan chat group temen gue cerita, belum apa-apa mereka sudah harus diribetkan dengan pilihan harus merayakan di mana resepsi pernikahan terlebih dahulu? Di tempat wanita atau pria. Jarak lah yang menjadi hal utama permasalahnnya, karena mereka dari kota yang berbeda.

Uang kadang bukan menjadi hal yang harus diribut kan, tapi ego untuk menyatukan dua keluarga lah yang menjadi tantangannya tersendiri buat calon pengantin.

Melangsungkan dua kali resepsi berarti kita harus menyiapkan menu ketring yang beda-beda, menyewa baju yang baru lagi, dan bahkan harus membuat undangan yang jauh lebih banyak. Mau nggak mau, suka nggak suka, biaya yang dikeluarkan pasti jauh lebih banyak.

Gak usah ngomongin biaya ketring sama sewa baju pengantin deh, hal yang terlihat kecil aja kayak undangan misalnya. Coba ingat lagi siapa yang mau di undang? Teman dari semasa sekolah, teman kampus, temen komunitas, temen-temennya orang tua, dan lain sebagainya. Pasti banyak banget yang mau di undang, itu cuman satu orang, belum lagi undangan buat pasangan yang harus dicetak.

Hmm... coba kita pikir lagi pelan-pelan apa yang terjadi kalau membuat undangan cetak.

Biaya untuk mencetak undangan

Seperti yang sudah gue bilang sebelumnya, undangan cetak tentu akan memerlukan biaya yang lebih, semakin banyak undangan yang dicetak maka akan semakin banyak pula biaya yang harus dikeluarkan untuk undangan tersebut.

Walau bendanya kecil undangan cetak cukup membuat biaya pernikahan menjadi membengkak secara perlahan. Sukur-sukur kalau memang perhituganya pas, kadang bisa jadi undangan cetak malah kurang dan lagi-lagi calon pengantin harus mengeluarkan biaya cetak undangan dadakan.

Waktu yang terpakai untuk menunggu cetakan dan menyebarkan

Ketika memesan undangan cetak yang jumlahnya ratusan atau ribuan pasti akan memakan waktu yang cukup lama. Setelah undangan selesai tak jarang ada saja kesalahan yang terjadi pada undangan cetak tersebut seperti kesalahan pengetikan nama, tanggal, atau bahkan alamat. Jelas ini akan memakan waktu.

Belum lagi waktu yang digunakan untuk menyebarkannya. Oke, mungkin kalau punya usaha sendiri waktu yang dimiliki agak fleksibel seperti punya online shop atau toko sendiri, lalu bagaimana dengan yang berstatus karyawan? Menyewa jasa untuk mengantar undangan mungkin bisa jadi solusi, tapi siap-siap harus mengeluarkan uang lebih lagi.

Penggunaan kertas yang tidak ramah lingkungan

Nah ini lagi, sekarang gue mau tanya. Undangan cetak yang biasa dikasih teman ke kalian sering kalian kemanakan setelah acara selesai? Jujur aja nih, gue pribadi kadang gak jarang menaruhnya di sela-sela buku atau lipatan kertas yang berakhir di bak sampah.

Jatuhnya kayak terkesan sia-sia gitu, penggunaan kertas juga menjadi makin banyak dan boros. Ini berarti undangan cetak tidak ramah lingkungan.

Harusnya sih zaman di mana teknologi yang semakin maju, permasalahan kayak di atas bisa terpecahkan. Salah satu nya adalah dengan menggunakan undangan digital.


Kenapa harus undangan digital?

Tidak Ada Biaya Cetak

Undangan digital atau undangan online biayanya jauh lebih murah, cukup bikin 1 (satu) undangan saja maka berapapun tamu yang ingin diundang tidak akan berpengaruh pada biaya undangannya. Kalian mau undang ribuan tamu sekali pun, bajet undangan yang dikeluarkan ya satu aja.

Waktu lebih efisien

Bikin undangan digital nggak butuh waktu yang lama kayak undangan cetak, biasanya undangan digital cuman hitungan minggu, tergantung dari produk dan pesanan. Bahkan kalau ada kesalahan penulisan pada undangan online masih bisa diperbaiki dengan gampang dan cepat pula.

Undangan digital ini juga sangat cocok untuk kalian yang bersatatus karyawan, yang gak punya banyak waktu. Tinggal share link undangan digital kalian ke socialmedia atau kirim lewat chatting ke teman-teman yang mau kalian undang, maka undangan sudah terkirim. Bahkan dengan undangan digital ini, teman kalian yang di luar pulau juga bisa mendapatkan undangan langsung dari kalian karena sifatnya yang digital.

Ramah lingkungan

Namanya aja digital nggak ada biaya cetak yang harus dikeluarkan. Cukup dengan smartphone dan kuota saja, undangan sudah bisa disebar dengan cepat dan mudah. Dan yang pastinya undangan digital jauh lebih ramah lingkungan ketimbang undangan cetak.

Dimana pesan undangan digital?

Salah satu penyedia jasa undangan digital adalah wedco.id (Wedding Couple). Wedco atau kepanjangannya Wedding Couple merupakan salah satu penyedia jasa undangan digital yang berbentuk website, JPEG, dan video. Tamu undangan kalian bisa melihatnya melalui PC, laptop, tablet, dan smartphone (Android, iPhone, Blackberry).




Nih kalau mau liat contoh undangan online kece dari Wedco lainnya: klik ini.



Mau liat undangan digital yang lainnya? Kepoin aja nih langsung website wedco.id.

Selain tiga keunggulan undangan digital yang sudah gue jelaskan di atas, undangan digital juga memiliki beberapa keunggulan lain seperti desain yang menarik, foto bisa lebih banyak dimuat, terdapat Google Maps yang dapat menuntun tamu langsung ke lokasi undangan, dan ketika membuka undangan digital kita disajikan musik yang romantis pula, bikin baper yang belum nikah. Kelebihan-kelebihan undangan digital ini menambah kesan mewah undangan digital dibanding undangan cetak.

Kalau menurut gue pribadi undangan cetak tetap perlu, tapi cetak seperlunya aja. Mungkin bisa dikasih buat teman kita yang satu kota namun jarang ketemu, jadi kita sekalian mengantar undangan sekalian silaturahmi secara langsung. Hehee...

Namun undangan online juga penting banget, selain bisa menekan pengeluaran untuk undangan cetak, undangan online juga praktis dan yang paling penting ramah lingkungan. Manfaat lainnya bisa mengundang kawan serta kerabat kita yang tinggal berbeda kota, sehingga juga menghilangkan biaya ongkos kirim undangan cetak. Nggak perlu lagi kirim lewat pos, JNE, Tiki, dan lain sebagainya.

Jadi kalian sendiri lebih memilih yang mana buat NANTI *Maaf caps Lock* *Gue tau kok kalian pada jomblo* *Gue Sengaja*. Pilih undangan cetak atau online?

PS: Foto header image di atas gak usah di zoom ya. Mohon Doa nya aja hehe... 😊

WEDCO.IDJust Simple, Share Your Wedding Invitations.

//
Address: Jl.Gatot Subroto VIII, Banjarmasin
Website: wedco.id
LINE: wedco.bjm
Instagram: @wedco.bjm
Facebook: @weddingcouple.net
Email: wedco.bjm@gmail.com

20 comments:

  1. wkwkw lu mau kawin dit ?? itu di header foto luu... :D gue ampe ngebalik laptop gue untuk lebih meemastikan. Hahaha
    etapii mantap lo solusinya pake undangan digital gitu. Ecowedding invitation. Wkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mau lah siapa yg mau :v
      Ngapain dibalikbalik woy hahaha

      Makanya emang mantap banget pake undangan online ini, hemat mat mat...

      Delete
  2. Wahh keren.. skrg enak semua2 bisa onlen

    ReplyDelete
  3. Ditunggu undangan digitalnya masuk keemail ku kak Adit haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahahahaa... LINE langsuang kena lah tunggu ja :v

      Delete
  4. Wedco jalan gatot subroto mana nih ? Jakarta atau kalimantan..
    Bener juga sih ya gajarang aku buang undangan 5 sekalian.. padahal gue yakin undangan itu per satuannya pasti mahal..

    Uang kadang bukan menjadi hal yang harus diribut kan, tapi ego untuk menyatukan dua keluarga lah yang menjadi tantangannya tersendiri buat calon pengantin.
    Bener banget ah kalimat ini :"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banjarmasin laili hehe.. udah gue edit itu, makasih yaa :D
      Makanya itu, gue juga mikir gitu sayang banget banyak kertas yg kebuang gitu aja.

      Lah, ini curhat ya wkwkw

      Delete
  5. wih asik nih ada undangan online...
    cocok buat ngasih undangan ke temen2 tuh

    kalo ke emak emak atau bapa bapa cocok kagak yaa ??
    :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. cocok banget bro. Insya Allah cocok aja kok, kan orangtua zaman sekarang main smartphone terus hhe

      Delete
  6. kalau yang sudah terlanjur kawin bijimana dit?

    ReplyDelete
  7. Huahahah. Kok kayak menderita banget sik kamu, Dit! Apalagi liat baju kawinan di mana mana. Kwaakwaa :v

    Undangan online keren jugak yak. Tapi kebanyakan orang malah gak mau diundang online gitu. Huuuu. Banyak maunya -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget, lo harus tau gimana rasanya...

      Kaga usah di undangan aja wkwkwk kan mayan

      Delete
  8. Ku kira km handak kawin.. sekalinya.. endorse :v wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Handak banar bang! Tapi binian nya dedaa :'v

      Delete
  9. bagus nih, gak ada lagi ceritanya undangan pernikahan keren keren akhirnya dijadiin alas panci kayak emak ane, hihiii...

    ReplyDelete

Tinggalin komentar sesuai dengan isi tulisan ya. Happy Blogging!!! :D